{"id":198586,"date":"2026-07-31T21:53:39","date_gmt":"2026-07-31T13:53:39","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=198586"},"modified":"2026-07-31T23:03:26","modified_gmt":"2026-07-31T15:03:26","slug":"kualitas-udara-memburuk-pemkab-kotim-siapkan-perubahan-jam-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kualitas-udara-memburuk-pemkab-kotim-siapkan-perubahan-jam-sekolah\/","title":{"rendered":"Kualitas Udara Memburuk, Pemkab Kotim Siapkan Perubahan Jam Sekolah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkab Kotim mempertimbangkan memundurkan jam masuk sekolah apabila kabut asap akibat karhutla membuat kualitas udara tidak aman bagi peserta didik dan tenaga pendidik.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>KOTAWARINGIN TIMUR <\/b>&#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan kebijakan penyesuaian jam masuk sekolah apabila kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat kualitas udara memburuk. Langkah tersebut diprioritaskan untuk melindungi kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik selama puncak musim kemarau pada Agustus hingga September 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyesuaian waktu belajar akan diterapkan berdasarkan kondisi kualitas udara di lapangan. Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim akan berkoordinasi menentukan kebijakan apabila kabut asap mulai pekat sejak pagi hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bupati Kotim Halikinnor mengatakan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan selama kondisi udara masih aman. Namun, pemerintah akan mengambil langkah khusus apabila paparan asap berpotensi mengganggu kesehatan warga sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kalau kondisi masih memungkinkan, kegiatan belajar tetap berjalan. Tetapi apabila asap mulai pekat sejak pagi, teknisnya akan dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan,&#8221; ujar Halikinnor, Jumat (31\/07\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu kebijakan yang dipertimbangkan ialah memundurkan jam masuk sekolah agar peserta didik tidak beraktivitas ketika konsentrasi asap pada pagi hari berada pada kondisi yang membahayakan kesehatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Misalnya pagi sudah berkabut dan kualitas udara tidak baik, jam sekolah bisa dimundurkan. Yang terpenting kesehatan anak-anak tetap terjaga,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernyataan Halikinnor tersebut, sebagaimana dilansir Sampit Berita, Jumat, (31\/07\/2026), menjadi bagian dari langkah antisipasi Pemkab Kotim menghadapi potensi peningkatan karhutla selama musim kemarau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain menyiapkan perlindungan bagi peserta didik, Pemkab Kotim memperkuat kesiapsiagaan pencegahan dan penanganan karhutla dengan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, Dinas Kehutanan, serta perangkat daerah terkait.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Armada tangki air dari berbagai instansi juga disiagakan untuk mendukung proses pemadaman apabila terjadi kebakaran. Kendaraan tersebut dapat pula digunakan membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat apabila kemarau menyebabkan krisis air bersih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kita akan berusaha semaksimal mungkin agar kebakaran tidak meluas dan dampaknya bisa diminimalkan,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Halikinnor meminta masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diimbau segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Halikinnor, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah karhutla dan menekan dampak kabut asap. Koordinasi pemerintah, aparat, petugas pemadam, dan warga diharapkan mampu menjaga kesehatan masyarakat serta memastikan kegiatan pendidikan tetap berlangsung selama musim kemarau. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkab Kotim mempertimbangkan memundurkan jam masuk sekolah apabila kabut asap akibat karhutla membuat kualitas udara tidak aman bagi peserta didik dan tenaga pendidik. KOTAWARINGIN TIMUR &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan kebijakan penyesuaian jam masuk sekolah apabila kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat kualitas udara memburuk. Langkah tersebut diprioritaskan untuk &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":198594,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2259,2266],"tags":[46597,15663,21470,41384,17386,46594,46592,46593,20126,22792,46595,1671,20127,4159,46596],"class_list":["post-198586","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah","tag-antisipasi-karhutla","tag-bpbd-kotim","tag-dinkes-kotim","tag-disdik-kotim","tag-halikinnor","tag-jam-sekolah-kotim","tag-kabut-asap-kotim","tag-karhutla-kotawaringin-timur","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kesehatan-pelajar","tag-kualitas-udara-sampit","tag-manggala-agni","tag-musim-kemarau-2026","tag-pemkab-kotim","tag-sekolah-di-sampit"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198586","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=198586"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198586\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":198595,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198586\/revisions\/198595"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/198594"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=198586"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=198586"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=198586"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}