{"id":200866,"date":"2026-08-13T22:47:56","date_gmt":"2026-08-13T14:47:56","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=200866"},"modified":"2026-08-13T22:47:56","modified_gmt":"2026-08-13T14:47:56","slug":"dpr-buka-ruang-buruh-masukkan-aspirasi-ke-ruu-ketenagakerjaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dpr-buka-ruang-buruh-masukkan-aspirasi-ke-ruu-ketenagakerjaan\/","title":{"rendered":"DPR Buka Ruang Buruh Masukkan Aspirasi ke RUU Ketenagakerjaan"},"content":{"rendered":"<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-start=\"5307\" data-end=\"5510\">ILO mencatat pengangguran global usia 15-24 tahun naik menjadi 12,4 persen pada 2025, sementara penyusutan pekerjaan pemula dan ketidakpastian akibat AI memperberat transisi anak muda ke dunia kerja.<\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-start=\"0\" data-end=\"285\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"13\">JAKARTA &#8211;<\/strong> Perubahan teknologi dan melambatnya penciptaan lapangan kerja membuat transisi anak muda dari bangku pendidikan menuju pekerjaan layak semakin sulit. Kondisi itu terjadi ketika kecemasan terhadap dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap masa depan pekerjaan juga meningkat.<\/p>\n<p data-start=\"287\" data-end=\"602\">Temuan tersebut tercantum dalam laporan <em data-start=\"327\" data-end=\"368\">Global Employment Trends for Youth 2026<\/em> yang diterbitkan Organisasi Buruh Internasional (ILO). Laporan itu mencatat tingkat pengangguran global kelompok usia 15-24 tahun naik dari 12,3 persen pada 2024 menjadi 12,4 persen pada 2025 atau setara dengan sekitar 67 juta orang.<\/p>\n<p data-start=\"604\" data-end=\"847\">Sebagaimana diwartakan DW, Kamis (13\/8\/2026), kenaikan pengangguran anak muda paling tajam terjadi di sejumlah negara berpendapatan tinggi. ILO menilai pemulihan pasar kerja kaum muda yang sempat terjadi setelah pandemi Covid-19 kini terhenti.<\/p>\n<p data-start=\"849\" data-end=\"1111\">Selain pengangguran, jumlah anak muda yang tidak bekerja, tidak bersekolah, dan tidak mengikuti pelatihan atau <em data-start=\"960\" data-end=\"1002\">Not in Employment, Education or Training<\/em> (NEET) juga meningkat menjadi 20 persen. Angka tersebut mencakup lebih dari 257 juta orang di seluruh dunia.<\/p>\n<p data-start=\"1154\" data-end=\"1382\">Laporan ILO menyoroti menyusutnya sejumlah pekerjaan yang selama ini menjadi pintu masuk bagi anak muda ke dunia kerja. Pekerjaan perkantoran dan administrasi, posisi penjualan, serta sektor manufaktur disebut semakin berkurang.<\/p>\n<p data-start=\"1384\" data-end=\"1566\">Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan perlambatan ekonomi global, berkurangnya penciptaan lapangan kerja, ketegangan geopolitik, serta perubahan teknologi yang berlangsung cepat.<\/p>\n<p data-start=\"1568\" data-end=\"1832\">&#8220;Pertumbuhan ekonomi global yang melambat, penciptaan lapangan kerja yang menyusut, ketegangan geopolitik, dan perubahan teknologi yang cepat berpadu membuat peralihan dari sekolah menuju pekerjaan yang layak semakin sulit bagi banyak anak muda,&#8221; kata laporan itu.<\/p>\n<p data-start=\"1834\" data-end=\"2103\">ILO memperkirakan tingkat pengangguran anak muda masih berada di sekitar 12,3 persen pada 2026 dan 2027. Lembaga yang berkantor pusat di Jenewa itu juga memperingatkan bahwa kenaikan tingkat pengangguran dan NEET secara bersamaan merupakan sinyal yang perlu diwaspadai.<\/p>\n<p data-start=\"2105\" data-end=\"2360\">&#8220;Meski demikian, pada tahun-tahun ketika tingkat pengangguran anak muda dan tingkat NEET &#8220;meningkat secara bersamaan, kami mengibarkan bendera merah&#8221;,&#8221; kata Sara Elder, kepala unit analisis ketenagakerjaan dan kebijakan ekonomi ILO, dalam konferensi pers.<\/p>\n<p data-start=\"2400\" data-end=\"2662\">Di tengah menyusutnya sejumlah pekerjaan awal bagi pencari kerja muda, laporan ILO juga mencatat tingginya kecemasan mengenai perkembangan AI. Namun, ILO menilai hubungan langsung antara perkembangan AI dan kenaikan pengangguran anak muda belum dapat dipastikan.