{"id":200847,"date":"2026-08-13T21:48:17","date_gmt":"2026-08-13T13:48:17","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=200847"},"modified":"2026-08-13T21:48:17","modified_gmt":"2026-08-13T13:48:17","slug":"brin-ungkap-gelombang-tinggi-6-meter-di-pantai-selatan-diy","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/brin-ungkap-gelombang-tinggi-6-meter-di-pantai-selatan-diy\/","title":{"rendered":"BRIN Ungkap Gelombang Tinggi 6 Meter di Pantai Selatan DIY"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"80\" data-end=\"393\"><em>Analisis BRIN menunjukkan potensi gelombang berbahaya di perairan selatan DIY telah dapat dikenali beberapa hari sebelum mencapai puncak.<\/em><\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-start=\"80\" data-end=\"393\"><strong data-start=\"80\" data-end=\"94\">YOGYAKARTA<\/strong> &#8211; Gelombang tinggi di perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebenarnya dapat dikenali beberapa hari sebelum mencapai kondisi berbahaya. Analisis peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan kenaikan gelombang telah terdeteksi sejak empat hari sebelum mencapai puncaknya.<\/p>\n<p data-start=\"395\" data-end=\"695\">Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Widodo Pranowo mengatakan analisis perubahan periode gelombang dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi gelombang tinggi lebih awal. Analisis tersebut menggunakan data model gelombang global dari Copernicus Marine Service milik Uni Eropa.<\/p>\n<p data-start=\"697\" data-end=\"1006\">Temuan itu berkaitan dengan kondisi sejumlah pantai di selatan Jawa, khususnya wilayah DIY, yang mengalami gelombang tinggi sejak Senin (10\/8\/2026). Pantai Baron, Pantai Gesing, hingga Pantai Glagah menjadi sejumlah lokasi yang memperlihatkan gelombang menerobos garis pasang surut dan menghantam area wisata.<\/p>\n<p data-start=\"1008\" data-end=\"1180\">Menurut Widodo, tinggi gelombang tunggal di sejumlah pantai DIY mencapai sekitar 6 meter. Angka tersebut disebut hampir dua kali lipat dari batas peringatan yang diumumkan.<\/p>\n<p data-start=\"1182\" data-end=\"1516\">&#8220;Analisis menunjukkan tinggi gelombang di perairan selatan Gunungkidul mulai melewati ambang bahaya 2,5 meter pada Senin (10\/8\/2026) pukul 13.00 WIB dan mengalami puncak ketinggian pada Selasa (11\/8\/2026) pukul 01.00 WIB, dengan tinggi gelombang signifikan 3,32 meter,&#8221; ucapnya, sebagaimana diberitakan DetikTravel, Kamis (13\/8\/2026).<\/p>\n<p data-start=\"1518\" data-end=\"1731\">Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian setelah sejumlah rekaman gelombang tinggi beredar luas di media sosial. Air laut terlihat mencapai area yang biasanya digunakan wisatawan di sejumlah pantai selatan DIY.<\/p>\n<p data-start=\"1733\" data-end=\"2000\">Data analisis menunjukkan adanya perbedaan antara tinggi gelombang signifikan dan tinggi gelombang tunggal. Gelombang signifikan menjadi salah satu parameter dalam pemodelan kondisi laut, sedangkan gelombang individual dapat mencapai ketinggian yang jauh lebih besar.<\/p>\n<p data-start=\"2002\" data-end=\"2364\">Dengan adanya indikasi yang dapat diketahui beberapa hari sebelumnya, informasi mengenai perubahan kondisi gelombang menjadi penting bagi pengelola destinasi wisata dan masyarakat yang beraktivitas di pesisir. Pemantauan dan penyampaian peringatan secara cepat diharapkan dapat membantu mengantisipasi risiko ketika gelombang meningkat di pantai selatan Jawa. []\n<p data-start=\"2366\" data-end=\"2403\">Penulis: Alfian<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisis BRIN menunjukkan potensi gelombang berbahaya di perairan selatan DIY telah dapat dikenali beberapa hari sebelum mencapai puncak. YOGYAKARTA &#8211; Gelombang tinggi di perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebenarnya dapat dikenali beberapa hari sebelum mencapai kondisi berbahaya. Analisis peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan kenaikan gelombang telah terdeteksi sejak empat hari sebelum &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":200848,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9331,35],"tags":[6877,50347,50349,29677,6686,50343,50348,14188,45745,33162,50340,50341,50342,50344,50350,50346,50345,16109,8664],"class_list":["post-200847","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-jawa-tengah","category-berita-nasional","tag-brin","tag-copernicus-marine-service","tag-cuaca-laut","tag-daerah-istimewa-yogyakarta","tag-diy","tag-gelombang-6-meter","tag-gelombang-laut","tag-gelombang-tinggi","tag-gunungkidul","tag-keselamatan-wisatawan","tag-pantai-baron","tag-pantai-gesing","tag-pantai-glagah","tag-pantai-selatan-jawa","tag-peringatan-gelombang","tag-pusat-riset-iklim-dan-atmosfer","tag-widodo-pranowo","tag-wisata-pantai","tag-yogyakarta"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200847","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=200847"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200847\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":200849,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200847\/revisions\/200849"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/200848"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=200847"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=200847"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=200847"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}