{"id":198919,"date":"2026-08-03T09:55:30","date_gmt":"2026-08-03T01:55:30","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=198919"},"modified":"2026-08-03T09:55:30","modified_gmt":"2026-08-03T01:55:30","slug":"konflik-antar-siswa-diduga-berujung-kekerasan-pelajar-pati-kehilangan-jari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/konflik-antar-siswa-diduga-berujung-kekerasan-pelajar-pati-kehilangan-jari\/","title":{"rendered":"Konflik Antar Siswa Diduga Berujung Kekerasan, Pelajar Pati Kehilangan Jari"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Seorang siswa MTs di Kabupaten Pati mengalami kehilangan dua jari tangan kiri setelah insiden di lingkungan sekolah yang diduga berkaitan dengan perundungan dan kini tengah diselidiki polisi.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>JAWA TENGAH &#8211;<\/strong> Dugaan perundungan terhadap seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, tengah ditangani setelah korban mengalami luka serius hingga kehilangan dua jari tangan kiri. Kasus tersebut dilaporkan ke kepolisian setelah keluarga korban menduga insiden terjadi akibat tindakan kekerasan yang dilakukan sejumlah kakak kelas.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kuasa hukum korban dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Garda Muda Nusantara Cabang Pati, Catur Andi Cahyanto, mengatakan laporan terkait dugaan perundungan tersebut telah disampaikan kepada pihak kepolisian pada Sabtu (1\/8).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Catur menjelaskan peristiwa itu terjadi di lingkungan MTs wilayah Kecamatan Margorejo pada Senin (27\/7) setelah kegiatan salat Zuhur. Berdasarkan keterangan yang diterima pihak pendamping hukum, kejadian bermula dari aksi saling mengejek antara korban dan tiga siswa lain yang diduga merupakan kakak kelas.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kejadian Senin(27\/6) mereka itu ada kegiatan salat Zuhur di lingkungan MTS, setelah salat itu ada tenggang waktu 15 menit untuk istirahat,&#8221; kata Catur kepada wartawan saat ditemui di Polresta Pati, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Minggu, (02\/08\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Menurut Catur, perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi dugaan penganiayaan. Korban disebut berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju sejumlah lokasi di area sekolah, tetapi tetap diduga mengalami kekerasan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Korban kemudian menuju area kamar mandi dan tempat wudu yang terdapat pagar besi. Dalam kondisi terdesak, korban berupaya memanjat pagar setinggi sekitar dua meter. Saat turun, tangan kiri korban diduga terjepit pada bagian pagar hingga menyebabkan dua jarinya putus dan satu jari mengalami retak.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Terus korban ini melarikan diri ke arah kamar mandi tempat wudu yang ada pagarnya. Di sini juga terjadi penganiayaan juga. Korban berusaha melompat pagar itu masih disiram air,&#8221; tutur Catur.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sehingga korban berusaha lompat pagar, setinggi 2 meter. Karena pagar ada kayu dan besi, mungkin manjat nggak tahu setelah turun tangan kiri terjepit, sehingga 2 jari terputus dan satu yang retak itu,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Catur menyebut salah satu bagian jari korban sempat tertinggal di pagar. Ia mengatakan bagian tubuh tersebut kemudian dikuburkan setelah mendapat arahan dari pihak sekolah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ada bekas jari yang masih tertinggal di pagar, oleh guru diambil perintah siswa terus dikubur,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Setelah mendapat perawatan medis, kondisi korban disebut mulai membaik. Korban juga telah menjalani pemeriksaan untuk memberikan keterangan kepada penyidik Polresta Pati.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Terus dibawa ke KSH, kemudian jari disusul harapannya bisa disambung bahkan sempat dibawa ke Solo. Cuman karena sudah terinfeksi di tanah tidak bisa disambung khawatir menimbulkan luka lain,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut. Hingga kini, penyidik Polresta Pati belum menyampaikan perkembangan lebih lanjut terkait proses hukum kasus tersebut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, Kepala MTs setempat, Safi&#8217;i, menyampaikan bahwa pihak sekolah memiliki pandangan berbeda terkait kejadian tersebut. Ia menyebut insiden itu bukan perundungan, melainkan kecelakaan yang tidak disengaja.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Menyatakan kejadian yang ada bahwa sebetulnya murni dari insiden atau kecelakaan yang tidak ada unsur kesengajaan atau pembullyan,&#8221; kata Safi&#8217;i ditemui wartawan di MTs wilayah Margorejo, Sabtu (1\/8).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kasus ini masih menunggu hasil penyelidikan aparat untuk memastikan rangkaian kejadian sebenarnya, termasuk dugaan adanya tindakan kekerasan terhadap korban di lingkungan sekolah. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang siswa MTs di Kabupaten Pati mengalami kehilangan dua jari tangan kiri setelah insiden di lingkungan sekolah yang diduga berkaitan dengan perundungan dan kini tengah diselidiki polisi. JAWA TENGAH &#8211; Dugaan perundungan terhadap seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, tengah ditangani setelah korban mengalami luka serius hingga kehilangan dua jari tangan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":198920,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9331,481,35],"tags":[47128,47122,47126,6767,47124,47125,20489,21446,23557,47028,47127,47123,47026,47023],"class_list":["post-198919","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-jawa-tengah","category-kasus","category-berita-nasional","tag-berita-kriminal-pelajar","tag-bullying-pati","tag-jari-siswa-putus","tag-jawa-tengah","tag-kabupaten-pati","tag-kasus-siswa-sekolah","tag-kekerasan-di-sekolah","tag-kekerasan-pelajar","tag-korban-bullying","tag-lbh-garda-muda-nusantara","tag-pendidikan-jawa-tengah","tag-perundungan-sekolah","tag-polresta-pati","tag-siswa-mts-pati"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198919","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=198919"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198919\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":198921,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198919\/revisions\/198921"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/198920"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=198919"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=198919"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=198919"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}