{"id":201256,"date":"2026-08-15T14:01:07","date_gmt":"2026-08-15T06:01:07","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=201256"},"modified":"2026-08-15T14:01:43","modified_gmt":"2026-08-15T06:01:43","slug":"trump-ingin-jadikan-selat-hormuz-wilayah-as-usai-kalahkan-iran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/trump-ingin-jadikan-selat-hormuz-wilayah-as-usai-kalahkan-iran\/","title":{"rendered":"Trump Ingin Jadikan Selat Hormuz Wilayah AS Usai Kalahkan Iran"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"296\" data-end=\"635\"><em>Pernyataan Donald Trump muncul saat Selat Hormuz hampir lumpuh akibat konflik AS-Iran dan Teheran menolak membuka kembali jalur pelayaran tanpa syarat tertentu.<\/em><\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"296\" data-end=\"635\"><strong data-start=\"296\" data-end=\"310\">NEW YORK &#8211;<\/strong> Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka kemungkinan menjadikan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah AS setelah konflik dengan Iran berakhir. Pernyataan itu disampaikan ketika akses pelayaran di jalur strategis tersebut masih terganggu dan ketegangan antara Washington dan Teheran belum menemukan penyelesaian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"637\" data-end=\"868\">&#8220;Setelah kita selesai mengalahkan Iran yang sedang mengalami kekalahan telak, saya akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat,&#8221; kata Trump sambil terkekeh, dalam sebuah rapat di akademi kepolisian New York.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"870\" data-end=\"952\">&#8220;Itu benar,&#8221; imbuhnya, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Sabtu, (15\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"954\" data-end=\"1147\">Pernyataan Trump muncul di tengah konflik AS dan Iran yang berlangsung sejak 28 Februari. AS bersama Israel menyatakan operasi militer terhadap Iran bertujuan mengakhiri program nuklir Teheran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1149\" data-end=\"1422\">Selat Hormuz menjadi salah satu titik utama dalam konflik tersebut karena merupakan jalur penting bagi pengiriman energi dan berbagai komoditas dunia. Iran disebut memiliki kendali <em data-start=\"1330\" data-end=\"1340\">de facto<\/em> atas sebagian besar kawasan perairan itu setelah membalas serangan AS dan Israel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1424\" data-end=\"1650\">Hingga Jumat (14\/8), aktivitas pelayaran di Selat Hormuz hampir lumpuh setelah dua kapal kembali diserang. Kondisi tersebut memperbesar tekanan terhadap akses perdagangan dan pengiriman energi melalui jalur strategis tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1652\" data-end=\"1901\">Kebuntuan juga terjadi karena Iran menolak membuka kembali jalur pelayaran bagi sebagian besar kapal sipil. Di sisi lain, Angkatan Laut AS melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai bagian dari tekanan terhadap perekonomian Teheran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1903\" data-end=\"2139\">Seorang pejabat senior Iran sebelumnya menyatakan belum terdapat kemajuan dalam pembicaraan untuk menindaklanjuti kesepakatan gencatan senjata. Kesepakatan yang diperbarui pada Juni juga gagal menghentikan kembali ketegangan di kawasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2141\" data-end=\"2339\">Iran kemudian kembali menyerang kapal-kapal yang dituduh melintasi Selat Hormuz tanpa izin. Teheran juga menolak klaim Trump yang menyatakan AS memiliki &#8220;kendali penuh&#8221; atas jalur perairan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2341\" data-end=\"2525\">Iran menyatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sebelum sejumlah tuntutan dipenuhi. Syarat tersebut antara lain pencabutan sanksi ekonomi dan pelepasan aset Iran yang dibekukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2527\" data-end=\"2780\">Trump sendiri berulang kali mengancam meningkatkan tekanan terhadap Iran, termasuk dengan ancaman serangan militer. Namun, pada awal pekan ini, ia mengisyaratkan akan lebih mengandalkan langkah ekonomi dibandingkan operasi militer untuk menekan Teheran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2782\" data-end=\"3075\">Situasi tersebut membuat masa depan Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik krusial dalam konflik AS-Iran. Klaim Trump mengenai status wilayah perairan itu juga berpotensi menambah ketegangan, terutama ketika akses pelayaran internasional di kawasan tersebut masih belum kembali normal. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3077\" data-end=\"3119\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernyataan Donald Trump muncul saat Selat Hormuz hampir lumpuh akibat konflik AS-Iran dan Teheran menolak membuka kembali jalur pelayaran tanpa syarat tertentu. NEW YORK &#8211; Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka kemungkinan menjadikan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah AS setelah konflik dengan Iran berakhir. Pernyataan itu disampaikan ketika akses pelayaran di jalur strategis &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":201257,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[9642,4250,6796,16498,16500,7612,21205,15315,48829,17781,18923,15308,12245],"class_list":["post-201256","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-amerika-serikat","tag-as","tag-donald-trump","tag-gencatan-senjata","tag-geopolitik-timur-tengah","tag-iran","tag-jalur-energi-global","tag-konflik-as-iran","tag-pelayaran-selat-hormuz","tag-perang-iran","tag-sanksi-iran","tag-selat-hormuz","tag-teheran"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201256","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=201256"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201256\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":201258,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201256\/revisions\/201258"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/201257"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=201256"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=201256"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=201256"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}