{"id":197975,"date":"2026-07-28T13:37:31","date_gmt":"2026-07-28T05:37:31","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=197975"},"modified":"2026-07-28T13:37:31","modified_gmt":"2026-07-28T05:37:31","slug":"kalsel-optimalkan-pompa-air-dan-embung-hadapi-puncak-kemarau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kalsel-optimalkan-pompa-air-dan-embung-hadapi-puncak-kemarau\/","title":{"rendered":"Kalsel Optimalkan Pompa Air dan Embung Hadapi Puncak Kemarau"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemprov Kalsel mengintensifkan mitigasi musim kemarau melalui penguatan sarana pengairan, penyesuaian pola tanam, dan pencegahan kebakaran lahan untuk menjaga produktivitas pertanian.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANJARBARU<\/strong> &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) memperkuat strategi mitigasi menghadapi musim kemarau panjang dengan mengoptimalkan sarana pengairan, menyesuaikan pola tanam, serta meningkatkan pengawasan terhadap potensi kebakaran lahan pertanian. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga produksi pangan meski ribuan hektare lahan mulai terdampak kekeringan, sebagaimana diwartakan Diskominfo Kalsel, Selasa (28\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, pemerintah menindaklanjuti prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada September 2026 dan berlanjut hingga akhir Oktober.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman mengatakan pihaknya telah menginstruksikan dinas pertanian kabupaten\/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini, termasuk memastikan kelompok tani memiliki pompa air, sumur bor, dan embung sebagai sumber irigasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSesuai arahan Bapak Gubernur, kami sudah melakukan mitigasi jauh-jauh hari agar sektor pertanian tetap aman menghadapi musim kemarau panjang. Mulai dari menyampaikan surat imbauan kepada dinas pertanian kabupaten\/kota hingga meminta kelompok tani menyiapkan pompa air, sumur bor, dan embung sebagai sumber pengairan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain menjaga ketersediaan air, DPKP Kalsel mendorong penggunaan <em>combine harvester<\/em> untuk mengurangi sisa jerami yang berpotensi memicu kebakaran lahan saat panen. Dukungan alat dan mesin pertanian tersebut berasal dari Kementerian Pertanian serta diperkuat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Kalsel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah juga menerapkan penyesuaian pola tanam dengan mempercepat penanaman padi sebelum puncak kemarau, sedangkan jadwal tanam jagung diatur agar tidak berlangsung pada periode kekeringan. Pemanfaatan air sungai sebagai sumber irigasi dilakukan secara selektif setelah melalui pengujian kualitas oleh Balai Perlindungan Tanaman Pertanian Hortikultura (BPTPH).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga akhir Juli 2026, sekitar 5.803 hektare lahan pertanian di Kalsel terdampak kekeringan. Kabupaten Tanah Laut mencatat luas terdampak terbesar mencapai 3.393,3 hektare, disusul Kabupaten Barito Kuala seluas 1.736,3 hektare dan Kabupaten Banjar seluas 353 hektare.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSampai hari ini belum ada yang puso. Yang ada baru terdampak kekeringan dan terus kami pantau melalui PPL, POPT, serta monitoring langsung ke lapangan agar penanganan bisa segera dilakukan,\u201d kata Syamsir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemprov Kalsel memastikan pemantauan kondisi lahan pertanian akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung agar dampak kekeringan dapat ditekan dan produksi pangan tetap terjaga. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemprov Kalsel mengintensifkan mitigasi musim kemarau melalui penguatan sarana pengairan, penyesuaian pola tanam, dan pencegahan kebakaran lahan untuk menjaga produktivitas pertanian. BANJARBARU &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) memperkuat strategi mitigasi menghadapi musim kemarau panjang dengan mengoptimalkan sarana pengairan, menyesuaikan pola tanam, serta meningkatkan pengawasan terhadap potensi kebakaran lahan pertanian. Langkah tersebut dilakukan untuk &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":197976,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2279,17,2276],"tags":[7846,8816,828,45655,25609,35331,7629,11854,23705,9790,6790,1405,19234,17121,9116,45654,20691,45656,8829],"class_list":["post-197975","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarbaru-provinsi-kalimantan-selatan","category-headlines","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-banjarbaru","tag-barito-kuala","tag-bmkg","tag-bptph","tag-combine-harvester","tag-dpkp-kalsel","tag-embung","tag-irigasi","tag-kabupaten-banjar","tag-kalimantan-selatan","tag-kalsel","tag-kekeringan","tag-lahan-pertanian","tag-musim-kemarau","tag-pemprov-kalsel","tag-pompa-air","tag-produksi-pangan","tag-puso","tag-tanah-laut"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197975","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=197975"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197975\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":197977,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/197975\/revisions\/197977"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/197976"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=197975"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=197975"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=197975"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}