{"id":199594,"date":"2026-08-06T22:08:03","date_gmt":"2026-08-06T14:08:03","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=199594"},"modified":"2026-08-07T01:20:36","modified_gmt":"2026-08-06T17:20:36","slug":"menaker-dorong-kampus-perbarui-kurikulum-sesuai-dunia-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/menaker-dorong-kampus-perbarui-kurikulum-sesuai-dunia-kerja\/","title":{"rendered":"Menaker Dorong Kampus Perbarui Kurikulum Sesuai Dunia Kerja"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Menaker Yassierli mendorong evaluasi kurikulum dan penguatan pendidikan STEM untuk memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan indust<\/em>ri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA<\/strong> &#8211; Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyoroti ketidakselarasan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri sebagai tantangan dalam penyerapan tenaga kerja. Perguruan tinggi didorong mengevaluasi kurikulum serta memperkuat pendidikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) agar lulusan lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli saat menghadiri pembukaan Rapat Tahunan Asosiasi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Indonesia (AMLI) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (06\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Yassierli, persoalan ketidakselarasan kompetensi tidak hanya berkaitan dengan pendidikan formal, tetapi juga kesenjangan keterampilan antara kemampuan pencari kerja dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Masih terdapat mismatch antara kompetensi lulusan dengan tuntutan dunia kerja, termasuk skill gap antara kemampuan yang dimiliki pencari kerja dan kebutuhan industri. Karena itu, berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan perlu terus diperkuat agar kesenjangan tersebut dapat diatasi,&#8221; ujar Yassierli, sebagaimana dilansir Kemnaker, Kamis, (06\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengatakan penguatan pendidikan STEM menjadi salah satu langkah penting untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menjawab kebutuhan industri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penguatan tersebut sejalan dengan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pendidikan STEM sebagai fondasi pembangunan SDM yang kompeten, produktif, dan berdaya saing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yassierli juga mengapresiasi komitmen para dekan yang terus membangun koordinasi dan sinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kolaborasi antarlembaga pendidikan dinilai penting untuk memastikan materi pembelajaran tetap relevan dengan perubahan kebutuhan pasar kerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ini merupakan langkah yang sangat positif dan patut didukung. Kolaborasi perguruan tinggi dalam mempersiapkan lulusan yang berkualitas akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, lulusan bidang MIPA memiliki peluang kerja yang luas karena penguasaan ilmu sains menjadi fondasi dalam pengembangan teknologi, rekayasa, analisis data, dan berbagai sektor industri lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, peluang tersebut perlu didukung kurikulum yang terus diperbarui agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan analitis, pemecahan masalah, komunikasi, dan keterampilan lain yang dibutuhkan dunia kerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kompetensi dasar yang kuat merupakan modal penting bagi tenaga kerja Indonesia untuk beradaptasi dengan perubahan dunia kerja sekaligus meningkatkan daya saing bangsa,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri diharapkan mampu memperkecil kesenjangan kompetensi, meningkatkan kesiapan kerja lulusan, serta memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang semakin cepat. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menaker Yassierli mendorong evaluasi kurikulum dan penguatan pendidikan STEM untuk memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri. JAKARTA &#8211; Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyoroti ketidakselarasan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri sebagai tantangan dalam penyerapan tenaga kerja. Perguruan tinggi didorong mengevaluasi kurikulum serta memperkuat pendidikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) agar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":199602,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,9295,35],"tags":[48282,16420,4589,43532,19287,15037,48278,48277,48281,48283,48280,28992,19286,25414,22934,48279,35412,25710,17955,15470],"class_list":["post-199594","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-jakarta","category-berita-nasional","tag-amli-2026","tag-dunia-kerja","tag-jakarta","tag-kebutuhan-industri","tag-kementerian-ketenagakerjaan","tag-kemnaker","tag-kesenjangan-keterampilan","tag-kompetensi-lulusan","tag-kurikulum-perguruan-tinggi","tag-lptk-indonesia","tag-lulusan-mipa","tag-lulusan-perguruan-tinggi","tag-menaker","tag-menteri-ketenagakerjaan","tag-mismatch-tenaga-kerja","tag-pendidikan-stem","tag-skill-gap","tag-sumber-daya-manusia","tag-tenaga-kerja-indonesia","tag-yassierli"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199594","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=199594"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199594\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":199604,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199594\/revisions\/199604"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/199602"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=199594"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=199594"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=199594"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}