{"id":198130,"date":"2026-07-28T21:07:51","date_gmt":"2026-07-28T13:07:51","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=198130"},"modified":"2026-07-29T00:09:56","modified_gmt":"2026-07-28T16:09:56","slug":"koperasi-sawit-rakyat-kaltara-dibidik-jadi-penggerak-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/koperasi-sawit-rakyat-kaltara-dibidik-jadi-penggerak-ekonomi\/","title":{"rendered":"Koperasi Sawit Rakyat Kaltara Dibidik Jadi Penggerak Ekonomi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang meminta koperasi sawit rakyat memperkuat tata kelola, memanfaatkan teknologi, dan mengembangkan produk turunan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BULUNGAN<\/strong>\u00a0&#8211; Koperasi kelapa sawit rakyat di Kalimantan Utara (Kaltara) didorong untuk tidak sekadar menjadi tempat pengumpulan dan penjualan hasil panen petani. Koperasi diminta memperkuat rantai pasok, mengembangkan produk turunan, serta menerapkan tata kelola profesional dan berbasis teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dorongan tersebut disampaikan Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Koperasi Kelapa Sawit Rakyat di Hotel Pangeran Khar, Tanjung Selor, Selasa (28\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan itu diselenggarakan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kaltara untuk meningkatkan kemampuan pengurus dalam mengelola kelembagaan, administrasi, keuangan, dan pengembangan usaha koperasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Zainal mengatakan, pelatihan tersebut perlu dimanfaatkan sebagai momentum pembenahan koperasi sawit agar mampu memberikan manfaat ekonomi lebih besar kepada para petani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami berharap pelatihan ini menjadi momentum memperkuat kapasitas koperasi kelapa sawit rakyat sehingga mampu menjadi organisasi yang profesional, modern, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya,\u201d ujar Zainal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernyataan tersebut disampaikan Zainal sebagaimana diwartakan Dkisp Kaltara, Selasa, (28\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Zainal, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltara. Karena itu, keberadaan koperasi dinilai strategis untuk memperkuat posisi tawar petani sekaligus membangun kemitraan dengan pemerintah dan pelaku usaha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, sejumlah koperasi masih menghadapi persoalan tata kelola organisasi, ketertiban administrasi dan legalitas, akuntabilitas keuangan, pemanfaatan teknologi digital, serta keterbatasan dalam mengembangkan unit usaha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Zainal meminta seluruh peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dalam pengelolaan koperasi di daerah masing-masing. Pembenahan tersebut diperlukan agar koperasi mampu beradaptasi terhadap perkembangan industri dan persaingan usaha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain menjual hasil produksi petani, koperasi juga didorong meningkatkan kualitas dan produktivitas komoditas, membangun kemitraan dengan industri, serta mengembangkan usaha turunan kelapa sawit sesuai potensi wilayah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Industri kelapa sawit, menurut Zainal, memiliki peluang pengembangan yang luas karena tidak hanya menghasilkan minyak sawit mentah. Komoditas tersebut juga dapat diolah menjadi berbagai produk pangan, energi, dan bahan baku industri bernilai tambah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu peluang pengembangannya adalah mendukung program biodiesel dengan campuran 50 persen bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit atau B50. Peluang tersebut dinilai dapat membuka pasar baru sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil perkebunan rakyat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penguatan koperasi diharapkan dapat memperpendek rantai pemasaran, meningkatkan posisi tawar petani, dan mendorong pemerataan manfaat ekonomi dari sektor perkebunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSemoga melalui kegiatan ini lahir koperasi-koperasi kelapa sawit rakyat yang semakin profesional, transparan, mandiri, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kaltara yang berkelanjutan,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui peningkatan kemampuan pengurus dan pembenahan tata kelola, koperasi sawit rakyat diharapkan mampu berkembang menjadi lembaga usaha yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kaltara. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang meminta koperasi sawit rakyat memperkuat tata kelola, memanfaatkan teknologi, dan mengembangkan produk turunan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. BULUNGAN\u00a0&#8211; Koperasi kelapa sawit rakyat di Kalimantan Utara (Kaltara) didorong untuk tidak sekadar menjadi tempat pengumpulan dan penjualan hasil panen petani. Koperasi diminta memperkuat rantai pasok, mengembangkan produk turunan, serta menerapkan tata kelola &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":198136,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2256,17,27],"tags":[45898,21757,45899,2656,9952,45904,24041,2889,2491,20007,45900,45901,45902,45905,8861,45903,45906,34867],"class_list":["post-198130","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-bulungan","category-headlines","category-kalimantan-utara-kaltara","tag-apkasindo-kaltara","tag-biodiesel-b50","tag-dpw-apkasindo","tag-ekonomi-kaltara","tag-gubernur-kaltara","tag-hilirisasi-kelapa-sawit","tag-industri-kelapa-sawit","tag-kalimantan-utara","tag-kaltara","tag-kesejahteraan-petani","tag-koperasi-kelapa-sawit","tag-koperasi-sawit-rakyat","tag-petani-sawit-kaltara","tag-produk-turunan-sawit","tag-tanjung-selor","tag-tata-kelola-koperasi","tag-teknologi-digital-koperasi","tag-zainal-a-paliwang"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198130","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=198130"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198130\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":198137,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198130\/revisions\/198137"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/198136"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=198130"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=198130"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=198130"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}