{"id":197876,"date":"2026-07-27T21:42:44","date_gmt":"2026-07-27T13:42:44","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=197876"},"modified":"2026-07-27T21:42:44","modified_gmt":"2026-07-27T13:42:44","slug":"dugaan-pembakaran-sengaja-picu-karhutla-di-kotim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dugaan-pembakaran-sengaja-picu-karhutla-di-kotim\/","title":{"rendered":"Dugaan Pembakaran Sengaja Picu Karhutla di Kotim"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Petugas Disdamkarmat Kotim bergerak cepat memadamkan kebakaran lahan di Desa Sebabi, sementara dugaan awal penyebab kejadian mengarah pada unsur kesengajaan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>KOTAWARINGIN TIMUR <\/b>&#8211; Dugaan pembakaran sengaja menjadi perhatian setelah lahan kosong berukuran sekitar 10 \u00d7 20 meter terbakar di Jalan An Jahro, Desa Sebabi, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (26\/07\/2026) siang. Respons cepat petugas mencegah api meluas dan tidak ada korban dalam kejadian tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim mencatat laporan kebakaran diterima Pos Sektor Telawang dari Camat Telawang dan Kepolisian Sektor (Polsek) Telawang pada pukul 13.20 Waktu Indonesia Barat (WIB).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lima menit setelah menerima laporan, tiga personel Pos Sektor Telawang langsung bergerak menggunakan satu unit mobil tangki pemadam. Lokasi kebakaran berjarak sekitar satu kilometer dari pos.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petugas tiba di lokasi pada pukul 13.30 WIB dan melakukan penilaian terhadap kondisi lapangan. Proses pemadaman kemudian dimulai pada pukul 13.32 WIB untuk mencegah api menjalar ke lahan lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Disdamkarmat Kotim Heri Wahyudi mengatakan tindakan cepat dilakukan karena kondisi lahan kering berpotensi mempercepat penyebaran api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penanganan kebakaran tersebut, sebagaimana diberitakan Radar Sampit, Minggu, (26\/07\/2026), melibatkan personel Pos Sektor Telawang bernama Rusdiansyah, Samsul Arifin, dan Haris Padilah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Petugas langsung melakukan pemadaman setelah tiba di lokasi. Api berhasil dikendalikan sehingga tidak sempat meluas,&#8221; kata Heri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan pemeriksaan awal di lapangan, objek yang terbakar merupakan semak dan lahan kosong. Penyebab kebakaran belum dipastikan, tetapi dugaan sementara mengarah pada unsur kesengajaan atau arson.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama proses pemadaman, petugas juga mendapat dukungan dari staf Kecamatan Telawang yang berada di lokasi. Api akhirnya dipastikan padam dan kondisi dinyatakan aman pada pukul 14.45 WIB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seluruh personel kemudian kembali ke Pos Sektor Telawang sekitar pukul 14.50 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat kebakaran tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebakaran di Desa Sebabi menambah rangkaian kejadian karhutla di Kotim dalam beberapa hari terakhir. Kondisi cuaca kering selama musim kemarau meningkatkan risiko api menjalar dengan cepat, terutama pada lahan yang dipenuhi semak kering.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Disdamkarmat Kotim mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan api untuk membersihkan atau membuka lahan. Pembakaran dalam kondisi kemarau dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi apa pun. Pencegahan menjadi langkah paling efektif agar karhutla tidak semakin meluas,&#8221; tegas Heri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat juga diminta segera melaporkan kemunculan api atau asap kepada petugas, pemerintah kecamatan, maupun aparat kepolisian. Pelaporan cepat diperlukan agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas dan mengancam permukiman, fasilitas umum, serta kesehatan masyarakat. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Petugas Disdamkarmat Kotim bergerak cepat memadamkan kebakaran lahan di Desa Sebabi, sementara dugaan awal penyebab kejadian mengarah pada unsur kesengajaan. KOTAWARINGIN TIMUR &#8211; Dugaan pembakaran sengaja menjadi perhatian setelah lahan kosong berukuran sekitar 10 \u00d7 20 meter terbakar di Jalan An Jahro, Desa Sebabi, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (26\/07\/2026) siang. Respons cepat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":197880,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2266],"tags":[45431,45425,13085,45430,25867,45426,15661,45429,45428,25898,8824,4158,39548,17121,19657,4220,25694,25895,45427,8859],"class_list":["post-197876","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah","tag-arson","tag-desa-sebabi","tag-disdamkarmat-kotim","tag-dugaan-pembakaran-sengaja","tag-heri-wahyudi","tag-jalan-an-jahro","tag-karhutla-kotim","tag-kebakaran-desa-sebabi","tag-kebakaran-lahan-telawang","tag-kecamatan-telawang","tag-kotawaringin-timur","tag-kotim","tag-lahan-kosong-terbakar","tag-musim-kemarau","tag-pemadaman-kebakaran","tag-pembakaran-lahan","tag-pencegahan-karhutla","tag-polsek-telawang","tag-pos-sektor-telawang","tag-sampit"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197876","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197876"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197876\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":197883,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197876\/revisions\/197883"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/197880"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197876"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197876"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197876"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}