{"id":197562,"date":"2026-07-25T19:01:24","date_gmt":"2026-07-25T11:01:24","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=197562"},"modified":"2026-07-25T19:01:24","modified_gmt":"2026-07-25T11:01:24","slug":"hiv-disebut-gunung-es-kutim-petakan-kelompok-berisiko","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hiv-disebut-gunung-es-kutim-petakan-kelompok-berisiko\/","title":{"rendered":"HIV Disebut Gunung Es, Kutim Petakan Kelompok Berisiko"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkab Kutim akan memperkuat pemetaan kelompok berisiko, melibatkan relawan, menggandeng sekolah dan orang tua, serta membahas penertiban prostitusi melalui rapat lintas sektor.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI TIMUR <\/strong>&#8211; Wakil Bupati (Wabup) Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi menyatakan jumlah kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang belum teridentifikasi diperkirakan lebih banyak daripada data yang tercatat. Untuk mencegah penyebaran lebih luas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim akan memperkuat identifikasi dan pemetaan kelompok berisiko, melibatkan relawan, serta melakukan pendekatan melalui sekolah dan orang tua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHIV itu bagaikan gunung es. Kelihatannya sedikit, tapi di bawah itu banyak. Jadi masih banyak lagi yang belum teridentifikasi,\u201d kata Mahyunadi saat ditemui di Kantor Bupati Kutim, Jumat (24\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mahyunadi menyebut penanganan HIV menjadi persoalan yang berat dan kompleks. Menurutnya, pemerintah ingin menekan penyebaran HIV, tetapi langkah yang ditempuh harus tetap memperhatikan regulasi mengenai kesetaraan hak dan tidak dilakukan secara sepihak maupun represif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSatu sisi kita ingin berantas, sisi lain ada undang-undang yang mengatur mereka disetarakan. Jadi seolah-olah tersamakan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menilai imbauan semata belum cukup efektif untuk mencegah perilaku berisiko yang dapat meningkatkan penularan HIV. Karena itu, Pemkab Kutim perlu melakukan identifikasi lebih mendalam sebelum memberikan edukasi dan pendampingan kepada kelompok sasaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIni yang saya bilang tadi susah. Kita hanya menghimbau. Kalau mereka tidak bisa hanya sekadar diimbau, tapi kita harus masuk ke dalam memberikan pemahaman. Maka itu otomatis kita perlu identifikasi,\u201d kata Mahyunadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai langkah awal, Pemkab Kutim akan melakukan identifikasi dan pemetaan atau mapping terhadap kelompok yang dinilai memiliki risiko penularan. Pemetaan tersebut diperlukan agar program pencegahan dan pendampingan dapat dilakukan secara lebih terarah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTapi tentunya pasti ada solusi. Ada solusi karena kita sudah identifikasi, kita lakukan mapping siapa yang perlu ditangani agar tidak menyebar,\u201d paparnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses identifikasi itu, lanjut Mahyunadi, membutuhkan keterlibatan relawan yang mampu berinteraksi dan membangun komunikasi dengan berbagai kelompok usia, mulai dari remaja, dewasa, hingga orang tua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIdentifikasi inilah butuh tenaga-tenaga relawan kita yang mampu berbaur dalam kelompok-kelompok mereka. Ada dari beberapa kelompok usia, usia remaja, usia dewasa, dan usia orang tua yang harus kita masukkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah kelompok sasaran berhasil dipetakan, pemerintah akan melakukan pendekatan secara personal dan memberikan pemahaman mengenai perilaku yang berisiko menyebabkan penularan HIV.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau sudah kita identifikasi, itu baru bisa kita lakukan pendekatan, kemudian memberikan pemahaman kepada mereka agar terhindar dari perbuatan-perbuatan yang bisa menjurus kepada sumber dari HIV ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mahyunadi mengatakan upaya pencegahan juga akan difokuskan kepada kalangan pemuda. Menurutnya, kelompok usia muda perlu mendapatkan penyuluhan dan pendampingan agar memahami risiko penularan HIV.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKemudian juga pencegahannya juga kita lakukan karena banyak terjadi di kalangan pemuda, maka kita lakukan penyuluhan-penyuluhan dan pendekatan di kalangan pemuda agar tidak terjerumus kepada perilaku seks menyimpang,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Khusus kalangan pelajar, pendekatan akan dilakukan melalui pihak sekolah dan keluarga. Guru serta orang tua dinilai memiliki peran penting dalam mengenali perubahan perilaku sekaligus memberikan perhatian dan pemahaman kepada anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita perbaiki di sekolahan, kita juga lakukan pendekatan melalui guru, kemudian di orang tuanya juga kita sampaikan agar anaknya bisa diperhatikan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain memperkuat edukasi dan identifikasi kelompok berisiko, Mahyunadi menyoroti aktivitas di tempat hiburan malam (THM) yang diduga berkaitan dengan prostitusi dan peredaran minuman keras ilegal. Pemkab Kutim dijadwalkan menggelar rapat lintas sektor pada Rabu, 29 Juli 2026, untuk membahas persoalan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYang utama adalah terjadi pada tempat-tempat hiburan atau THM yang mengandung unsur prostitusi, perdagangan minuman keras yang ilegal, maka Rabu kami akan rapat lagi dengan lintas sektor untuk membahas masalah ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mahyunadi juga mengaku telah memperoleh persetujuan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman untuk melanjutkan penertiban dan penghentian kegiatan prostitusi di seluruh wilayah Kutim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya kemarin sudah izin dengan Bupati, Bupati mengatakan lanjutkan, maka saya akan melanjutkan untuk melakukan penghentian kegiatan prostitusi yang ada di seluruh Kutai Timur,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rapat lintas sektor tersebut akan menjadi forum untuk merumuskan langkah lanjutan dalam pencegahan penyebaran HIV, penguatan edukasi masyarakat, serta penanganan kegiatan prostitusi di Kutim. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkab Kutim akan memperkuat pemetaan kelompok berisiko, melibatkan relawan, menggandeng sekolah dan orang tua, serta membahas penertiban prostitusi melalui rapat lintas sektor. KUTAI TIMUR &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi menyatakan jumlah kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang belum teridentifikasi diperkirakan lebih banyak daripada data yang tercatat. Untuk mencegah penyebaran lebih luas, Pemerintah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":77,"featured_media":197558,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,480],"tags":[806,44968,44969,44976,762,44975,44970,14704,14076,44974,44972,44973,17639,44971,14071],"class_list":["post-197562","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-timur","tag-ardiansyah-sulaiman","tag-hiv-kutai-timur","tag-kasus-hiv-kutim","tag-kesehatan-kutai-timur","tag-mahyunadi","tag-pelajar-kutim","tag-pemetaan-kelompok-berisiko","tag-pemkab-kutim","tag-pencegahan-hiv","tag-penyuluhan-hiv","tag-prostitusi-kutim","tag-relawan-hiv","tag-tempat-hiburan-malam","tag-thm-kutim","tag-wakil-bupati-kutim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197562","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/77"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197562"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197562\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":197573,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197562\/revisions\/197573"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197562"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197562"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197562"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}