{"id":198124,"date":"2026-07-28T23:55:20","date_gmt":"2026-07-28T15:55:20","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=198124"},"modified":"2026-07-28T23:55:20","modified_gmt":"2026-07-28T15:55:20","slug":"tp-pkk-kaltara-dorong-kolaborasi-lintas-sektor-cegah-stunting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tp-pkk-kaltara-dorong-kolaborasi-lintas-sektor-cegah-stunting\/","title":{"rendered":"TP-PKK Kaltara Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Stunting"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>TP-PKK Kaltara menegaskan pencegahan stunting harus dilakukan sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi dan kolaborasi lintas sektor.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>MALINAU<\/strong> &#8211; Penanganan stunting di Kabupaten Malinau (Malinau) tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan, tetapi harus melibatkan bidang pendidikan, pekerjaan umum, sosial, perumahan, sanitasi, dan penyediaan air bersih. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak sejak masa kehamilan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pesan itu disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalimantan Utara (Kaltara) Rahmawati Zainal saat menyerahkan bantuan gizi kepada ibu hamil dan ibu melahirkan di Gedung Sekretariat TP-PKK Malinau, Selasa (28\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu selama masa kehamilan dan setelah melahirkan. Pemenuhan gizi sejak dini diharapkan dapat menjaga kesehatan ibu dan bayi sekaligus menekan risiko stunting.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagaimana dilansir Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kaltara, Selasa, (28\/07\/2026), Rahmawati mengatakan pemenuhan gizi merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan mampu melanjutkan pembangunan daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMelalui bantuan ini, kami berharap kebutuhan gizi ibu hamil dan ibu melahirkan dapat terpenuhi sehingga kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rahmawati menilai kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) memiliki posisi strategis dalam pencegahan stunting karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Melalui pendampingan rutin, kader dapat memberikan pemahaman mengenai gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta pemantauan pertumbuhan anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain memperkuat edukasi, masyarakat juga diminta tidak langsung menyimpulkan bahwa setiap anak bertubuh pendek mengalami stunting. Kondisi tubuh anak dapat dipengaruhi faktor keturunan sehingga penilaian harus didasarkan pada pemeriksaan dan pemantauan pertumbuhan yang tepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Rahmawati, pencegahan stunting harus dilakukan melalui perbaikan berbagai faktor pendukung, mulai dari kesehatan ibu dan anak, sanitasi, ketersediaan air bersih, pendidikan keluarga, hingga kelayakan tempat tinggal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dPenanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Kita harus bekerja bersama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, dan perangkat daerah lainnya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kolaborasi antarlembaga, pendampingan kader, dan peningkatan kesadaran keluarga diharapkan mampu memastikan pemenuhan gizi dimulai sejak masa kehamilan. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan generasi Kaltara yang sehat, berkualitas, dan terbebas dari stunting. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TP-PKK Kaltara menegaskan pencegahan stunting harus dilakukan sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi dan kolaborasi lintas sektor. MALINAU &#8211; Penanganan stunting di Kabupaten Malinau (Malinau) tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan, tetapi harus melibatkan bidang pendidikan, pekerjaan umum, sosial, perumahan, sanitasi, dan penyediaan air bersih. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":198126,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,27,2291],"tags":[1571,45878,45883,27035,45879,22858,45880,45882,45876,45881,45492,25375,45875,45877,44680],"class_list":["post-198124","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-malinau-provinsi-kalimantan-utara","tag-air-bersih","tag-bantuan-gizi-ibu-hamil","tag-generasi-sehat-kaltara","tag-gizi-seimbang","tag-ibu-melahirkan-malinau","tag-kader-pkk","tag-kesehatan-ibu-dan-bayi","tag-pemerintah-provinsi-kaltara","tag-pencegahan-stunting-malinau","tag-posyandu-malinau","tag-rahmawati-zainal","tag-sanitasi","tag-stunting-kaltara","tag-tp-pkk-kaltara","tag-tumbuh-kembang-anak"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198124","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=198124"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198124\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":198128,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198124\/revisions\/198128"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/198126"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=198124"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=198124"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=198124"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}