{"id":201203,"date":"2026-08-15T22:38:32","date_gmt":"2026-08-15T14:38:32","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=201203"},"modified":"2026-08-15T22:38:32","modified_gmt":"2026-08-15T14:38:32","slug":"antre-hingga-14-hari-sopir-truk-sangatta-sulit-dapat-biosolar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/antre-hingga-14-hari-sopir-truk-sangatta-sulit-dapat-biosolar\/","title":{"rendered":"Antre hingga 14 Hari, Sopir Truk Sangatta Sulit Dapat Biosolar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Lebih dari 400 anggota Permata terdampak sulitnya memperoleh Biosolar di Sangatta, dengan antrean pengisian disebut dapat mencapai 14 hari, sementara Polres Kutim memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI TIMUR<\/strong> &#8211; Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar bersubsidi membuat sejumlah sopir truk di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), harus menunggu hingga 14 hari untuk mendapat giliran pengisian. Persatuan Truk Material Sangata (Permata) mendesak penertiban dugaan penyalahgunaan BBM subsidi, sementara kepolisian telah membentuk satuan tugas gabungan untuk mengawasi distribusi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Permata, Mamat, mengatakan kesulitan memperoleh Biosolar telah lama dirasakan anggotanya. Organisasi yang menaungi lebih dari 400 anggota itu bahkan menerapkan sistem antrean mingguan akibat keterbatasan BBM bersubsidi yang dapat diperoleh para sopir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Mamat, dalam kondisi tertentu, sopir harus menunggu hingga dua pekan sebelum kembali memperoleh nomor antrean untuk mengisi Biosolar di sejumlah SPBU di Sangatta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Paling lama sampai 14 hari baru dapat jatah lagi nomor antrian itu,&#8221; ujar mamat di kantor DPRD, Jum&#8217;at (14\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mamat menilai kuota BBM subsidi yang dialokasikan ke masing-masing SPBU sebenarnya dapat mencukupi kebutuhan kendaraan operasional. Namun, ia menduga persoalan distribusi turut dipengaruhi praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh oknum tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Atas kondisi tersebut, Permata meminta penyalahgunaan BBM subsidi ditertibkan, kuota ditambah, serta disediakan waktu khusus pengisian bagi sopir truk. Menurut Mamat, sulitnya memperoleh Biosolar tidak hanya berdampak terhadap pengangkutan material, tetapi juga terhadap sektor ekspedisi dan perjalanan yang dijalankan sebagian anggota Permata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kasihan anggota, banyak yang dampaknya luar biasa. Sementara dia harus memberi makan keluarganya. Setiap hari harus kerja tapi enggak bisa kerja,&#8221; ungkap mamat<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mamat mengatakan keluhan tersebut merupakan kali kedua disampaikan Permata kepada pihak terkait. Sebelumnya, organisasi itu juga pernah menggelar aksi demonstrasi untuk menyuarakan persoalan serupa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Kepolisian Resor (Polres) Kutim, Rezky Nur Harismeihendra, mengatakan Satuan Tugas (Satgas) gabungan telah dibentuk untuk mengawasi distribusi BBM subsidi di wilayah Sangatta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satgas yang melibatkan unsur reserse, Intelijen dan Keamanan (Intelkam), serta Lalu Lintas (Lantas) tersebut dibentuk pada 29 Juli 2026. Pengawasan kemudian dilakukan sejak 30 Juli hingga 12 Agustus 2026 di sejumlah SPBU.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kegiatannya ini melakukan pengecekan dan patroli di SPBU-SPBU yang ada, khususnya jika terjadi antrian yang panjang dan juga ada informasi dari masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan,&#8221; kata Rezky.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rezky menjelaskan, dari sisi lalu lintas, petugas melakukan penertiban terhadap kendaraan yang mengantre agar tidak mengganggu dan membahayakan pengguna jalan lainnya. Petugas juga berkoordinasi dengan operator SPBU serta melakukan inspeksi mendadak untuk mencocokkan data barcode dengan fisik kendaraan yang melakukan pengisian BBM subsidi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasatlantas Polres Kutim juga mengimbau masyarakat melaporkan apabila menemukan dugaan penyalahgunaan maupun pencurian BBM subsidi melalui call center 110 yang beroperasi selama 24 jam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami pastikan personel Polri langsung turun ke lapangan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rezky berharap pengawasan penyaluran BBM bersubsidi ke depan dapat diperkuat melalui pembentukan tim khusus lintas instansi yang melibatkan kepolisian, kejaksaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, serta pengawas internal PT Pertamina Patra Niaga. Tim tersebut diharapkan dapat melakukan inspeksi mendadak secara berkala untuk menekan potensi penyalahgunaan BBM subsidi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sama-sama kita jaga penyaluran BBM subsidi ini di hilir agar benar-benar sesuai dengan peraturan,&#8221;tutupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya pengawasan dan pembenahan distribusi Biosolar dinilai penting untuk memastikan BBM bersubsidi diterima kelompok yang berhak sekaligus menjaga aktivitas angkutan barang, ekspedisi, perjalanan, serta kegiatan ekonomi dan pembangunan di Kutim tetap berjalan. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lebih dari 400 anggota Permata terdampak sulitnya memperoleh Biosolar di Sangatta, dengan antrean pengisian disebut dapat mencapai 14 hari, sementara Polres Kutim memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi. KUTAI TIMUR &#8211; Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar bersubsidi membuat sejumlah sopir truk di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), harus menunggu hingga 14 hari untuk mendapat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":77,"featured_media":201204,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,26,480],"tags":[51082,32184,51074,51075,51071,51072,14631,51073,846,51080,27979,51079,51078,12633,775,43978,38865,51076,51077,51081],"class_list":["post-201203","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-timur","tag-antrean-biosolar","tag-bbm-bersubsidi","tag-bbm-subsidi-kutim","tag-bbm-subsidi-sangatta","tag-biosolar-kutai-timur","tag-biosolar-sangatta","tag-disperindag-kutim","tag-kelangkaan-biosolar","tag-kutai-timur","tag-mamat-permata","tag-penyalahgunaan-bbm-subsidi","tag-permata","tag-persatuan-truk-material-sangata","tag-pertamina-patra-niaga","tag-polres-kutim","tag-rezky-nur-harismeihendra","tag-satlantas-polres-kutim","tag-sopir-truk-kutim","tag-sopir-truk-sangatta","tag-spbu-sangatta"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201203","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/77"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=201203"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201203\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":201288,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201203\/revisions\/201288"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/201204"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=201203"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=201203"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=201203"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}