{"id":197743,"date":"2026-07-26T18:24:28","date_gmt":"2026-07-26T10:24:28","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=197743"},"modified":"2026-07-27T00:48:16","modified_gmt":"2026-07-26T16:48:16","slug":"bekas-kebakaran-ditemukan-di-silat-hulu-pengawasan-titik-panas-diperketat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bekas-kebakaran-ditemukan-di-silat-hulu-pengawasan-titik-panas-diperketat\/","title":{"rendered":"Bekas Kebakaran Ditemukan di Silat Hulu, Pengawasan Titik Panas Diperketat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tim gabungan menemukan areal bekas terbakar seluas sekitar 0,90 hektare di Desa Nanga Dangkan dan memperkuat patroli serta koordinasi lintas sektor untuk mencegah kebakaran susulan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KAPUAS HULU<\/strong> &#8211; Kepolisian Sektor (Polsek) Silat Hulu bersama Komando Rayon Militer (Koramil) Silat Hulu meningkatkan pemantauan dan koordinasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah menemukan areal bekas terbakar seluas sekitar 0,90 hektare di Dusun Entibab, Desa Nanga Dangkan, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu (Kapuas Hulu), Sabtu (25\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Areal tersebut ditemukan setelah tim gabungan menindaklanjuti satu titik panas atau hotspot berlevel kepercayaan sedang yang terdeteksi melalui aplikasi Lancang Kuning. Ketika petugas tiba di lokasi, api telah padam sehingga tidak diperlukan tindakan pemadaman lanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kapuas Hulu Roberto Apriyanto Uda melalui Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Silat Hulu Jaspian mengatakan, personel Polsek Silat Hulu dan anggota Koramil Silat Hulu langsung bergerak menuju koordinat yang terpantau untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perjalanan menuju lokasi ditempuh sekitar 30 menit menggunakan sepeda motor. Petugas kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak untuk mencapai titik yang terdeteksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan satu titik hotspot yang berada di Dusun Entibab Desa Nanga Dangkan yang luasnya sekitar 0,90 Ha. Namun saat personil kami tiba di lokasi, kondisi api sudah dalam keadaan padam,\u201d ucap Jaspian, sebagaimana dilansir Polres Kapuas Hulu, Sabtu (25\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski api telah padam, Polsek Silat Hulu tetap meningkatkan pengawasan untuk mengantisipasi munculnya kebakaran susulan. Pemantauan titik panas dilakukan secara berkala melalui aplikasi Lancang Kuning, Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Fire Hotspot, serta aplikasi pemantauan lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain mengandalkan teknologi pemantauan, petugas juga mengedepankan langkah pencegahan melalui penyampaian larangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar kepada masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan pembakaran lahan serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla,\u201d ujar Jaspian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polsek Silat Hulu juga akan melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI, perusahaan perkebunan kelapa sawit, dan tokoh masyarakat untuk memperkuat pengawasan di wilayah yang dinilai rawan karhutla.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami (Polsek Silat Hulu, red) juga akan terus berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kecamatan dan Koramil serta pihak Pemerintahan Desa, pihak perusahaan sawit dan tokoh masyarakat guna memperkuat langkah pencegahan Karhutla di wilayah Silat Hulu,&#8221; tutur Jaspian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peningkatan patroli, pemantauan berbasis aplikasi, dan keterlibatan masyarakat diharapkan dapat mempercepat penanganan titik api serta mencegah kebakaran meluas, terutama ketika kondisi cuaca dan lahan meningkatkan risiko karhutla di Silat Hulu. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tim gabungan menemukan areal bekas terbakar seluas sekitar 0,90 hektare di Desa Nanga Dangkan dan memperkuat patroli serta koordinasi lintas sektor untuk mencegah kebakaran susulan. KAPUAS HULU &#8211; Kepolisian Sektor (Polsek) Silat Hulu bersama Komando Rayon Militer (Koramil) Silat Hulu meningkatkan pemantauan dan koordinasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah menemukan areal bekas terbakar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":197748,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2273,28],"tags":[45195,45196,45186,45187,45190,45193,188,45188,20126,45197,45192,25694,18064,45191,45194,20297,41316,45189],"class_list":["post-197743","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-kapuas-hulu-putussibau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-aplikasi-lancang-kuning","tag-brin-fire-hotspot","tag-desa-nanga-dangkan","tag-dusun-entibab","tag-hotspot-nanga-dangkan","tag-jaspian","tag-kapuas-hulu","tag-karhutla-kapuas-hulu","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kebakaran-lahan-kalimantan-barat","tag-koramil-silat-hulu","tag-pencegahan-karhutla","tag-polres-kapuas-hulu","tag-polsek-silat-hulu","tag-roberto-apriyanto-uda","tag-silat-hulu","tag-sipongi","tag-titik-api-silat-hulu"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197743","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197743"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197743\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":197758,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197743\/revisions\/197758"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/197748"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197743"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197743"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197743"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}