{"id":199377,"date":"2026-08-05T20:20:02","date_gmt":"2026-08-05T12:20:02","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=199377"},"modified":"2026-08-06T01:08:05","modified_gmt":"2026-08-05T17:08:05","slug":"karhutla-meluas-kualitas-udara-kotim-memburuk-drastis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/karhutla-meluas-kualitas-udara-kotim-memburuk-drastis\/","title":{"rendered":"Karhutla Meluas, Kualitas Udara Kotim Memburuk Drastis"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Indeks pencemaran udara Kotim meningkat menjadi 271 akibat asap karhutla, sementara tim gabungan masih memadamkan kebakaran di sedikitnya delapan lokasi.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>KOTAWARINGIN TIMUR <\/b>&#8211; Kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), memburuk hingga masuk kategori sangat tidak sehat dengan indeks pencemaran mencapai 271, Rabu (05\/08\/2026) pagi. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat meningkatkan risiko gangguan kesehatan sehingga masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Kotim Marjuki mengimbau masyarakat menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap, terutama partikulat halus berdiameter kurang dari 2,5 mikrometer (PM2.5).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Selain upaya penanganan kebakaran yang terus dilakukan pemerintah, kami mengimbau masyarakat menggunakan masker agar tidak terhirup asap. Kalau tidak mendesak, kurangi beraktivitas di luar rumah,&#8221; kata Marjuki sebagaimana dilansir Antara, Rabu, (05\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Data pemantauan menunjukkan kualitas udara Kotim pada pukul 07.03 WIB berada dalam kategori tidak sehat dengan indeks pencemaran 193. Polutan utama yang mendominasi udara ialah PM2.5.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi tersebut semakin memburuk pada pukul 08.42 WIB. Indeks pencemaran meningkat menjadi 271 atau masuk kategori sangat tidak sehat dan masih didominasi PM2.5.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Marjuki mengatakan penurunan kualitas udara dipicu kabut asap yang lebih pekat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Peningkatan kebakaran lahan, terutama di wilayah Sampit dan sekitarnya, menyebabkan konsentrasi polutan di udara bertambah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kualitas udara pagi ini menurun menjadi sangat tidak sehat. Ini perlu diwaspadai seluruh masyarakat karena rawan berdampak terhadap kesehatan,&#8221; kata Marjuki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain mengancam kesehatan masyarakat, karhutla masih meluas di sejumlah kawasan. Sedikitnya delapan lokasi kebakaran terpantau sejak Selasa (04\/08\/2026) siang hingga malam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lokasi kebakaran tersebut meliputi Jalan Graha Pramuka Jalur 1, kawasan Sangga Buana-Sekar Arum-Tidar 3, Jalan MT Haryono Barat, Pelita Barat, Bumi Raya 1, Jalan Tjilik Riwut Kilometer 7, Jalan Jenderal Sudirman, dan Kilometer 23.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejumlah kebakaran di lokasi tersebut telah berlangsung sejak hari sebelumnya dan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Titik api baru juga dilaporkan muncul pada Selasa malam di sepanjang Jalan Tjilik Riwut yang menghubungkan Sampit dan Kota Besi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam mengatakan tim gabungan terus melakukan pemadaman di sejumlah titik. Pemadaman melalui jalur udara diterapkan untuk lokasi yang sulit dijangkau petugas darat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Operasi tersebut dibantu helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan metode water bombing. Petugas juga kembali melanjutkan pemadaman di lokasi yang masih terbakar sejak hari sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami mengimbau dengan sangat kepada masyarakat untuk membantu mencegah dan menanggulanginya karhutla ini agar tidak semakin parah. Membakar lahan akan membawa dampak buruk bagi masyarakat luas. Selain itu, ada konsekuensi hukum bagi pelaku karena aparat penegak hukum sudah menegaskan akan menindak secara tegas,&#8221; kata Multazam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BPBD Kotim terus memantau wilayah rawan untuk mendeteksi kemunculan titik api baru. Pencegahan kebakaran dan keterlibatan masyarakat diperlukan agar kabut asap tidak semakin parah serta kualitas udara dapat kembali membaik. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indeks pencemaran udara Kotim meningkat menjadi 271 akibat asap karhutla, sementara tim gabungan masih memadamkan kebakaran di sedikitnya delapan lokasi. KOTAWARINGIN TIMUR &#8211; Kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), memburuk hingga masuk kategori sangat tidak sehat dengan indeks pencemaran mencapai 271, Rabu (05\/08\/2026) pagi. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":199387,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,2259,2266],"tags":[4067,15663,47818,47816,39521,6051,15661,20126,40294,47820,47814,47819,11818,47815,47817,39604],"class_list":["post-199377","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah","tag-bnpb","tag-bpbd-kotim","tag-dlh-kotim","tag-indeks-pencemaran-271","tag-kabut-asap-sampit","tag-kalimantan-tengah","tag-karhutla-kotim","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kebakaran-lahan-sampit","tag-kesehatan-warga-kotim","tag-kualitas-udara-kotim","tag-marjuki","tag-multazam","tag-pm2-5-kotim","tag-udara-sangat-tidak-sehat","tag-water-bombing"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199377","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=199377"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199377\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":199388,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199377\/revisions\/199388"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/199387"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=199377"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=199377"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=199377"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}