{"id":197928,"date":"2026-07-27T22:37:29","date_gmt":"2026-07-27T14:37:29","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=197928"},"modified":"2026-07-27T22:37:29","modified_gmt":"2026-07-27T14:37:29","slug":"kucing-dibakar-untuk-sebarkan-api-italia-buru-pelaku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kucing-dibakar-untuk-sebarkan-api-italia-buru-pelaku\/","title":{"rendered":"Kucing Dibakar untuk Sebarkan Api, Italia Buru Pelaku"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Penyelidik menemukan bangkai kucing hangus dan perangkat pemantik api yang mengarah pada dugaan penggunaan hewan untuk menyebarkan kebakaran di Calabria, Italia.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>CALABRIA<\/strong> &#8211; Penemuan bangkai kucing yang hangus, lilin, dan perangkat pemantik api mengungkap dugaan penggunaan hewan untuk menyebarkan kebakaran secara terencana di Taman Nasional Pollino, Calabria, Italia selatan. Pelaku diduga mengikatkan kain mudah terbakar pada ekor kucing, menyulutnya, lalu melepaskan hewan tersebut agar berlari dan membawa api ke berbagai arah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dugaan itu muncul dalam penyelidikan awal kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan taman nasional tersebut selama sepekan terakhir. Api telah menghanguskan sebagian besar wilayah taman dan menambah daftar panjang kebakaran di Italia bagian selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Temuan tersebut, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Senin, (27\/07\/2026), diperkuat dengan ditemukannya lilin serta perangkat pemantik api tertunda atau delayed ignition devices di sekitar lokasi kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Domenico Costarella dari Badan Perlindungan Sipil Calabria menjelaskan, hewan yang telah dipasangi bahan mudah terbakar diduga sengaja dilepaskan ke kawasan terbuka untuk memperluas titik api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;hewan-hewan ini dilepaskan ke ladang sehingga berlari ke berbagai arah dan menyebarkan api.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Costarella mengecam keras dugaan tindakan tersebut karena tidak hanya menghancurkan kawasan hutan, tetapi juga menjadikan hewan sebagai alat untuk melakukan pembakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ini adalah tindakan yang tidak berperikemanusiaan. Sayangnya, musuh terburuk manusia adalah manusia itu sendiri,&#8221; kata Costarella.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Asosiasi Perlindungan Hewan Italia kemudian menawarkan hadiah sebesar \u20ac1.000 atau sekitar Rp20 juta bagi siapa pun yang memberikan informasi yang dapat membantu mengungkap pelaku pembakaran kucing tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penggunaan hewan untuk memicu kebakaran bukan kali pertama ditemukan di Italia. Pada 2016, otoritas menuding kelompok yang berkaitan dengan mafia menggunakan cara serupa untuk membakar Taman Regional Nebrodi di Sisilia utara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setahun berikutnya, Mafia Camorra yang berbasis di Campania juga diduga menerapkan taktik serupa untuk memicu kebakaran di kawasan hutan lindung di lereng Gunung Vesuvius. Kebakaran itu menyebabkan evakuasi warga dan pengerahan militer Italia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peneliti Lauren Pearson sebelumnya menyebut pembakaran hutan dapat menjadi bagian dari strategi perampasan lahan. Kawasan diduga sengaja dibakar untuk menurunkan nilai tanah sehingga dapat dibeli dengan harga murah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, motif dalam kebakaran di Taman Nasional Pollino masih dalam penyelidikan. Petugas belum mengungkap identitas maupun jumlah orang yang diduga terlibat dalam pembakaran tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Calabria, lebih dari 160 kebakaran telah tercatat. Kepala Badan Perlindungan Sipil setempat menyalahkan aksi pembakaran yang dilakukan oleh &#8220;orang-orang yang berniat jahat&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebakaran terparah di Italia sejauh ini terkonsentrasi di bagian selatan. Di Sisilia, sekitar 6.000 petugas pemadam kebakaran, penjaga hutan, dan personel perlindungan sipil dikerahkan menghadapi puluhan titik api yang