{"id":201241,"date":"2026-08-15T13:47:35","date_gmt":"2026-08-15T05:47:35","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=201241"},"modified":"2026-08-15T13:47:35","modified_gmt":"2026-08-15T05:47:35","slug":"warga-nagekeo-panik-gempa-m7-picu-evakuasi-dari-pesisir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/warga-nagekeo-panik-gempa-m7-picu-evakuasi-dari-pesisir\/","title":{"rendered":"Warga Nagekeo Panik, Gempa M7 Picu Evakuasi dari Pesisir"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"526\" data-end=\"916\"><em>Guncangan kuat membuat warga Marapokot, Nagekeo, meninggalkan kawasan pesisir dan bergerak menuju dataran lebih tinggi setelah melihat kerusakan rumah serta tiang listrik.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"526\" data-end=\"916\"><strong data-start=\"526\" data-end=\"551\">NUSA TENGGARA TIMUR &#8211;<\/strong> Warga di kawasan pesisir Marapokot, Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), bergegas menuju dataran lebih tinggi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15\/8) pagi. Evakuasi dilakukan secara spontan setelah warga merasakan guncangan kuat dan melihat sejumlah bangunan serta tiang listrik mengalami kerusakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"918\" data-end=\"1144\">Pekerja galangan kapal di Marapokot, Samsul Bahri, 43, mengatakan gempa terjadi sebelum pukul 06.00 WITA, sesaat setelah dirinya terbangun karena alarm telepon genggam. Guncangan yang kuat membuatnya segera meninggalkan rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1146\" data-end=\"1528\">&#8220;Gempa sekitar kurang dari pukul 06.00 WITA. Saya memang tadi kan sempat bangun karena alarm dari HP, lalu saya kasih mati alarm, saya baring-baring dulu, tidak lama sudah goyang kencang. Rumah ada terbelah di lantai tadi, saya hanya lihat lantai sudah mulai terbelah, saya tidak lihat lagi, langsung saya lari,&#8221; cerita Samsul sebagaimana dikutip CNN Indonesia, Sabtu, (15\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1530\" data-end=\"1740\">Samsul mengatakan dirinya belum mengetahui kondisi rumah setelah meninggalkan lokasi. Bersama warga lainnya, ia memilih menjauh dari kawasan pantai dengan menggunakan kendaraan menuju wilayah yang lebih tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1742\" data-end=\"1983\">&#8220;Saya sudah tidak tahu lagi kondisi rumah sekarang. Pokoknya kita lari saja selamatkan diri dulu. Waktu kita lari, masyarakat di sekitar pantai sudah lari, terhambur semua naik di kendaraan masing-masing menuju dataran tinggi,&#8221; jelas Samsul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1985\" data-end=\"2297\">Dalam perjalanan menuju tempat yang dianggap aman, Samsul melihat sejumlah tiang listrik roboh serta bagian tembok rumah warga yang runtuh. Kondisi tersebut menunjukkan dampak gempa tidak hanya dirasakan melalui guncangan, tetapi juga menimbulkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan bangunan di sekitar lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2299\" data-end=\"2409\">&#8220;Di jalan ada beberapa tiang listrik tumbang, kami lihat rumah-rumah juga beberapa roboh temboknya,&#8221; ujar dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2411\" data-end=\"2627\">Sebagai pendatang di Nagekeo, Samsul mengaku belum mengetahui secara pasti lokasi pengungsian yang dituju. Ia mengikuti warga setempat yang mengarahkan masyarakat menjauh dari pesisir menuju daerah yang lebih tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2629\" data-end=\"2906\">&#8220;Kami lagi mengungsi semua ini, lari dari pinggir pantai ke arah gunung. Sekarang saya juga tidak tahu di mana, saya pendatang, ini kami ngungsi depan BRI. Tapi orang asli sini cuma bilang, &#8216;Aman, sudah jauh dari pantai&#8217;. Yang penting sudah jauh dari pesisir dulu,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2908\" data-end=\"3131\">Pengalaman tersebut menggambarkan kepanikan warga setelah gempa kuat mengguncang wilayah NTT. Evakuasi ke dataran lebih tinggi menjadi pilihan warga di kawasan pesisir untuk menghindari risiko lanjutan setelah guncangan. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3133\" data-end=\"3175\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Guncangan kuat membuat warga Marapokot, Nagekeo, meninggalkan kawasan pesisir dan bergerak menuju dataran lebih tinggi setelah melihat kerusakan rumah serta tiang listrik. NUSA TENGGARA TIMUR &#8211; Warga di kawasan pesisir Marapokot, Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), bergegas menuju dataran lebih tinggi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15\/8) &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":201242,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,35,9376],"tags":[50999,27196,50972,50997,34466,22120,51000,50995,50996,51001,17734,50998],"class_list":["post-201241","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-berita-nasional","category-nusa-tenggara-timur","tag-dataran-tinggi","tag-evakuasi-warga","tag-gempa-flores","tag-gempa-m7","tag-gempa-magnitudo-7","tag-gempa-ntt","tag-kerusakan-rumah","tag-marapokot","tag-mbay","tag-samsul-bahri","tag-tiang-listrik-roboh","tag-warga-nagekeo"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201241","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=201241"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201241\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":201243,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201241\/revisions\/201243"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/201242"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=201241"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=201241"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=201241"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}