{"id":199819,"date":"2026-08-08T21:42:08","date_gmt":"2026-08-08T13:42:08","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=199819"},"modified":"2026-08-09T03:02:46","modified_gmt":"2026-08-08T19:02:46","slug":"api-mengamuk-di-rinjani-30-hektare-kawasan-terdampak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/api-mengamuk-di-rinjani-30-hektare-kawasan-terdampak\/","title":{"rendered":"Api Mengamuk di Rinjani, 30 Hektare Kawasan Terdampak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tim gabungan berhasil memadamkan tiga titik api setelah kebakaran menghanguskan sekitar 30 hektare kawasan Gunung Rinjani di Lotim, sementara penyebab kejadian masih belum dapat dipastikan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>NUSA TENGGARA BARAT<\/strong> &#8211; Tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran yang menghanguskan sekitar 30 hektare kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di wilayah Sembalun, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (08\/08\/2026) dini hari. Meski api telah padam, penyebab kebakaran yang muncul sejak Jumat (07\/08\/2026) sore itu masih belum dapat dipastikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebakaran terdeteksi di kawasan Maletan mengarah ke Bukit Tiga, tepatnya di area perbatasan antara kawasan TNGR dan lahan milik masyarakat. Informasi awal mengenai kemunculan api diterima petugas dari warga sekitar pukul 16.48 Waktu Indonesia Tengah (WITA).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Subbagian (Kasubbag) Tata Usaha TNGR Astekita Ardiaristo mengatakan laporan masyarakat menjadi dasar bagi tim untuk segera bergerak menuju lokasi kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 16.48 WITA. Ada titik hotspot di batas kawasan, antara kawasan inti dan kebun masyarakat di wilayah Maletan, ke arah Bukit Tiga,&#8221; kata Astekita, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Sabtu, (08\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah diterjunkan ke lokasi, tim gabungan menemukan tiga titik api yang masih aktif. Upaya pemadaman dilakukan menggunakan pompa air, racun api, dan parang untuk menjangkau serta memutus rambatan api di kawasan yang ditumbuhi semak belukar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi vegetasi berupa semak dan belukar menjadi salah satu kendala selama proses pemadaman karena membuat api lebih cepat menjalar. Setelah penanganan berlangsung beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.30 WITA, Sabtu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petugas kemudian memastikan tidak terdapat titik api aktif sebelum meninggalkan lokasi. Tim kembali melakukan penyisiran dan pendinginan akhir atau mopping up pada pagi hari untuk mengantisipasi munculnya kembali api dari sisa material yang terbakar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sebelum kembali, tim di lapangan sudah memastikan semua titik api sudah tidak ada. Pagi ini, tim akan ke lokasi untuk mopping up untuk memastikan api sudah betul-betul padam,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski sekitar 30 hektare kawasan terdampak, TNGR belum menyimpulkan faktor yang memicu kebakaran. Penelusuran masih diperlukan untuk memastikan apakah api berasal dari aktivitas manusia atau dipengaruhi faktor alam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Untuk penyebabnya kami belum bisa memastikan, apakah karena aktivitas manusia atau faktor alam,&#8221; kata Astetika.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Padamnya seluruh titik api menghentikan perluasan kebakaran untuk sementara. Namun, pengawasan dan pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan kawasan benar-benar aman sekaligus mengungkap penyebab kebakaran sebagai dasar pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali meluas di kawasan Gunung Rinjani. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tim gabungan berhasil memadamkan tiga titik api setelah kebakaran menghanguskan sekitar 30 hektare kawasan Gunung Rinjani di Lotim, sementara penyebab kejadian masih belum dapat dipastikan. NUSA TENGGARA BARAT &#8211; Tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran yang menghanguskan sekitar 30 hektare kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di wilayah Sembalun, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":199835,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,35,9329],"tags":[48643,48641,48640,48631,48642,48634,1529,1530,48635,48636,48637,48639,10826,10224,48644,48638,48632,48633],"class_list":["post-199819","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-nasional","category-nusa-tenggara-barat","tag-30-hektare-rinjani","tag-astekita-ardiaristo","tag-bukit-tiga","tag-gunung-rinjani","tag-karhutla-rinjani","tag-kebakaran-gunung-rinjani","tag-kebakaran-hutan","tag-kebakaran-lahan","tag-kebakaran-rinjani","tag-lombok-timur","tag-lotim","tag-maletan","tag-ntb","tag-nusa-tenggara-barat","tag-resor-sembalun","tag-sembalun","tag-taman-nasional-gunung-rinjani","tag-tngr"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199819","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=199819"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199819\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":199842,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199819\/revisions\/199842"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/199835"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=199819"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=199819"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=199819"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}