{"id":200539,"date":"2026-08-12T16:59:33","date_gmt":"2026-08-12T08:59:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=200539"},"modified":"2026-08-12T17:32:26","modified_gmt":"2026-08-12T09:32:26","slug":"tradisi-tulak-bala-talisayan-didorong-jadi-magnet-wisata-berau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-tulak-bala-talisayan-didorong-jadi-magnet-wisata-berau\/","title":{"rendered":"Tradisi Tulak Bala Talisayan Didorong Jadi Magnet Wisata Berau"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tradisi Tulak Bala Buang Naas di Talisayan terus dipertahankan sebagai doa keselamatan masyarakat pesisir sekaligus diarahkan menjadi kekuatan identitas budaya dan pengembangan pariwisata Berau.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BERAU<\/strong> &#8211; Pelestarian Adat Bahari Tulak Bala Buang Naas di Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, tidak hanya dipertahankan sebagai ruang doa dan silaturahmi masyarakat pesisir, tetapi juga diarahkan menjadi kekuatan identitas budaya yang dapat mendukung pengembangan pariwisata. Tradisi tersebut digelar di Pendopo Kecamatan Talisayan, Rabu (12\/08\/2026), sekaligus membuka rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kampung Talisayan dan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Potensi tradisi lokal sebagai daya tarik wisata mendapat perhatian Wakil Bupati (Wabup) Berau Gamalis. Menurutnya, adat bahari yang diwariskan secara turun-temurun perlu tetap hidup di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi agar masyarakat Talisayan tidak kehilangan identitas budayanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIni bagian dari kebudayaan masyarakat Talisayan yang harus kita jaga. Kita ingin masyarakat terus maju, tetapi tidak kehilangan jati dirinya,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gamalis menilai pelestarian adat dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata. Tradisi lokal dinilai memiliki karakter khas yang dapat membedakan Talisayan dari daerah lain sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan ketika mengunjungi kawasan pesisir Berau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya tersebut juga dinilai membutuhkan keterlibatan generasi muda. Kemajuan teknologi serta derasnya arus informasi melalui media sosial menjadi tantangan bagi keberlanjutan adat dan budaya lokal sehingga generasi muda perlu diperkenalkan dan dilibatkan secara langsung dalam kegiatan tradisi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah dorongan pengembangan pariwisata itu, masyarakat tetap mempertahankan makna utama Tulak Bala Buang Naas sebagai ikhtiar bersama memohon perlindungan dan keselamatan. Kepala Kampung (Kakam) Talisayan Ali Wardana mengatakan, sebagaimana dilansir Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Rabu, (12\/08\/2026), tradisi tersebut telah berlangsung sejak dahulu dan terus diwariskan hingga sekarang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKarena masyarakat Talisayan sangat dekat dengan laut, kami berharap seluruh aktivitas masyarakat di pesisir selalu diberikan perlindungan dan keselamatan. Tradisi ini juga menjadi sarana silaturahmi sekaligus identitas daerah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedekatan masyarakat Talisayan dengan laut menjadi salah satu alasan tradisi itu terus dipertahankan. Selain menjadi doa bersama, pelaksanaannya dimaknai sebagai permohonan agar masyarakat yang menjalankan aktivitas di kawasan pesisir memperoleh perlindungan dan dijauhkan dari marabahaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu bagian utama prosesi adalah Buang Naas. Ritual tersebut dilakukan dengan menyiramkan air linjuang yang sebelumnya telah disiapkan dan dibacakan doa kepada perwakilan anak masyarakat kampung. Prosesi terlebih dahulu dilakukan tetua adat, kemudian dilanjutkan Wabup Berau bersama pejabat serta unsur masyarakat yang hadir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaksanaan tahun ini mengusung tema \u201cMerawat Silaturahmi, Melestarikan Adat Bahari untuk Talisayan Berkah dan Harmoni\u201d. Meski kegiatan dilaksanakan dengan sejumlah keterbatasan, Gamalis mengapresiasi masyarakat yang tetap menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelestarian Tulak Bala Buang Naas diharapkan tidak hanya menjaga kesinambungan warisan budaya antargenerasi, tetapi juga memperkuat karakter Talisayan sebagai wilayah pesisir yang memiliki kekayaan adat untuk mendukung pengembangan pariwisata Berau tanpa menghilangkan nilai dan makna tradisinya. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tradisi Tulak Bala Buang Naas di Talisayan terus dipertahankan sebagai doa keselamatan masyarakat pesisir sekaligus diarahkan menjadi kekuatan identitas budaya dan pengembangan pariwisata Berau. BERAU &#8211; Pelestarian Adat Bahari Tulak Bala Buang Naas di Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, tidak hanya dipertahankan sebagai ruang doa dan silaturahmi masyarakat pesisir, tetapi juga diarahkan menjadi kekuatan identitas budaya &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":200545,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,17,26],"tags":[49764,49766,82,49769,30376,22647,25053,49770,49767,30375,6650,49768,49763,49765,19281],"class_list":["post-200539","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-adat-bahari-talisayan","tag-ali-wardana","tag-berau","tag-buang-naas","tag-budaya-berau","tag-budaya-kalimantan-timur","tag-gamalis","tag-hut-kampung-talisayan","tag-kampung-talisayan","tag-pariwisata-berau","tag-talisayan","tag-tradisi-talisayan","tag-tulak-bala-buang-naas","tag-wakil-bupati-berau","tag-wisata-pesisir-berau"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200539","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=200539"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200539\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":200557,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200539\/revisions\/200557"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/200545"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=200539"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=200539"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=200539"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}