{"id":197579,"date":"2026-07-25T20:58:39","date_gmt":"2026-07-25T12:58:39","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=197579"},"modified":"2026-07-26T00:04:23","modified_gmt":"2026-07-25T16:04:23","slug":"menuju-indonesia-emas-2045-pontianak-fokus-perkuat-keluarga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/menuju-indonesia-emas-2045-pontianak-fokus-perkuat-keluarga\/","title":{"rendered":"Menuju Indonesia Emas 2045, Pontianak Fokus Perkuat Keluarga"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkot Pontianak menetapkan penguatan keluarga, pemenuhan hak dasar, penyediaan ruang ramah anak, dan kolaborasi lintas sektor sebagai strategi menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PONTIANAK<\/strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mendorong kolaborasi keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan media untuk memastikan hak anak terpenuhi serta melindungi mereka dari kekerasan, perundungan, dan eksploitasi. Langkah bersama itu dinilai penting untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ajakan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota (Wawali) Pontianak Bahasan saat membuka Festival Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Ayani Mega Mall Pontianak, Sabtu (25\/07\/2026). Festival tersebut, sebagaimana dilansir Prokopim, Sabtu, (25\/07\/2026), mengusung tema \u201cAnak Hebat, Keluarga Kuat, Pontianak Maju Menuju Indonesia Emas 2045\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahasan mengatakan, peringatan HAN tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum itu harus digunakan untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam memenuhi hak dasar anak dan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta mendukung tumbuh kembang mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAnak-anak hebat lahir dari keluarga yang kuat, dan keluarga yang kuat lahir dari kebersamaan, kasih sayang, serta lingkungan sosial yang mendukung. Masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas generasi yang kita didik hari ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Bahasan, terdapat empat langkah strategis yang perlu dikawal bersama. Langkah pertama ialah memperkuat fungsi keluarga sebagai lingkungan awal dalam membentuk karakter, nilai, dan kepribadian anak. Ketahanan keluarga diharapkan dapat melahirkan anak yang percaya diri, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi perubahan zaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah kedua adalah memastikan setiap anak memperoleh pendidikan, layanan kesehatan, dan asupan gizi yang layak, sekaligus memberikan perlindungan dari kekerasan, perundungan, serta eksploitasi dalam bentuk apa pun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemkot Pontianak juga menempatkan penyediaan ruang tumbuh kembang yang aman sebagai langkah ketiga. Upaya itu dilakukan melalui pengembangan ruang bermain, ruang belajar, dan fasilitas publik ramah anak untuk mendukung terwujudnya Kota Layak Anak (KLA).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun langkah keempat diarahkan pada penguatan kerja sama lintas sektor agar tanggung jawab perlindungan dan pemenuhan hak anak tidak hanya dibebankan kepada pemerintah maupun keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKolaborasi menjadi kunci. Pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha hingga media harus bergotong royong mendukung tumbuh kembang anak agar cita-cita Indonesia Emas 2045 benar-benar dapat diwujudkan,\u201d kata Bahasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Pontianak Norhasanah Bahasan menambahkan, kualitas generasi masa depan sangat bergantung pada proses pembentukan karakter yang dimulai sejak anak berada dalam lingkungan keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Ketua GOW Pontianak, anak yang berkualitas tidak hanya dinilai berdasarkan prestasi akademik, tetapi juga kesehatan, kreativitas, karakter, kepedulian sosial, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSemua itu berawal dari keluarga yang kuat sebagai lingkungan pertama dan utama dalam membentuk kepribadian anak,\u201d pesannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Norhasanah menilai perkembangan teknologi dan dinamika sosial yang semakin kompleks menjadi tantangan bagi orang tua dalam mendampingi anak. Karena itu, penguatan fungsi keluarga harus dibarengi dengan dukungan sekolah, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cOrang tua, sekolah, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui kolaborasi tersebut, Pemkot Pontianak berharap perlindungan anak dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari sehingga setiap anak memiliki kesempatan tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, kreatif, dan berdaya saing. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkot Pontianak menetapkan penguatan keluarga, pemenuhan hak dasar, penyediaan ruang ramah anak, dan kolaborasi lintas sektor sebagai strategi menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. PONTIANAK &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mendorong kolaborasi keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan media untuk memastikan hak anak terpenuhi serta melindungi mereka dari kekerasan, perundungan, dan eksploitasi. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":197587,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2273,36],"tags":[44987,28260,44985,44449,44438,44446,21497,11718,44984,20429,44983,4400,16798,34724,329,44986],"class_list":["post-197579","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-ayani-mega-mall","tag-bahasan","tag-gow-kota-pontianak","tag-hak-anak","tag-han-2026","tag-hari-anak-nasional-2026","tag-indonesia-emas-2045","tag-kekerasan-anak","tag-keluarga-kuat","tag-kota-layak-anak","tag-norhasanah-bahasan","tag-pemkot-pontianak","tag-perlindungan-anak","tag-perundungan-anak","tag-pontianak","tag-ruang-ramah-anak"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197579","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197579"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197579\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":197588,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197579\/revisions\/197588"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/197587"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197579"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197579"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197579"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}