terus berkobar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pesawat pengebom air juga telah diterjunkan untuk membantu pemadaman. Namun, suhu sangat tinggi dan kondisi tanah yang kering membuat api sulit dikendalikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Piantedosi mengonfirmasi seorang petugas pemadam kebakaran meninggal dunia ketika berupaya memadamkan api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Juru bicara Badan Perlindungan Sipil Italia mengatakan kepada Agence France-Presse (AFP) bahwa kondisi kebakaran di Sisilia berada dalam situasi &#8220;serius&#8221; dan api &#8220;terus membesar akibat suhu yang sangat tinggi serta kondisi tanah yang sangat kering.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih dari 11.500 hektare lahan di Italia telah terbakar di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa selatan. Kebakaran juga meluas ke Prancis dan Spanyol serta memaksa puluhan ribu orang meninggalkan rumah dan kawasan wisata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Prancis, lebih dari 20.000 warga dan wisatawan dievakuasi akibat kebakaran hutan pinus di sebelah barat Bordeaux. Api bermula di Desa Saumos pada Rabu, kemudian meluas ke Le Porge dan bergerak menuju L\u00e8ge-Cap-Ferret.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebakaran tersebut telah melalap sekitar 3.400 hektare lahan. Sebanyak 12.000 orang dievakuasi dari area perkemahan, penginapan, dan permukiman pada Rabu, disusul 8.800 orang lainnya pada Kamis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah setempat membuka sekitar 15 pusat penampungan darurat. Tiga pesawat pengebom air dari negara lain turut dikerahkan setelah Prancis meminta bantuan melalui Uni Eropa (UE).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebakaran hutan juga memicu status darurat di Spanyol. Otoritas memerintahkan sekitar 3.500 warga Kota Aldea del Fresno, sebelah barat Madrid, mengungsi pada Kamis karena api tidak terkendali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan data Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa atau European Forest Fire Information System (EFFIS), sekitar 250.000 hektare lahan telah terbakar di seluruh Eropa sepanjang 2026. Jumlah itu hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata periode 2006\u20132025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyelidikan terhadap dugaan pembakaran di Calabria diharapkan tidak hanya mengungkap pelaku dan motifnya, tetapi juga memastikan pertanggungjawaban atas perusakan lingkungan serta kekejaman terhadap hewan yang diduga digunakan untuk menyebarkan api. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyelidik menemukan bangkai kucing hangus dan perangkat pemantik api yang mengarah pada dugaan penggunaan hewan untuk menyebarkan kebakaran di Calabria, Italia. CALABRIA &#8211; Penemuan bangkai kucing yang hangus, lilin, dan perangkat pemantik api mengungkap dugaan penggunaan hewan untuk menyebarkan kebakaran secara terencana di Taman Nasional Pollino, Calabria, Italia selatan. Pelaku diduga mengikatkan kain mudah terbakar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":197934,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[45594,45593,45600,38142,45598,45599,45588,45595,45587,45601,45596,45602,45592,45590,45597,45591,45603,45589],"class_list":["post-197928","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-badan-perlindungan-sipil-calabria","tag-domenico-costarella","tag-effis","tag-gelombang-panas-eropa","tag-gunung-vesuvius","tag-hadiah-e1-000","tag-kebakaran-calabria","tag-kebakaran-eropa-2026","tag-kebakaran-hutan-italia","tag-kebakaran-prancis","tag-kebakaran-sisilia","tag-kebakaran-spanyol","tag-kekerasan-terhadap-hewan","tag-kucing-dibakar","tag-mafia-camorra","tag-pembakaran-hutan-terencana","tag-pengungsi-kebakaran-hutan","tag-taman-nasional-pollino"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197928","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197928"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197928\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":197942,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197928\/revisions\/197942"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/197934"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}