{"id":199078,"date":"2026-08-03T19:20:02","date_gmt":"2026-08-03T11:20:02","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=199078"},"modified":"2026-08-03T19:20:02","modified_gmt":"2026-08-03T11:20:02","slug":"banjir-terparah-terjang-sei-bilal-kendaraan-ikut-hanyut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/banjir-terparah-terjang-sei-bilal-kendaraan-ikut-hanyut\/","title":{"rendered":"Banjir Terparah Terjang Sei Bilal, Kendaraan Ikut Hanyut"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Banjir yang datang cepat saat warga masih tertidur merusak rumah, kendaraan, peralatan, dan sumber penghasilan masyarakat Sei Bilal di Nunukan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>NUNUKAN<\/strong> &#8211; Banjir bandang yang menerjang kawasan Sei Bilal, Kabupaten Nunukan (Nunukan), Kalimantan Utara (Kaltara), Senin (03\/08\/2026) dini hari, tidak hanya merusak rumah dan harta benda warga, tetapi juga melumpuhkan mata pencaharian mereka. Warga terdampak kini membutuhkan bantuan pakaian, bahan makanan, dan kebutuhan dasar untuk memulai pemulihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Pulau Nunukan sejak sekitar pukul 03.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Sekitar satu setengah jam kemudian, air masuk ke permukiman dengan cepat ketika sebagian besar warga masih tertidur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sela, warga Sei Bilal, terbangun saat air hampir mencapai telinganya. Ia tinggal di rumah kontrakan bersama tiga adik dan seorang anak kecil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya baru sadar saat air sudah hampir mengenai telinga.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sela, sebagaimana diberitakan Simp4tik, Senin, (03\/08\/2026), mengatakan air telah menggenangi seluruh bagian rumah ketika mereka terbangun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hujan mulai sangat deras sekitar pukul 03.00 Wita. Sekitar pukul 04.30 Wita air sudah masuk rumah. Kami tidak sempat menyelamatkan apa pun,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasur, pakaian, dan sejumlah peralatan elektronik di dalam rumah terendam serta hanyut. Banjir juga menghentikan usaha kecil berjualan es yang selama ini menjadi sumber penghasilan keluarga Sela.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Semuanya basah. Bahkan pakaian pun tidak ada yang bisa dipakai. Kami berharap ada bantuan kebutuhan dasar untuk warga terdampak,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Arus banjir yang datang dengan cepat juga mengejutkan Ina, warga lain di kawasan tersebut. Ia terbangun setelah mendengar suara benturan keras dari pintu belakang rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya pikir ada orang mengetuk pintu. Ternyata air yang mendobrak. Dalam waktu sekitar lima menit air langsung naik sangat tinggi,&#8221; kenangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kondisi darurat, Ina hanya sempat menyelamatkan anak dan kakaknya. Ia kemudian berusaha mencari tiga sepeda motor yang hanyut terbawa arus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya hanya sempat membawa telepon genggam. Berkas penting, kulkas, kompor, bahan makanan, semuanya rusak,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga lainnya, Cice Hernani, menyebut banjir tersebut sebagai kejadian terparah yang pernah dialaminya. Ketinggian air mencapai dada orang dewasa dan arusnya menyeret sejumlah kendaraan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Air sampai setinggi dada orang dewasa. Mobil-mobil yang terparkir ikut hanyut. Alhamdulillah sebagian tertahan pohon sehingga tidak terbawa lebih jauh,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski mengalami kerugian materi, warga bersyukur tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Setelah air berangsur surut, masyarakat mulai bergotong royong membersihkan lumpur dan barang-barang yang berserakan di dalam rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan relawan turut membantu pembersihan serta penyedotan air dari kawasan terdampak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga berharap bantuan kebutuhan dasar dan pemulihan mata pencaharian dapat segera diberikan. Penanganan jangka panjang juga diperlukan agar banjir serupa tidak kembali mengancam permukiman dan kehidupan masyarakat Sei Bilal. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjir yang datang cepat saat warga masih tertidur merusak rumah, kendaraan, peralatan, dan sumber penghasilan masyarakat Sei Bilal di Nunukan. NUNUKAN &#8211; Banjir bandang yang menerjang kawasan Sei Bilal, Kabupaten Nunukan (Nunukan), Kalimantan Utara (Kaltara), Senin (03\/08\/2026) dini hari, tidak hanya merusak rumah dan harta benda warga, tetapi juga melumpuhkan mata pencaharian mereka. Warga terdampak &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":199084,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,27,2248],"tags":[14945,25406,47365,47369,21618,47368,47367,3449,2889,2491,47370,28111,28816,2500,24615,37263,5781,46105,18581,47364,47366,1792],"class_list":["post-199078","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara","tag-banjir-bandang","tag-banjir-nunukan","tag-banjir-sei-bilal","tag-bantuan-korban-banjir","tag-bpbd-nunukan","tag-cice-hernani","tag-ina","tag-kabupaten-nunukan","tag-kalimantan-utara","tag-kaltara","tag-kebutuhan-dasar-warga","tag-kendaraan-hanyut","tag-korban-banjir","tag-nunukan","tag-pemulihan-pascabanjir","tag-pmi-nunukan","tag-polri","tag-pulau-nunukan","tag-rumah-terendam","tag-sei-bilal","tag-sela","tag-tni"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199078","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=199078"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199078\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":199086,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199078\/revisions\/199086"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/199084"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=199078"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=199078"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=199078"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}