{"id":200022,"date":"2026-08-10T14:23:20","date_gmt":"2026-08-10T06:23:20","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=200022"},"modified":"2026-08-10T14:24:14","modified_gmt":"2026-08-10T06:24:14","slug":"kebakaran-bromo-meluas-dua-helikopter-disiapkan-untuk-pemadaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kebakaran-bromo-meluas-dua-helikopter-disiapkan-untuk-pemadaman\/","title":{"rendered":"Kebakaran Bromo Meluas, Dua Helikopter Disiapkan untuk Pemadaman"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Karhutla di kawasan Gunung Bromo meluas hingga sekitar 550 hektare, sementara titik api di P30 bergerak mendekati permukiman dan pemadaman diperkuat dari darat serta udara.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAWA TIMUR &#8211;<\/strong> Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo terus meluas hingga mencapai sekitar 550 hektare dan kini mengarah ke permukiman warga. Kondisi tersebut mendorong tim gabungan memperkuat penanganan kebakaran melalui pemadaman dari darat dan udara, Senin (10\/8\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Satriyo Nurseno melaporkan, berdasarkan pendataan hingga Senin pukul 06.00 WIB, luas kawasan yang terdampak api mencapai sekitar 550 hektare.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Luas area terbakar kurang lebih 550 hektare. Data berkembang dalam proses pendataan ulang,&#8221; tulis Satriyo dalam laporannya, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Senin (10\/8\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebakaran yang mulai terjadi pada Senin (3\/8\/2026) sekitar pukul 17.00 WIB tersebut telah membakar sejumlah vegetasi di kawasan Bromo, antara lain cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar. Hingga laporan terakhir, tidak terdapat korban jiwa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ancaman kebakaran kini meningkat karena titik api yang sebelumnya berada di P30 telah bergerak mendekati kawasan permukiman. Kondisi api di kawasan lembah Dingklik juga dilaporkan cukup besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kondisi saat ini api yang berada di P30 telah merembet hingga mengarah ke pemukiman warga serta api yang berada di lembah dingklik terlihat cukup besar,&#8221; tulisnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mengurangi risiko kebakaran meluas, dua unit helikopter, yakni PK-DAP dan PK-DAN, dijadwalkan kembali melakukan pemadaman melalui udara dengan metode <em>water bombing<\/em>. Penanganan dari darat dilakukan menggunakan dua unit truk pemadam kebakaran, dua unit truk tangki, satu mobil L300 yang membawa tandon air, serta satu unit drone <em>water spray<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain fokus pada pemadaman, akses wisata menuju kawasan Gunung Bromo juga telah ditutup sementara. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memberlakukan penutupan seluruh pintu masuk wisata sejak Sabtu (8\/8\/2026) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;TNBTS menutup sementara seluruh pintu masuk wisata Gunung Bromo mulai Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BPBD Jawa Timur terus berkoordinasi dengan TNBTS, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Lumajang, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan api dan arah angin sekaligus memperkuat penanganan di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya pengendalian karhutla melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Jawa Timur, BMKG Juanda, BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Kota Surabaya, Pemadam Kebakaran Kota Surabaya, TNBTS, Polisi Kehutanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Relawan Peduli Api, serta masyarakat setempat. Perluasan area terbakar dan pergerakan api menuju permukiman membuat penanganan terus diperkuat untuk mencegah dampak yang lebih luas. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karhutla di kawasan Gunung Bromo meluas hingga sekitar 550 hektare, sementara titik api di P30 bergerak mendekati permukiman dan pemadaman diperkuat dari darat serta udara. JAWA TIMUR &#8211; Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo terus meluas hingga mencapai sekitar 550 hektare dan kini mengarah ke permukiman warga. Kondisi tersebut mendorong tim gabungan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":200023,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,9290,35],"tags":[828,4067,47524,31682,8186,47912,48614,47528,20126,48979,20353,47915,36023,39604],"class_list":["post-200022","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-jawa-timur","category-berita-nasional","tag-bmkg","tag-bnpb","tag-bpbd-jawa-timur","tag-gunung-bromo","tag-jawa-timur","tag-karhutla-bromo","tag-kebakaran-bromo","tag-kebakaran-gunung-bromo","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-p30-bromo","tag-permukiman-warga","tag-taman-nasional-bromo-tengger-semeru","tag-tnbts","tag-water-bombing"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200022","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=200022"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200022\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":200024,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200022\/revisions\/200024"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/200023"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=200022"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=200022"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=200022"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}