{"id":200578,"date":"2026-08-12T18:47:23","date_gmt":"2026-08-12T10:47:23","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=200578"},"modified":"2026-08-12T18:47:23","modified_gmt":"2026-08-12T10:47:23","slug":"robo-robo-satukan-warga-pontianak-di-tengah-keberagaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/robo-robo-satukan-warga-pontianak-di-tengah-keberagaman\/","title":{"rendered":"Robo\u2019-Robo\u2019 Satukan Warga Pontianak di Tengah Keberagaman"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tradisi Robo\u2019-Robo\u2019 2026 mempertemukan warga Pontianak dalam doa dan makan bersama sekaligus memperkuat pesan kerukunan, keselamatan kota, dan kepedulian sosial.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PONTIANAK<\/strong> &#8211; Tradisi Robo\u2019-Robo\u2019 kembali menjadi ruang pemersatu masyarakat Kota Pontianak, Rabu (12\/08\/2026), dengan mempertemukan warga dari berbagai latar belakang dalam doa dan makan bersama. Pemerintah kota menilai warisan budaya tersebut tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga diperkuat sebagai sarana menjaga kerukunan, keselamatan kota, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat yang majemuk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pesta Rakyat Robo\u2019-Robo\u2019 Kota Pontianak 2026 berlangsung antara lain di Gedung Serbaguna Kelurahan Banjar Serasan, Jalan Tanjung Raya II, serta Taman Teras Parit Nanas, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara. Warga, tokoh masyarakat, ulama, pejabat, dan aparat duduk bersama di sepanjang seprah tanpa sekat sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan Robo\u2019-Robo\u2019 memiliki dimensi religius yang kuat karena menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama memohon keselamatan, ketenteraman, dan perlindungan bagi kota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, ancaman kebakaran lahan, hingga penurunan kualitas air Sungai Kapuas akibat intrusi air laut, robo\u2019-Robo\u2019 terasa makin relevan sebagai ikhtiar batin masyarakat untuk mengetuk langit bersama,&#8221; ujarnya ketika membuka Pesta Rakyat Robo\u2019-Robo\u2019 Kota Pontianak 2026 di Gedung Serbaguna Kelurahan Banjar Serasan, Jalan Tanjung Raya II, Rabu (12\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Edi juga memandang Robo\u2019-Robo\u2019 sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Menurutnya, kebersamaan masyarakat menjadi modal penting bagi Pontianak yang dihuni warga dengan beragam suku, agama, dan latar belakang untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pembangunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kita tidak cuma melestarikan tradisi, tetapi juga mengisinya dengan ketertiban, kepedulian sosial, ketaatan pada aturan, serta komitmen menjaga kebersihan dan kedamaian kota,&#8221; katanya, sebagaimana diberitakan Prokopim, Rabu, (12\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaksanaan Robo\u2019-Robo\u2019 tahun ini juga beriringan dengan semangat menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Nilai kebersamaan dalam tradisi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Taman Teras Parit Nanas, Wakil Wali Kota (Wawali) Pontianak Bahasan menekankan peran Robo\u2019-Robo\u2019 sebagai jembatan sosial bagi masyarakat yang beragam. Tradisi tersebut dinilainya mampu mempertemukan warga dalam suasana setara sekaligus memperkuat penghormatan terhadap perbedaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Perbedaan kita jadikan kekuatan untuk saling menghormati,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wawali Pontianak menilai kondusivitas kota tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat. Kesadaran masyarakat untuk saling menjaga dinilai menjadi unsur penting dalam mempertahankan kerukunan di tengah keberagaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Robo\u2019-Robo\u2019 juga dimaknai sebagai momentum bermunajat dan mensyukuri nikmat kehidupan dari Allah subhanahu wa ta&#8217;ala (Swt.). Selain aspek spiritual, Bahasan mengaitkan semangat tradisi tersebut dengan kepedulian terhadap pembangunan, mulai dari ruang publik, penerangan lingkungan, pendidikan, hingga penanganan rumah tidak layak huni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ini harus jadi pengingat kita untuk saling membantu, saling menjaga, dan memastikan tak ada warga yang tertinggal,&#8221; sebutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nuansa kebersamaan semakin kuat melalui tradisi makan bersama. Ketupat colet disajikan bersama nasi, paceri, dalca, rendang, lauk berkuah, buah-buahan, serta berbagai hidangan lain di atas seprah. Warga duduk berdampingan dan menikmati hidangan yang sama tanpa membedakan kedudukan maupun latar belakang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tradisi itu sekaligus memperlihatkan bagaimana nilai budaya, spiritualitas, dan solidaritas sosial dapat berjalan beriringan. Melalui Robo\u2019-Robo\u2019, masyarakat Pontianak diharapkan terus menjaga persaudaraan, memperkuat kepedulian terhadap sesama, serta menjadikan keberagaman sebagai modal untuk mempertahankan kota yang aman, damai, dan inklusif. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tradisi Robo\u2019-Robo\u2019 2026 mempertemukan warga Pontianak dalam doa dan makan bersama sekaligus memperkuat pesan kerukunan, keselamatan kota, dan kepedulian sosial. PONTIANAK &#8211; Tradisi Robo\u2019-Robo\u2019 kembali menjadi ruang pemersatu masyarakat Kota Pontianak, Rabu (12\/08\/2026), dengan mempertemukan warga dari berbagai latar belakang dalam doa dan makan bersama. Pemerintah kota menilai warisan budaya tersebut tidak hanya perlu dilestarikan, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":200580,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2273,36],"tags":[28260,37369,49819,30113,5938,23389,49816,48541,49818,329,16725,49814,49815,26481,6061,49817,16737,45799,12508,28261],"class_list":["post-200578","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-bahasan","tag-banjar-serasan","tag-budaya-kalimantan-barat","tag-budaya-pontianak","tag-edi-rusdi-kamtono","tag-kerukunan-masyarakat","tag-ketupat-colet","tag-persatuan-warga","tag-pesta-rakyat-robo-robo","tag-pontianak","tag-pontianak-utara","tag-robo-robo","tag-robo-robo-pontianak-2026","tag-siantan-hulu","tag-sungai-kapuas","tag-tradisi-pontianak","tag-ukhuwah-islamiyah","tag-ukhuwah-wathaniyah","tag-wali-kota-pontianak","tag-wawali-pontianak"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200578","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=200578"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200578\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":200583,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200578\/revisions\/200583"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/200580"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=200578"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=200578"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=200578"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}