{"id":198941,"date":"2026-08-03T12:50:11","date_gmt":"2026-08-03T04:50:11","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=198941"},"modified":"2026-08-03T12:50:11","modified_gmt":"2026-08-03T04:50:11","slug":"sastra-kalsel-bangkit-lewat-panggung-puisi-dalam-banyak-wajah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sastra-kalsel-bangkit-lewat-panggung-puisi-dalam-banyak-wajah\/","title":{"rendered":"Sastra Kalsel Bangkit Lewat Panggung \u201cPuisi dalam Banyak Wajah\u201d"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"305\" data-end=\"685\"><em>Pementasan \u201cPuisi dalam Banyak Wajah\u201d menjadi ruang apresiasi sastra yang mempertemukan penyair, pelajar, dan masyarakat untuk memperkuat budaya literasi di Kalimantan Selatan.<\/em><\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"305\" data-end=\"685\"><strong data-start=\"305\" data-end=\"322\">BANJARMASIN &#8211;<\/strong> Ruang ekspresi sastra di Kalimantan Selatan diperluas melalui pementasan bertajuk \u201cPuisi dalam Banyak Wajah\u201d yang menghadirkan berbagai kalangan, mulai dari penyair, pelajar, seniman, hingga masyarakat umum. Kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Puisi 2026 itu menjadi wadah memperkuat apresiasi terhadap keberagaman karya dan gagasan dalam dunia sastra.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"687\" data-end=\"905\">Pementasan tersebut diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Kalsel di Banjarmasin, Sabtu (1\/8\/2026) malam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"907\" data-end=\"1112\">Kegiatan hasil kerja sama dengan Dewan Kesenian Kota Banjarmasin itu menghadirkan beragam penampilan seni, sekaligus mempertemukan pelaku sastra dari berbagai latar belakang dalam satu panggung kebudayaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1114\" data-end=\"1407\">Antusiasme peserta terlihat dalam sesi Gemuruh Puisi, ketika para penyair dan penikmat sastra bersama-sama membacakan karya puisi dalam suasana interaktif dan penuh semangat. Momentum tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan publik dalam menjaga keberlangsungan ekosistem sastra daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1409\" data-end=\"1758\">Sejumlah kelompok seni dan pelajar turut ambil bagian dalam acara tersebut, di antaranya Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Banjarmasin, Teater Ikalisasi Puisi Selendang dari Tanah Laut, serta SMAN 3 Martapura. Selain itu, beberapa penyair dan pegiat sastra seperti Om Miki, Fatimah, Yadi, dan pembaca puisi lainnya juga menampilkan karya mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1760\" data-end=\"1962\">Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Rizal Pahmi melalui Kepala Seksi Pengembangan dan Pergelaran Isra Biadillah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1964\" data-end=\"2208\">\u201cPuisi memiliki banyak wajah; wajah kemanusiaan, cinta, alam, kesejahteraan, kritik sosial, harapan, kegelisahan, hingga wajah kebudayaan yang terus tumbuh mengikuti zamannya,\u201d ujar Isra sebagaimana diberitakan Diskominfomc, Senin (03\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2210\" data-end=\"2406\">Menurutnya, tema \u201cPuisi dalam Banyak Wajah\u201d menggambarkan bahwa puisi tidak hanya hadir sebagai karya sastra, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan berbagai perspektif kehidupan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2408\" data-end=\"2618\">Ia menilai perkembangan zaman yang semakin cepat membuat karya sastra tetap memiliki peran penting dalam menjaga kepekaan manusia terhadap persoalan sosial, lingkungan, dan budaya yang berkembang di sekitarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2620\" data-end=\"2950\">\u201cKegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang apresiasi yang inklusif bagi para sastrawan dan masyarakat untuk saling berbagi gagasan serta pengalaman kreatif, tetapi juga mampu memperkuat ekosistem sastra dan menginspirasi generasi muda agar semakin mencintai sastra sebagai bagian dari identitas budaya bangsa,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2952\" data-end=\"3144\">Melalui kegiatan tersebut, Taman Budaya Kalsel berharap minat generasi muda terhadap sastra terus berkembang dan menjadikan seni puisi sebagai bagian dari penguatan identitas budaya daerah. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3146\" data-end=\"3188\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pementasan \u201cPuisi dalam Banyak Wajah\u201d menjadi ruang apresiasi sastra yang mempertemukan penyair, pelajar, dan masyarakat untuk memperkuat budaya literasi di Kalimantan Selatan. BANJARMASIN &#8211; Ruang ekspresi sastra di Kalimantan Selatan diperluas melalui pementasan bertajuk \u201cPuisi dalam Banyak Wajah\u201d yang menghadirkan berbagai kalangan, mulai dari penyair, pelajar, seniman, hingga masyarakat umum. Kegiatan yang digelar untuk memperingati &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":198942,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2969,17,2276],"tags":[47157,7964,44735,47155,29417,47152,9790,6790,1692,47153,47154,47156,29415],"class_list":["post-198941","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-balangan-provinsi-kalimantan-selatan","category-headlines","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-apresiasi-sastra","tag-banjarmasin","tag-budaya-kalsel","tag-dewan-kesenian-banjarmasin","tag-disdikbud-kalsel","tag-hari-puisi-2026","tag-kalimantan-selatan","tag-kalsel","tag-pelajar","tag-puisi","tag-sastra-daerah","tag-seniman","tag-taman-budaya-kalsel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198941","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=198941"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198941\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":198943,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198941\/revisions\/198943"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/198942"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=198941"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=198941"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=198941"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}