<\/p>\n<p data-start=\"2664\" data-end=\"2956\">Anak muda &#8220;semakin mengungkapkan ketakutan bahwa pekerjaan mereka akan digantikan teknologi dan peluang mereka memperoleh pekerjaan serta kestabilan pendapatan akan terhambat oleh gangguan teknologi yang belum pernah terjadi sebelumnya, maupun perubahan lain dalam dunia kerja di masa depan&#8221;.<\/p>\n<p data-start=\"2958\" data-end=\"3181\">Sukti Dasgupta, Direktur Departemen Ketenagakerjaan, Keterampilan, dan Usaha Berkelanjutan ILO, mengatakan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan bahwa AI secara langsung menyebabkan peningkatan pengangguran anak muda.<\/p>\n<p data-start=\"3183\" data-end=\"3301\">Namun, &#8220;kebetulannya cukup nyata&#8221;, ujarnya, sembari menyerukan penelitian lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.<\/p>\n<p data-start=\"3303\" data-end=\"3474\">Dasgupta mengatakan perubahan tersebut berlangsung ketika perekonomian dunia menghadapi ketidakpastian yang besar dan risiko baru akibat perkembangan AI mulai bermunculan.<\/p>\n<p data-start=\"3476\" data-end=\"3720\">Dasgupta mengatakan dunia kini berada dalam masa &#8220;ketidakpastian dan kerapuhan ekonomi global yang besar&#8221;, ketika &#8220;risiko-risiko baru yang berkaitan dengan AI mulai bermunculan. Tak satu pun dari semua ini menjadi pertanda baik bagi anak muda.&#8221;<\/p>\n<p data-start=\"3722\" data-end=\"3890\">ILO menilai persoalan tersebut tidak hanya menyangkut kemampuan anak muda mendapatkan pekerjaan, tetapi juga peluang mereka membangun kestabilan ekonomi dan masa depan.<\/p>\n<p data-start=\"3892\" data-end=\"4043\">&#8220;Generasi yang tidak dapat menemukan pekerjaan layak tidak akan mampu membangun masa depannya dengan penuh keyakinan,&#8221; kata Kepala ILO Gilbert Houngbo.<\/p>\n<p data-start=\"4045\" data-end=\"4319\">&#8220;Ketika anak muda tersingkir dari pekerjaan berkualitas, negara kehilangan talenta, produktivitas, dan kohesi sosial. Menciptakan pekerjaan layak bagi anak muda bukan sekadar keharusan sosial, melainkan salah satu investasi paling cerdas yang dapat dilakukan sebuah negara.&#8221;<\/p>\n<p data-start=\"4321\" data-end=\"4520\">Ke depan, tantangan pasar kerja anak muda diperkirakan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kemampuan negara menyiapkan keterampilan yang sesuai dengan perubahan teknologi. []\n<p data-start=\"4522\" data-end=\"4559\">Redaksi1<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ILO mencatat pengangguran global usia 15-24 tahun naik menjadi 12,4 persen pada 2025, sementara penyusutan pekerjaan pemula dan ketidakpastian akibat AI memperberat transisi anak muda ke dunia kerja. JAKARTA &#8211; Perubahan teknologi dan melambatnya penciptaan lapangan kerja membuat transisi anak muda dari bangku pendidikan menuju pekerjaan layak semakin sulit. Kondisi itu terjadi ketika kecemasan terhadap &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":200867,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2254],"tags":[9230,16420,20964,50382,50377,24126,23814,8182,50378,50376,50379,50381,50375,50380,50383,50384,29623],"class_list":["post-200866","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-internasional","tag-ai","tag-dunia-kerja","tag-ekonomi-global","tag-gilbert-houngbo","tag-global-employment-trends-for-youth-2026","tag-ilo","tag-kecerdasan-buatan","tag-lapangan-kerja","tag-neet","tag-pasar-kerja-global","tag-pekerja-muda","tag-pekerjaan-pemula","tag-pengangguran-anak-muda","tag-pengangguran-global","tag-sara-elder","tag-sukti-dasgupta","tag-teknologi-ai"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200866","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=200866"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200866\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":200868,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/200866\/revisions\/200868"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/200867"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=200866"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=200866"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=200866"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}