{"id":200477,"date":"2026-08-12T09:42:54","date_gmt":"2026-08-12T01:42:54","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=200477"},"modified":"2026-08-12T09:43:42","modified_gmt":"2026-08-12T01:43:42","slug":"militer-israel-tertekan-netanyahu-tetap-buka-opsi-serang-iran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/militer-israel-tertekan-netanyahu-tetap-buka-opsi-serang-iran\/","title":{"rendered":"Militer Israel Tertekan, Netanyahu Tetap Buka Opsi Serang Iran"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Israel membuka opsi serangan sepihak ke Iran ketika kemampuan militernya menghadapi tekanan dan posisi politik Benjamin Netanyahu di dalam negeri semakin terdesak.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>YERUSALEM &#8211;<\/strong> Tekanan terhadap militer Israel dan merosotnya dukungan politik terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjadi faktor yang membayangi rencana Tel Aviv membuka opsi serangan sepihak ke Iran. Opsi tersebut mencuat ketika Amerika Serikat (AS) berupaya mengakhiri perang dengan Teheran, sementara Netanyahu tetap mempertahankan sikap keras terhadap program nuklir Iran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Media Israel Channel 13 melaporkan militer Israel tengah menyiapkan kemungkinan serangan ke Iran tanpa keterlibatan AS. Laporan tersebut muncul di tengah perbedaan sikap antara Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump mengenai langkah untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir setengah tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Trump disebut berupaya membawa Iran menuju perundingan penghentian perang, sedangkan Netanyahu menolak mengikuti arah tersebut. Netanyahu menilai Iran masih berupaya mengembangkan senjata nuklir yang dapat mengancam Israel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sebagai Perdana Menteri Israel, saya bertekad mencegah Iran dari senjata nuklir,&#8221; kata Netanyahu pekan lalu, sebagaimana dikutip Al Jazeera.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, kemampuan Israel untuk menjalankan operasi militer besar secara mandiri dipertanyakan sejumlah analis. Peneliti senior Institut Keamanan Nasional Misgav Israel, Kobi Michael, menilai Israel memiliki alasan untuk mempertahankan opsi serangan langsung terhadap ancaman yang dianggap membahayakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Israel hanya punya satu strategi menyerang langsung ancaman yang mengancam global dan melakukannya sendiri, jika perlu,&#8221; kata Kobi Michael, dikutip Al Jazeera.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pandangan berbeda disampaikan mantan diplomat AS Aaron David. Ia menilai serangan Israel terhadap Iran tanpa dukungan AS sulit dilakukan, terutama ketika Washington tengah mendekati kesepakatan untuk mengakhiri perang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hal seperti itu mungkin terjadi jika Iran atau Hizbullah menyerang Israel secara langsung,&#8221; kata David.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tetapi pembicaraan soal Israel menyerang Iran sekarang, ketika negosiasi Amerika Serikat sudah sangat dekat dengan kesimpulan adalah hal yang mustahil.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">David juga menyoroti perubahan hubungan antara Trump dan Netanyahu. Menurutnya, posisi Netanyahu dalam menentukan tahap berikutnya dari perang tidak lagi sekuat ketika konflik dimulai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya tak butuh Bibi memberi tahu saya soal itu. Bibi memberi tahu karena dia ingin saya terlibat,&#8221; kata Trump merujuk ke sapaan akrab Netanyahu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah perbedaan tersebut, AS masih memberikan bantuan militer kepada Israel. Namun, Washington juga disebut berupaya mengakhiri perang dengan Iran tanpa melibatkan Israel dalam seluruh proses tersebut dan melanjutkan fase kedua gencatan senjata Israel-Hamas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Izinkan saya memperjelas. Netanyahu punya peran besar dalam bagaimana perang ini dimulai. Dia tidak akan memiliki peran dalam bagaimana perang ini beralih ke fase berikutnya,&#8221; ungkap David.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sisi militer, kemampuan Israel juga menghadapi tekanan setelah lebih dari dua tahun berperang di Palestina dan berulang kali terlibat dalam konflik rudal dengan Iran. Berkurangnya personel, kelelahan mental, serta tekanan akibat perang di berbagai front disebut menjadi persoalan yang harus dihadapi militer Israel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Laporan yang dikutip Anadolu Agency menyebut persediaan rudal pencegat Arrow 2 dan Arrow 3 mengalami penurunan signifikan. Dari 150 unit yang digunakan, sebanyak 122 disebut telah ditembakkan. Di sektor ofensif, penggunaan rudal Blue Sparrow mencapai 56 persen, sedangkan rudal Rampage mencapai 49 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tekanan juga datang dari dalam negeri. Netanyahu menghadapi penyelidikan terkait dugaan korupsi sekaligus desakan politik untuk mundur dari jabatan perdana menteri. Kondisi itu membuat berakhirnya perang dan kembalinya situasi stabil berpotensi meningkatkan tuntutan publik agar pemilu dini digelar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pakar urusan Israel Adel Sheded menilai sikap Netanyahu terhadap kebijakan AS mengenai Gaza dan Iran tidak terlepas dari kepentingan politik domestiknya menjelang pemilihan pada Oktober.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Netanyahu sedang menunggu kesempatan ini untuk mengatakan &#8216;tidak&#8217; besar-besaran kepada Presiden Trump agar bisa mengendalikan debat, propaganda, dan kampanye pemilihan,&#8221; ujar Sheded, dikutip Al Jazeera.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jajak pendapat yang dirilis media Israel Channel 12 pada Juli juga menunjukkan dukungan terhadap Netanyahu menghadapi tantangan. Partai baru bentukan Eisenkot, Yashar, memperoleh proyeksi 23 kursi, unggul tipis atas Likud yang dipimpin Netanyahu dengan 22 kursi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Survei tersebut juga menunjukkan 43 persen responden menilai Eisenkot paling layak menjadi perdana menteri, sedangkan 34 persen masih memilih Netanyahu. Kondisi itu membuat keputusan Israel mengenai perang dengan Iran tidak hanya berkaitan dengan kemampuan militernya, tetapi juga dengan tekanan politik yang dihadapi Netanyahu di dalam negeri. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Israel membuka opsi serangan sepihak ke Iran ketika kemampuan militernya menghadapi tekanan dan posisi politik Benjamin Netanyahu di dalam negeri semakin terdesak. YERUSALEM &#8211; Tekanan terhadap militer Israel dan merosotnya dukungan politik terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjadi faktor yang membayangi rencana Tel Aviv membuka opsi serangan sepihak ke Iran. Opsi tersebut mencuat ketika Amerika &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":200478,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[9642,49674,49675,4250,16682,49676,6796,49678,2594,7612,2496,15078,39214,17788,35479,23743,49677,49673,49672,39213],"class_list":["post-200477","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-amerika-serikat","tag-arrow-2","tag-arrow-3","tag-as","tag-benjamin-netanyahu","tag-blue-sparrow","tag-donald-trump","tag-eisenkot","tag-gaza","tag-iran","tag-israel","tag-konflik-timur-tengah","tag-likud","tag-militer-israel","tag-perang-israel-iran","tag-politik-israel","tag-rampage","tag-rudal-israel","tag-serangan-israel-ke-iran","tag-yashar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200477","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=200477"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200477\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":200479,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200477\/revisions\/200479"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/200478"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=200477"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=200477"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=200477"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}