{"id":201827,"date":"2026-08-18T15:09:07","date_gmt":"2026-08-18T07:09:07","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=201827"},"modified":"2026-08-18T15:09:07","modified_gmt":"2026-08-18T07:09:07","slug":"investasi-paser-baru-rp1-triliun-dpmptsp-andalkan-digitalisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/investasi-paser-baru-rp1-triliun-dpmptsp-andalkan-digitalisasi\/","title":{"rendered":"Investasi Paser Baru Rp1 Triliun, DPMPTSP Andalkan Digitalisasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Realisasi investasi Paser hingga Agustus 2026 baru sekitar Rp1 triliun lebih dari target Rp5 triliun, sementara keterbatasan anggaran membuat pengawasan lapangan belum dapat dilakukan dan DPMPTSP mengandalkan sistem digital.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PASER<\/strong> &#8211; Realisasi investasi di Kabupaten Paser hingga Agustus 2026 baru mencapai sekitar Rp1 triliun lebih dari target Rp5 triliun. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Paser menilai kebijakan efisiensi anggaran turut memengaruhi minat investor sekaligus membatasi kegiatan pengawasan investasi di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala DPMPTSP Paser Toto Ifrianto mengatakan capaian investasi tersebut masih jauh dari sasaran yang ditetapkan pada 2026. Menurut dia, kondisi efisiensi turut memengaruhi keputusan investor yang berencana menanamkan modal di Paser.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kalau di investasi sendiri, di Kabupaten Paser memang masih jauh dari target. Karena dengan efisiensi ini memang sangat-sangat berpengaruh kepada investor yang ingin masuk ke Kabupaten Paser. Dari target lima triliun, kami baru mencapai sekitar satu triliunan lebih,&#8221; ungkap Toto, Selasa (18\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain berdampak terhadap upaya pencapaian target investasi, keterbatasan anggaran juga membuat DPMPTSP Paser tidak dapat melakukan pengawasan langsung ke lapangan. Pemantauan sementara mengandalkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang disampaikan pelaku usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pengawasan juga tidak ada penganggaran untuk ke lapangan. Makanya kita sulit untuk meningkatkan prestasi. Jadi, kita hanya bisa mengharapkan dari laporan dari LKPM yang ada di OSS,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah keterbatasan tersebut, DPMPTSP Paser mengandalkan digitalisasi untuk memperluas penyampaian informasi mengenai peluang investasi. Sejak 2025, dinas tersebut telah membangun peta potensi berbasis web yang memuat berbagai data potensi daerah dari sejumlah pemangku kepentingan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Itu yang kita secara bertahap kita masukkan data-data. Nah, itu oleh seluruh publik bisa terlihat dan kita mengharapkan investor bisa melihat dari sistem tersebut,&#8221; jelas Toto.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peta potensi tersebut diarahkan untuk menampilkan peluang investasi di luar sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk pertambangan, perkebunan, serta jasa konstruksi. Data tersebut diharapkan dapat memudahkan calon investor mengenali potensi ekonomi Paser sebelum menentukan rencana penanaman modal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut DPMPTSP Paser, sejumlah perusahaan besar, termasuk Kideco, telah tercatat menyampaikan laporan melalui sistem investasi yang digunakan pemerintah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami mengharapkan investor bisa melihat dari sistem tersebut. Sektornya macam-macam, ada dari pertambangan, perkebunan dan jasa konstruksi,&#8221; Pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">DPMPTSP Paser berharap pemanfaatan informasi potensi investasi secara digital dapat memperluas akses calon investor terhadap peluang usaha di daerah. Upaya tersebut juga diharapkan membantu mengejar kesenjangan antara realisasi investasi saat ini dan target Rp5 triliun hingga akhir 2026. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Realisasi investasi Paser hingga Agustus 2026 baru sekitar Rp1 triliun lebih dari target Rp5 triliun, sementara keterbatasan anggaran membuat pengawasan lapangan belum dapat dilakukan dan DPMPTSP mengandalkan sistem digital. PASER &#8211; Realisasi investasi di Kabupaten Paser hingga Agustus 2026 baru mencapai sekitar Rp1 triliun lebih dari target Rp5 triliun. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":76,"featured_media":201830,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,477],"tags":[14639,9375,51918,51910,51913,51914,174,539,51915,1063,42097,5910,540,42648,51917,51916,51911,51912,40606],"class_list":["post-201827","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-paser","tag-dpmptsp-paser","tag-efisiensi-anggaran","tag-investasi-kalimantan-timur","tag-investasi-paser","tag-investasi-rp5-triliun","tag-investor-paser","tag-jasa-konstruksi","tag-kideco","tag-laporan-kegiatan-penanaman-modal","tag-lkpm","tag-online-single-submission","tag-oss","tag-kabupaten-paser","tag-perkebunan-paser","tag-pertambangan-paser","tag-peta-potensi-investasi","tag-realisasi-investasi-paser-2026","tag-target-investasi-paser","tag-toto-ifrianto"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201827","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/76"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=201827"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201827\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":201854,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201827\/revisions\/201854"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/201830"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=201827"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=201827"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=201827"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}