{"id":201331,"date":"2026-08-15T22:55:44","date_gmt":"2026-08-15T14:55:44","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=201331"},"modified":"2026-08-16T01:06:33","modified_gmt":"2026-08-15T17:06:33","slug":"karhutla-kaltara-meluas-lebih-dari-12-hektare-lahan-terbakar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/karhutla-kaltara-meluas-lebih-dari-12-hektare-lahan-terbakar\/","title":{"rendered":"Karhutla Kaltara Meluas, Lebih dari 12 Hektare Lahan Terbakar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tim gabungan menangani kebakaran di sejumlah titik di Bulungan, Tana Tidung, dan Tarakan dengan sedikitnya 12,2 hektare lahan tercatat terbakar serta kondisi vegetasi kering meningkatkan risiko perluasan api.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BULUNGAN<\/strong>\u00a0&#8211; Sedikitnya 12,2 hektare lahan terbakar di sejumlah wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), mencakup Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, dan Kota Tarakan. Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara mengerahkan tim gabungan untuk melokalisasi titik api agar kebakaran tidak meluas ke permukiman maupun kawasan di sekitarnya, Jumat hingga Sabtu (14-15\/8\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penanganan melibatkan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bulungan, UPTD KPH Tana Tidung, dan UPTD KPH Tarakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Bulungan, kebakaran terjadi di sejumlah titik, antara lain Tanjung Selor Timur, Selimau, Desa Kapuak, Kilometer (Km) 2, Km 9, dan Km 12. Kebakaran di kawasan Selimau diperkirakan menghanguskan sekitar tujuh hektare lahan, sedangkan di Desa Kapuak luas area terbakar mencapai sekitar 1,2 hektare.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Personel Brigdalkarhutla juga berhasil menghentikan penyebaran api yang sempat mengarah ke kawasan Km 12. Respons cepat dilakukan untuk mencegah kobaran menjalar ke wilayah yang lebih luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Khusus di Tanjung Selor Timur, proses pemadaman berlangsung sejak Jumat (14\/08\/2026) pukul 16.42 Waktu Indonesia Tengah (WITA) hingga malam hari. Petugas harus menembus vegetasi rapat dan semak kering untuk menjangkau titik api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tim kemudian melakukan pembasahan menyeluruh atau cooling down pada pusat api serta tunggak pohon yang masih membara. Medan yang dipenuhi semak dan asap pekat menjadi tantangan selama proses pemadaman hingga api dapat dilokalisasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, di Tarakan, personel UPTD KPH Tarakan melakukan pemadaman di kawasan Binalatung, Kelurahan Pantai Amal. Kebakaran diperkirakan menghanguskan sekitar empat hektare lahan dengan kondisi medan berbukit sebelum akhirnya dapat dikendalikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan Kaltara Nur Laila mengingatkan tingginya risiko kebakaran akibat kondisi cuaca dan vegetasi yang kering. Ia meminta masyarakat, khususnya pemilik serta pengelola lahan, tidak menggunakan api untuk membuka maupun membersihkan lahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDengan kondisi cuaca dan vegetasi yang kering seperti sekarang, risiko kebakaran sangat tinggi. Kami mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar,\u201d ujarnya, sebagaimana diberitakan Dkisp, Sabtu, (15\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kadis Kehutanan Kaltara juga meminta masyarakat segera melaporkan keberadaan asap ataupun titik api kepada UPTD KPH terdekat maupun pihak berwajib agar penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran membesar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau melihat asap atau titik api, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat sebelum kebakaran meluas,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan titik kebakaran tersebar di beberapa wilayah dan kondisi vegetasi yang kering, kesiapsiagaan petugas serta kecepatan laporan masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah karhutla meluas dan mengancam permukiman maupun lingkungan di Kaltara. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tim gabungan menangani kebakaran di sejumlah titik di Bulungan, Tana Tidung, dan Tarakan dengan sedikitnya 12,2 hektare lahan tercatat terbakar serta kondisi vegetasi kering meningkatkan risiko perluasan api. BULUNGAN\u00a0&#8211; Sedikitnya 12,2 hektare lahan terbakar di sejumlah wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), mencakup Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, dan Kota Tarakan. Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara mengerahkan tim &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":201343,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2256,19,27],"tags":[29302,51176,2580,51181,46654,2889,2491,29305,20126,1530,51177,51178,46655,50562,27444,26000,51180,9824,8861,51179,2717,3904],"class_list":["post-201331","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-bulungan","category-hotnews","category-kalimantan-utara-kaltara","tag-binalatung","tag-brigdalkarhutla","tag-kabupaten-bulungan","tag-desa-kapuak","tag-dishut-kaltara","tag-kalimantan-utara","tag-kaltara","tag-karhutla-kaltara","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kebakaran-lahan","tag-kph-bulungan","tag-kph-tana-tidung","tag-kph-tarakan","tag-nur-laila","tag-pantai-amal","tag-pemadaman-karhutla","tag-selimau","tag-tana-tidung","tag-tanjung-selor","tag-tanjung-selor-timur","tag-tarakan","tag-titik-api"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201331","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=201331"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201331\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":201347,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201331\/revisions\/201347"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/201343"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=201331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=201331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=201331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}