{"id":200748,"date":"2026-08-13T16:28:51","date_gmt":"2026-08-13T08:28:51","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=200748"},"modified":"2026-08-13T16:31:15","modified_gmt":"2026-08-13T08:31:15","slug":"penculikan-rp90-juta-ternyata-rekayasa-mahasiswa-makassar-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/penculikan-rp90-juta-ternyata-rekayasa-mahasiswa-makassar-sendiri\/","title":{"rendered":"Penculikan Rp90 Juta Ternyata Rekayasa Mahasiswa Makassar Sendiri"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Polisi mengungkap mahasiswa berinisial EE merekayasa penculikan dan meminta tebusan Rp90 juta kepada orang tuanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta gaya hidup bermewah-mewah.<\/em><b><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SULAWESI SELATAN<\/strong> &#8211; Keinginan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup bermewah-mewah diduga mendorong seorang mahasiswa berinisial EE (23) merekayasa penculikan dirinya sendiri di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ia bahkan meminta tebusan Rp90 juta kepada orang tuanya dengan ancaman akan dibunuh jika uang tersebut tidak disiapkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rekayasa itu terbongkar setelah orang tua EE melaporkan dugaan penculikan anaknya kepada polisi pada Jumat (07\/08\/2026). Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mendapati tidak pernah terjadi penculikan maupun penyekapan seperti yang disampaikan melalui pesan kepada keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Unit (Kanit) Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar Sangkala mengatakan mahasiswa tersebut telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya, pria yang mengaku diculik telah kita amankan,&#8221; kata Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Sangkala, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Kamis, (13\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus bermula ketika orang tua EE kehilangan kontak dengan anaknya. Kekhawatiran keluarga semakin besar setelah menerima pesan dari seseorang yang mengaku menyekap mahasiswa tersebut karena persoalan utang piutang senilai Rp90 juta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pesan itu juga disertai ancaman bahwa EE akan dibunuh apabila uang yang diminta tidak segera disiapkan. Merasa keselamatan anaknya terancam, kedua orang tua EE kemudian meminta bantuan kepolisian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jadi kasus ini tentang adanya peristiwa di mana anaknya yang seorang mahasiswa hilang kontak dengan orang tuanya, sehingga dilakukan penyelidikan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyelidikan polisi justru mengarah kepada EE sendiri. Petugas tidak menemukan bukti yang menunjukkan mahasiswa tersebut benar-benar diculik atau disekap oleh orang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Setelah dilakukan pendalaman, ditemukan fakta bahwa yang melakukan pengancaman bahwa anak itu diculik dan sebagainya adalah korban sendiri. Jadi dia sendiri yang membuat suatu sandiwara dengan alasan untuk bisa mendapatkan uang dari orang tuanya,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menyebut EE sengaja menciptakan skenario penculikan agar dapat memperoleh uang dari orang tuanya. Dorongan untuk memenuhi kebutuhan serta gaya hidup bermewah-mewah disebut menjadi latar belakang tindakan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jadi pengakuannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kehidupan hedon, sehingga muncul pemikiran untuk mendapatkan uang dari orang tuanya dengan cara memeras modus berpura-pura dia sementara diculik dan disekap,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">EE kini diamankan di Polrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami perkara tersebut setelah skenario penculikan yang sempat membuat keluarga panik itu terungkap sebagai rekayasa. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Polisi mengungkap mahasiswa berinisial EE merekayasa penculikan dan meminta tebusan Rp90 juta kepada orang tuanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta gaya hidup bermewah-mewah. SULAWESI SELATAN &#8211; Keinginan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup bermewah-mewah diduga mendorong seorang mahasiswa berinisial EE (23) merekayasa penculikan dirinya sendiri di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ia bahkan meminta tebusan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":200751,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,35,9393],"tags":[50121,50125,50127,46176,50120,50129,11169,50130,50122,46168,50123,50128,50126,10302,7886,50124],"class_list":["post-200748","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-nasional","category-sulawesi-selatan","tag-ee","tag-gaya-hidup-hedon","tag-jatanras-polrestabes-makassar","tag-kriminal-makassar","tag-mahasiswa-makassar","tag-mahasiswa-pura-pura-diculik","tag-makassar","tag-pemerasan-orang-tua","tag-penculikan-palsu","tag-polrestabes-makassar","tag-rekayasa-penculikan","tag-sangkala","tag-satreskrim-polrestabes-makassar","tag-sulawesi-selatan","tag-sulsel","tag-tebusan-rp90-juta"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200748","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=200748"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200748\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":200768,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200748\/revisions\/200768"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/200751"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=200748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=200748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=200748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}