{"id":198954,"date":"2026-08-03T13:01:39","date_gmt":"2026-08-03T05:01:39","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=198954"},"modified":"2026-08-03T13:01:39","modified_gmt":"2026-08-03T05:01:39","slug":"disdikbud-kalsel-ubah-pola-pelestarian-budaya-lewat-pemberdayaan-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/disdikbud-kalsel-ubah-pola-pelestarian-budaya-lewat-pemberdayaan-masyarakat\/","title":{"rendered":"Disdikbud Kalsel Ubah Pola Pelestarian Budaya Lewat Pemberdayaan Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemprov Kalimantan Selatan mendorong perubahan pengelolaan budaya dari pola bergantung pada pemerintah menuju gerakan mandiri berbasis masyarakat dan generasi muda.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>BANJARMASIN &#8211;<\/strong> Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengubah arah pengelolaan kebudayaan dengan mendorong keterlibatan masyarakat secara lebih luas. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, pemerintah kini mengedepankan pola pemberdayaan dari tingkat akar rumput agar kebudayaan dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Perubahan pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi Pemprov Kalsel dalam membangun ekosistem budaya yang tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah, tetapi juga tumbuh dari inisiatif komunitas, pelaku seni, serta generasi muda.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kepala Disdikbud Kalsel Abdul Rahim melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Eddy Suwarto menjelaskan, pemerintah saat ini berperan sebagai pengarah dan fasilitator agar berbagai kegiatan budaya dapat berkembang secara inklusif.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">\u201cPada prinsipnya, acara-acara seperti ini harusnya memang berjalan secara inklusif, Pak. Kalau dulu kan eksklusif, dibiayai pemerintah\u2026 Nah, pada saat ini mereka sudah mulai mandiri. Kita arahkan mandiri, secara <em>grassroots<\/em> tumbuh, jadi kita pada saat akhirnya kita memfasilitasi akhirnya saja,\u201d ujar Eddy di Banjarmasin, Minggu (2\/8\/2026), sebagaimana diberitakan Diskominfomc, Senin (03\/08\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Menurut Eddy, pola baru tersebut bertujuan menciptakan ruang bagi masyarakat untuk menjadi pelaku utama dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah. Pemerintah tidak lagi menjadi satu-satunya penggerak, melainkan hadir untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan kebudayaan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">\u201cJadi anak-anak sekarang memang pada prinsipnya sebagai agen warisan ya. Jadi kita bagaimana pemerintah hadir di sana membentuk anak-anak ini, sehingga mereka membawa pesan-pesan kebudayaan lokal bagaimana nanti kebudayaan Banjar ini berkembang dari usia dini,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dalam upaya memperkuat pembangunan kebudayaan, Pemprov Kalsel juga menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penguatan pengelolaan museum, penyusunan ensiklopedia kebudayaan berbasis spasial, hingga perluasan akses informasi budaya ke lingkungan sekolah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, pemerintah mendorong pembentukan ekosistem seni melalui program seniman masuk sekolah yang dikolaborasikan dengan kebijakan nasional mengenai pengembangan talenta.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Melalui transformasi kebijakan tersebut, Pemprov Kalsel berharap kebudayaan daerah tidak hanya menjadi warisan yang dipertahankan, tetapi berkembang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, terutama generasi muda yang akan menjadi penerus budaya Banua. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemprov Kalimantan Selatan mendorong perubahan pengelolaan budaya dari pola bergantung pada pemerintah menuju gerakan mandiri berbasis masyarakat dan generasi muda. BANJARMASIN &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengubah arah pengelolaan kebudayaan dengan mendorong keterlibatan masyarakat secara lebih luas. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, pemerintah kini mengedepankan pola pemberdayaan dari tingkat akar rumput &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":198955,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2275,17,2276],"tags":[17297,47176,29420,29417,47175,15270,47178,9790,6790,47174,1882,9116,47177],"class_list":["post-198954","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan","category-headlines","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-abdul-rahim","tag-akar-rumput-budaya","tag-budaya-banjar","tag-disdikbud-kalsel","tag-eddy-suwarto","tag-generasi-muda","tag-indeks-kebudayaan","tag-kalimantan-selatan","tag-kalsel","tag-kebudayaan-daerah","tag-pelestarian-budaya","tag-pemprov-kalsel","tag-seniman-masuk-sekolah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198954","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=198954"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198954\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":198956,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/198954\/revisions\/198956"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/198955"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=198954"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=198954"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=198954"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}