{"id":199937,"date":"2026-08-10T08:06:05","date_gmt":"2026-08-10T00:06:05","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=199937"},"modified":"2026-08-10T08:06:05","modified_gmt":"2026-08-10T00:06:05","slug":"pemilahan-sampah-dari-rumah-jadi-kunci-kurangi-beban-tpa-kalsel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pemilahan-sampah-dari-rumah-jadi-kunci-kurangi-beban-tpa-kalsel\/","title":{"rendered":"Pemilahan Sampah dari Rumah Jadi Kunci Kurangi Beban TPA Kalsel"},"content":{"rendered":"<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4731\" data-end=\"4890\"><em>DLH Kalsel mendorong pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah untuk mengurangi beban TPA sekaligus membangun ekonomi sirkular di masyarakat.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>BANJAR &#8211;<\/strong> Pemilahan sampah dari rumah tangga didorong menjadi langkah awal untuk mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Kalimantan Selatan (Kalsel), menyusul persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Dorongan itu disampaikan dalam aksi lingkungan di Desa Sungai Rangas Hambuku, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Minggu (09\/08\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel bersama insan pers menggelar <em>Green Action<\/em> yang mengajak masyarakat tidak sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga mulai membiasakan pemilahan sampah dari sumbernya. Dalam kegiatan tersebut, warga dapat menukarkan sampah rumah tangga dengan paket sembako.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Kalsel Rahmat Prapto Udoyo mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan, Hari Jadi Kabupaten Banjar, serta Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), sebagaimana diberitakan Antara, Minggu, (09\/08\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ini sebenarnya merupakan rangkaian dari Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan, berbarengan juga dengan Hari Jadi Kabupaten Banjar, serta Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI,&#8221; jelas Rahmat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Selain penukaran sampah dengan sembako, kegiatan tersebut diisi kerja bakti membersihkan lingkungan desa dan penanaman 600 bibit pohon yang terdiri atas mahoni, tabebuya, dan trembesi.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Namun, pesan utama kegiatan diarahkan pada perubahan kebiasaan masyarakat dalam menangani sampah. Rahmat menyoroti persoalan TPA yang ditutup karena masih menerapkan metode pembuangan sampah terbuka atau <em>open dumping<\/em>, yang dinilai melanggar ketentuan lingkungan hidup dan belum memenuhi standar pengelolaan modern.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kita berharap masyarakat dan warga Provinsi Kalsel sudah mulai memilah sampah. Walaupun kampanye ini mungkin hanya menyumbang 1% dari total pemilahan, tapi ini adalah langkah sosialisasi untuk membudayakan kebiasaan tersebut. Harapannya, yang masuk ke TPA nantinya hanyalah sampah residu,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">DLH Kalsel kemudian mendorong pola pemilahan sederhana di tingkat rumah tangga dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Uji coba pola tersebut telah dilakukan di sejumlah daerah, di antaranya Banjarbaru dan Banjarmasin.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Pemilahan sejak dari rumah dinilai dapat menekan jumlah sampah yang berakhir di TPA sekaligus membuka peluang berkembangnya ekonomi sirkular di masyarakat. Pemerintah daerah juga berharap praktik tersebut tidak hanya dilakukan dalam kegiatan tertentu, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel turut mengajak pemerintah kabupaten\/kota, camat, kepala desa, komunitas, hingga sektor swasta untuk menggelar kegiatan serupa secara rutin. Langkah itu diharapkan memperluas edukasi mengenai pengelolaan sampah sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Rahmat juga mendorong perusahaan dan investor di Kalsel menjadikan kegiatan sosial dan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan. Menurut dia, bantuan kepada masyarakat dapat diberikan bersamaan dengan edukasi agar warga memiliki kemampuan mengelola sampah secara mandiri.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Anggaplah ini bagian dari charity. Filosofinya begini, kita bantu orang, tapi kita tidak merendahkan orang. Kita memberi, tapi melalui edukasi. Lewat pemilahan seperti ini, mudah-mudahan Kalimantan Selatan bisa menjadi provinsi yang bersih,&#8221; tutup Rahmat. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DLH Kalsel mendorong pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah untuk mengurangi beban TPA sekaligus membangun ekonomi sirkular di masyarakat. BANJAR &#8211; Pemilahan sampah dari rumah tangga didorong menjadi langkah awal untuk mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Kalimantan Selatan (Kalsel), menyusul persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Dorongan itu &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":199938,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2997,19,2276],"tags":[23366,48861,39624,19407,48864,23705,9790,6790,48865,19612,15397,48862,19406,855,48863],"class_list":["post-199937","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-banjar-provinsi-kalimantan-selatan","category-hotnews","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-aksi-lingkungan","tag-desa-sungai-rangas-hambuku","tag-dlh-kalsel","tag-ekonomi-sirkular","tag-green-action","tag-kabupaten-banjar","tag-kalimantan-selatan","tag-kalsel","tag-lingkungan-kalsel","tag-open-dumping","tag-pemilahan-sampah","tag-rahmat-prapto-udoyo","tag-sampah-rumah-tangga","tag-tpa","tag-tukar-sampah-sembako"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199937","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=199937"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199937\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":199939,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/199937\/revisions\/199939"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/199938"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=199937"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=199937"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=199937"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}