{"id":199577,"date":"2026-08-06T23:56:02","date_gmt":"2026-08-06T15:56:02","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=199577"},"modified":"2026-08-07T01:03:04","modified_gmt":"2026-08-06T17:03:04","slug":"konflik-as-iran-membuat-selat-hormuz-nyaris-sepi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/konflik-as-iran-membuat-selat-hormuz-nyaris-sepi\/","title":{"rendered":"Konflik AS-Iran Membuat Selat Hormuz Nyaris Sepi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Lalu lintas Selat Hormuz menyusut dari sekitar 140 menjadi 12 kapal per hari, sementara sejumlah kapal memilih mematikan sistem pelacak untuk melewati kawasan berisiko tinggi.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>TEHERAN <\/b>&#8211; Arus pelayaran melalui Selat Hormuz merosot tajam di tengah konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran. Perusahaan intelijen maritim Windward mencatat hanya 12 kapal melintasi jalur strategis tersebut dalam 24 jam hingga Rabu (05\/08\/2026), jauh di bawah kondisi normal yang mencapai sekitar 140 kapal per hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebanyak enam kapal tercatat memasuki selat dan enam kapal lainnya keluar. Penurunan lalu lintas tersebut menunjukkan aktivitas pelayaran komersial belum kembali normal akibat tingginya risiko keamanan di salah satu jalur perdagangan dan energi terpenting dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Windward mendeteksi 12 kapal melintasi Hormuz dalam 24 jam terakhir hingga pukul 21.00, 5 Agustus: 6 masuk, 6 keluar dibanding dengan 140 kapal sebelum gangguan,&#8221; demikian tulis Windward melalui platform X.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Data tersebut, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Kamis, (06\/08\/2026), juga menunjukkan adanya kapal yang mencoba melintas tanpa mengaktifkan sistem identifikasi otomatis atau Automatic Identification System (AIS).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Windward mendeteksi tiga kapal mematikan sistem pelacak pada malam hari sehingga pergerakannya tidak terbaca selama sekitar 12 jam. Ketiga kapal tersebut dilaporkan melewati koridor selatan Selat Hormuz.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penggunaan pola pelayaran tanpa AIS atau dark transit menunjukkan sebagian operator kapal berupaya mengurangi keterlacakan selama melewati kawasan berisiko tinggi. Praktik serupa telah berulang kali terdeteksi sepanjang gangguan pelayaran di Selat Hormuz.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu kapal pengangkut barang curah tercatat berlayar keluar dari Iran menuju pangkalan militer di Oman. Windward mengategorikan kapal tersebut sebagai kandidat pemecah blokade tingkat satu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, sebuah kapal berbendera Panama sepanjang sekitar 190 meter sempat mendekati Selat Hormuz dengan tujuan Umm Qasr, Irak. Kapal itu kemudian berbalik arah sebelum memasuki selat sehingga tidak dihitung dalam jumlah pelayaran harian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gangguan pelayaran terjadi setelah konflik bersenjata yang melibatkan Iran, AS, dan Israel meningkatkan risiko keamanan di kawasan Timur Tengah. Serangan dan pembatasan pergerakan kapal membuat perusahaan pelayaran harus mempertimbangkan ulang rute, waktu keberangkatan, serta keselamatan awak dan muatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah tekanan terhadap lalu lintas maritim, Iran dan Oman melanjutkan pembicaraan mengenai pengaturan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz. Kedua negara disebut telah mencapai kesepahaman mengenai koordinat geografis rute yang diusulkan, tetapi aspek teknis, hukum, keamanan, dan lingkungan masih dibahas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyatakan pembicaraan dengan Oman berjalan maju. Namun, Iran menilai kesepakatan dengan Oman saja belum cukup menjamin keamanan pelayaran selama faktor-faktor pemicu ketegangan masih berlangsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengeklaim Washington tengah berdiskusi dengan Teheran dan memperkirakan Selat Hormuz segera dibuka. Pemerintah Iran membantah adanya pembicaraan langsung dengan AS dan menegaskan proses yang berlangsung dilakukan bersama Oman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perundingan tersebut menjadi perhatian dunia karena pemulihan lalu lintas Selat Hormuz dapat mengurangi risiko terhadap distribusi energi, perdagangan maritim, dan stabilitas harga komoditas. Namun, pergerakan yang hanya mencapai 12 kapal dalam sehari menunjukkan normalisasi jalur pelayaran tersebut masih menghadapi tantangan keamanan dan diplomasi yang besar. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lalu lintas Selat Hormuz menyusut dari sekitar 140 menjadi 12 kapal per hari, sementara sejumlah kapal memilih mematikan sistem pelacak untuk melewati kawasan berisiko tinggi. TEHERAN &#8211; Arus pelayaran melalui Selat Hormuz merosot tajam di tengah konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran. Perusahaan intelijen maritim Windward mencatat hanya 12 kapal melintasi jalur strategis tersebut dalam &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":199582,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[16068,48210,48208,6796,35195,48209,43568,22850,48207,17985,48203,48211,48204,48205,46283,15308,5723,48206],"class_list":["post-199577","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-as-iran","tag-blokade-selat-hormuz","tag-dark-transit","tag-donald-trump","tag-esmail-baghaei","tag-iran-dan-oman","tag-jalur-pelayaran-dunia","tag-kapal-komersial","tag-kapal-tanpa-ais","tag-keamanan-maritim","tag-konflik-amerika-serikat-iran","tag-krisis-pelayaran","tag-lalu-lintas-kapal","tag-pelayaran-global","tag-perdagangan-energi","tag-selat-hormuz","tag-timur-tengah","tag-windward"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199577","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=199577"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199577\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":199587,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199577\/revisions\/199587"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/199582"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=199577"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=199577"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=199577"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}