{"id":198737,"date":"2026-08-01T22:06:04","date_gmt":"2026-08-01T14:06:04","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=198737"},"modified":"2026-08-01T22:06:04","modified_gmt":"2026-08-01T14:06:04","slug":"karhutla-sanggau-belum-tuntas-tim-gabungan-lakukan-pemadaman-ulang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/karhutla-sanggau-belum-tuntas-tim-gabungan-lakukan-pemadaman-ulang\/","title":{"rendered":"Karhutla Sanggau Belum Tuntas, Tim Gabungan Lakukan Pemadaman Ulang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Sebanyak 30 personel gabungan melakukan penyisiran dan penyiraman ulang setelah api kembali muncul di lahan kering yang berada sekitar empat meter dari Jalan Trans Kalimantan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SANGGAU<\/strong> &#8211; Api yang kembali muncul di lahan tepi Jalan Trans Kalimantan memaksa 30 personel gabungan melakukan pemadaman ulang dan penyisiran bara di kawasan Tikungan S, Rukun Tetangga (RT) 13, Dusun Terentang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Jumat (31\/07\/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas ke vegetasi kering di sekitar lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemadaman dimulai sekitar pukul 14.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) setelah petugas menemukan api kembali menyala pada sejumlah titik. Sebelumnya, kebakaran di lokasi tersebut diketahui terjadi pada Rabu (29\/07\/2026) sekitar pukul 17.30 WIB dan sempat berhasil dikendalikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lokasi kebakaran berada sekitar empat meter dari tepi Jalan Trans Kalimantan, tepatnya pada koordinat 0\u00b002&#8217;55,3\u201d Lintang Utara dan 109\u00b053&#8217;43,0\u201d Bujur Timur. Lahan mineral tersebut ditumbuhi pepohonan kecil dan semak-semak kering yang meningkatkan risiko perambatan api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Personel yang dikerahkan terdiri atas enam anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Tayan Hilir, dua anggota Komando Rayon Militer (Koramil) 1204-07\/Tayan Hilir, enam anggota tim pemadam Perseroan Terbatas (PT) ICA Kecamatan Tayan Hilir, sembilan personel Manggala Agni, dan tujuh personel Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sanggau Barat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses pemadaman didukung satu kendaraan roda enam (R6) milik PT ICA, satu kendaraan roda empat (R4), dua kendaraan roda dua (R2) milik Polsek Tayan Hilir, baby tank berkapasitas 1.000 liter, mesin Robin, satu unit penampungan air, serta kendaraan dan perlengkapan pemadam milik KPH Sanggau Barat dan Manggala Agni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tayan Hilir Kusdarwanto mengatakan pemadaman ulang dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Manggala Agni, KPH Sanggau Barat, dan tim pemadam perusahaan, sebagaimana diwartakan Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor (Humas Polres) Sanggau, Sabtu, (01\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKarena api kembali muncul di beberapa bagian, pemadaman tidak cukup hanya dilakukan pada titik yang terlihat menyala. Tim harus menyisir area sekitar dan melakukan penyiraman ulang untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Kusdarwanto, kondisi lahan yang mengering selama musim kemarau serta tiupan angin cukup kencang menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Bara yang belum sepenuhnya padam berpotensi kembali menyala dan menyebar ke semak maupun pepohonan kering di sekitarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami mengutamakan penanganan di lapangan agar api tidak meluas. Setelah pemadaman, pemantauan tetap diperlukan karena kondisi cuaca dan vegetasi kering dapat menyebabkan api kembali muncul. Karena itu, penyisiran titik-titik yang berpotensi menyimpan bara menjadi bagian penting dalam penanganan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, lahan tersebut tercatat atas nama Arifin Alapan. Namun, penyebab kebakaran dan kondisi kepemilikan maupun penguasaan lahan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petugas juga merekomendasikan pelibatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sanggau dan unsur Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sanggau untuk memperkuat penanganan menggunakan peralatan yang lebih memadai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain memeriksa pihak terkait dan sejumlah saksi, petugas akan mengukur luas lahan terdampak menggunakan peralatan yang sesuai. Pemantauan lanjutan diharapkan dapat memastikan seluruh bara benar-benar padam sekaligus mencegah kebakaran kembali muncul dan mengganggu pengguna Jalan Trans Kalimantan. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebanyak 30 personel gabungan melakukan penyisiran dan penyiraman ulang setelah api kembali muncul di lahan kering yang berada sekitar empat meter dari Jalan Trans Kalimantan. SANGGAU &#8211; Api yang kembali muncul di lahan tepi Jalan Trans Kalimantan memaksa 30 personel gabungan melakukan pemadaman ulang dan penyisiran bara di kawasan Tikungan S, Rukun Tetangga (RT) 13, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":198740,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,38],"tags":[25520,12938,46790,14046,45208,28245,46789,46791,32313,1671,17121,19657,32311,3904],"class_list":["post-198737","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sanggau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-bpbd-sanggau","tag-damkar-sanggau","tag-desa-subah","tag-jalan-trans-kalimantan","tag-karhutla-sanggau","tag-kebakaran-kalimantan-barat","tag-kebakaran-lahan-tayan-hilir","tag-kph-sanggau-barat","tag-kusdarwanto","tag-manggala-agni","tag-musim-kemarau","tag-pemadaman-kebakaran","tag-polsek-tayan-hilir","tag-titik-api"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198737","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=198737"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198737\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":198743,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198737\/revisions\/198743"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/198740"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=198737"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=198737"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=198737"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}