{"id":199488,"date":"2026-08-06T21:44:29","date_gmt":"2026-08-06T13:44:29","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=199488"},"modified":"2026-08-06T21:44:29","modified_gmt":"2026-08-06T13:44:29","slug":"satu-warga-tewas-terjebak-karhutla-20-hektare-di-ketapang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/satu-warga-tewas-terjebak-karhutla-20-hektare-di-ketapang\/","title":{"rendered":"Satu Warga Tewas Terjebak Karhutla 20 Hektare di Ketapang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Polisi menyelidiki dugaan kelalaian saat pembersihan kebun kelapa sawit yang memicu karhutla seluas sekitar 20 hektare dan menewaskan seorang warga di Desa Pelang, Ketapang.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KETAPANG<\/strong> &#8211; Kepolisian menyelidiki dugaan kelalaian dalam aktivitas pembersihan kebun kelapa sawit yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 20 hektare di ruas Jalan Pelang\u2013Kepuluk kilometer 5 hingga kilometer 7, Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang. Kebakaran yang terjadi pada Selasa (04\/08\/2026) sekitar pukul 20.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) itu menewaskan satu orang dan menyebabkan lima warga sempat terjebak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, api diduga berasal dari aktivitas pembersihan lahan perkebunan kelapa sawit. Cuaca panas dan tiupan angin kencang membuat kobaran api dengan cepat merambat ke kawasan sekitarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebanyak lima orang dilaporkan terjebak di tengah kebakaran. Empat orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sedangkan seorang warga berinisial T.H. (26) meninggal dunia setelah diduga terjebak kepulan asap dan kobaran api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Korban diketahui mengalami sesak napas ketika berusaha menyelamatkan diri dengan menerobos asap tebal dan kobaran api di sekitar Jalan Pelang kilometer 5. Korban kemudian tidak sadarkan diri sebelum tubuhnya tersambar api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petugas gabungan yang melakukan pencarian menemukan korban pada Rabu (05\/08\/2026) sekitar pukul 01.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya pemadaman masih menghadapi kendala karena angin kencang terus mendorong api merambat ke area lain. Kondisi lahan gambut yang tebal dan kering juga menyebabkan api sulit dipadamkan secara menyeluruh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketiadaan sumber air di sekitar lokasi semakin menyulitkan petugas. Armada pemadam harus mengambil pasokan air dari permukiman warga yang berjarak sekitar 10 kilometer dari titik kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Personel gabungan dari Kepolisian Resor (Polres) Ketapang, Kepolisian Sektor (Polsek) Matan Hilir Selatan, Polsek Tumbang Titi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, dan unsur terkait masih melakukan pemadaman karena sejumlah titik api belum sepenuhnya padam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Ketapang Muhammad Harris, sebagaimana dilansir Humas Polres Ketapang, Kamis (06\/08\/2026), mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang meluas dan mengancam keselamatan jiwa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Selain melanggar hukum, tindakan tersebut sangat berbahaya karena dapat memicu kebakaran yang meluas, merusak lingkungan, serta mengancam keselamatan masyarakat. Kami juga akan melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kebakaran ini,&#8221; tegas Kapolres.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polres Ketapang juga terus menjalankan langkah pencegahan karhutla melalui imbauan langsung kepada masyarakat yang disampaikan personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), patroli terpadu, serta edukasi melalui kanal media sosial resmi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain memperkuat pemadaman, Polres Ketapang mengintensifkan koordinasi dengan instansi terkait untuk menyelidiki penyebab kebakaran, mengamankan jalur terdampak, dan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar sekaligus menghindari terulangnya kebakaran yang menimbulkan korban jiwa. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Polisi menyelidiki dugaan kelalaian saat pembersihan kebun kelapa sawit yang memicu karhutla seluas sekitar 20 hektare dan menewaskan seorang warga di Desa Pelang, Ketapang. KETAPANG &#8211; Kepolisian menyelidiki dugaan kelalaian dalam aktivitas pembersihan kebun kelapa sawit yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 20 hektare di ruas Jalan Pelang\u2013Kepuluk kilometer 5 hingga kilometer &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":199489,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,30],"tags":[1498,48003,48005,40881,26961,48002,40015,48006,1671,48004,31409,26000,47325,33183,2723],"class_list":["post-199488","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-bpbd","tag-desa-pelang","tag-jalan-pelang-kepuluk","tag-karhutla-ketapang","tag-kebakaran-lahan-gambut","tag-kebakaran-lahan-ketapang","tag-kebun-kelapa-sawit","tag-korban-karhutla","tag-manggala-agni","tag-matan-hilir-selatan","tag-muhammad-harris","tag-pemadaman-karhutla","tag-pembukaan-lahan-dengan-membakar","tag-penyelidikan-kebakaran","tag-polres-ketapang"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199488","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=199488"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199488\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":199495,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199488\/revisions\/199495"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/199489"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=199488"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=199488"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=199488"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}