{"id":197615,"date":"2026-07-25T18:46:04","date_gmt":"2026-07-25T10:46:04","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=197615"},"modified":"2026-07-26T03:50:13","modified_gmt":"2026-07-25T19:50:13","slug":"karhutla-palangka-raya-tembus-90-kejadian-jekan-raya-mendominasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/karhutla-palangka-raya-tembus-90-kejadian-jekan-raya-mendominasi\/","title":{"rendered":"Karhutla Palangka Raya Tembus 90 Kejadian, Jekan Raya Mendominasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>BPBD Kota Palangka Raya mencatat 90 kejadian karhutla dengan luas terdampak 37,42 hektare, sementara Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah paling rawan dengan 61 kejadian.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PALANGKA RAYA<\/strong> &#8211; Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah paling rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya dengan 61 dari total 90 kejadian sejak Status Siaga Darurat Karhutla ditetapkan pada 1 Juni 2026. Seluruh kebakaran tersebut berdampak terhadap lahan seluas 37,42 hektare.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat tiga kecamatan lain juga mengalami karhutla. Sebanyak 15 kejadian terjadi di Kecamatan Sebangau, 11 kejadian di Kecamatan Pahandut, dan tiga kejadian di Kecamatan Bukit Batu. Sementara itu, Kecamatan Rakumpit belum mencatat kejadian karhutla.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi mengatakan peningkatan risiko karhutla dipengaruhi kondisi cuaca yang semakin kering dan menurunnya intensitas hujan. Situasi tersebut membuat lahan lebih mudah terbakar, terutama ketika terdapat aktivitas manusia yang memunculkan percikan api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran. Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan terjadinya karhutla,\u201d ujarnya, sebagaimana dilansir Media center Palangka Raya, Jumat (24\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mencegah kebakaran meluas, BPBD bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Manggala Agni, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, dan relawan terus melakukan patroli serta pemantauan di kawasan rawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tim gabungan juga menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar dan langkah yang harus dilakukan ketika menemukan titik api. Upaya pencegahan diprioritaskan karena kebakaran yang terlambat ditangani berpotensi meluas dan menimbulkan kabut asap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Budi meminta masyarakat segera melaporkan setiap kemunculan titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran. Laporan dini dinilai penting agar petugas dapat melakukan pemadaman sebelum api menyebar ke area yang lebih luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPenanganan karhutla membutuhkan kolaborasi semua pihak. Dengan kepedulian dan partisipasi masyarakat, kita optimistis kejadian karhutla dapat ditekan sehingga lingkungan tetap terjaga dan masyarakat terhindar dari dampak kabut asap,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kolaborasi petugas dan masyarakat diharapkan dapat menekan penambahan kejadian karhutla, terutama di Jekan Raya yang menjadi wilayah dengan jumlah kebakaran tertinggi selama masa siaga darurat. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BPBD Kota Palangka Raya mencatat 90 kejadian karhutla dengan luas terdampak 37,42 hektare, sementara Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah paling rawan dengan 61 kejadian. PALANGKA RAYA &#8211; Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah paling rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya dengan 61 dari total 90 kejadian sejak Status Siaga Darurat Karhutla ditetapkan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":197620,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2264],"tags":[45015,45016,17008,1461,38242,20126,45018,27373,45019,45017,21462,1671,3561,25694,37693],"class_list":["post-197615","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah","tag-bpbd-kota-palangka-raya","tag-hendrikus-satriya-budi","tag-jekan-raya","tag-kabut-asap","tag-karhutla-palangka-raya","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kecamatan-bukit-batu","tag-kecamatan-pahandut","tag-kecamatan-rakumpit","tag-kecamatan-sebangau","tag-lahan-terbakar","tag-manggala-agni","tag-palangka-raya","tag-pencegahan-karhutla","tag-siaga-darurat-karhutla"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197615","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197615"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197615\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":197622,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197615\/revisions\/197622"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/197620"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197615"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197615"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197615"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}