{"id":201926,"date":"2026-08-19T13:26:04","date_gmt":"2026-08-19T05:26:04","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=201926"},"modified":"2026-08-19T13:26:58","modified_gmt":"2026-08-19T05:26:58","slug":"ulm-didorong-jadi-kampus-percontohan-kelola-sampah-mandiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ulm-didorong-jadi-kampus-percontohan-kelola-sampah-mandiri\/","title":{"rendered":"ULM Didorong Jadi Kampus Percontohan Kelola Sampah Mandiri"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>ULM didorong membangun sistem pengelolaan sampah mandiri hingga 100 persen melalui pendidikan, penelitian, pengabdian, dan keterlibatan aktif mahasiswa<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>BANJARMASIN &#8211;<\/strong> Universitas Lambung Mangkurat (ULM) didorong menjadi salah satu perguruan tinggi percontohan dalam pengelolaan sampah mandiri hingga 100 persen, dengan mengandalkan penguatan sistem, edukasi, penelitian, dan keterlibatan mahasiswa serta masyarakat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dorongan tersebut disampaikan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) Hanif Faisol Nurofiq saat menghadiri rangkaian kegiatan <em>World Cleanup Day<\/em> di lingkungan ULM, Banjarmasin. Menurut Hanif, perguruan tinggi memiliki posisi strategis untuk membangun perubahan perilaku pengelolaan sampah dari lingkungan pendidikan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Hanif menilai persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui intervensi pemerintah. Keterlibatan unsur <em>pentahelix<\/em>, yakni pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dunia usaha, dan media, diperlukan agar pengelolaan sampah berjalan secara terpadu dan berkelanjutan, sebagaimana diberitakan Diskominfomc, Selasa (18\/8\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">\u201cPenanganan sampah tidak mungkin bisa maksimal dan optimal bilamana tidak dilakukan secara bersama-sama secara pentahelik, salah satunya media,\u201d ujar Hanif, Banjarmasin, Selasa (18\/8\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Ia mengatakan, momentum <em>World Cleanup Day<\/em> seharusnya tidak berhenti pada kegiatan membersihkan sampah yang terlihat. Gerakan tersebut perlu diarahkan untuk membentuk kebiasaan masyarakat dalam mengurangi, memilah, dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">\u201cYang harus terus dibangun adalah bagaimana budaya kelola sampah ini harus kita bangun. Tidak hanya terkait dengan sampah yang kelihatan mata, tetapi lebih kepada bagaimana budaya kelola sampah ini harus kita bangun,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Hanif menyebut persoalan sampah nasional masih menghadapi tiga tantangan utama, yakni tata kelola, sistem pengolahan sampah, serta komunikasi, edukasi, dan informasi kepada masyarakat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Untuk itu, ia berharap ULM memanfaatkan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai instrumen memperkuat pengelolaan sampah. Kegiatan mahasiswa, termasuk kuliah kerja nyata (KKN) tematik, dinilai dapat diarahkan untuk menghasilkan edukasi sekaligus praktik pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di lingkungan kampus maupun masyarakat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Hanif optimistis ULM dapat mencapai target pengelolaan sampah mandiri apabila memiliki kepemimpinan yang kuat serta sistem yang disusun secara terencana dan diterapkan secara konsisten.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau masalah sampah, saya rasa semua universitas berangkat pada titik yang sama. Sehingga dengan leader yang cukup kuat, kemudian dibangun sistematis yang sangat mumpuni, saya yakin dan percaya insyaallah ULM dalam waktu yang tidak terlalu lama mampu membangun dirinya menjadi universitas yang berhasil kelola sampah 100 persen,\u201d katanya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Selain kampus, Hanif menyoroti kondisi Banjarmasin yang memiliki karakteristik wilayah sungai. Kondisi tersebut membuat penanganan sampah membutuhkan pendekatan terintegrasi agar sampah tidak berakhir di badan air.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Ia berharap keberhasilan pengelolaan sampah di Banjarmasin dapat menjadi tolok ukur bagi daerah lain di Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga kawasan Kalimantan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau sampah Banjarmasin bisa ditangani serius, saya harap akan menjadi contoh bagi yang lain. Kalau Banjarmasin bisa, mestinya yang lain juga bisa,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dukungan terhadap penguatan peran mahasiswa juga disampaikan Rektor ULM Ahmad Alim Bachri. ULM berencana membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) peduli sampah sebagai wadah keterlibatan mahasiswa dalam pengelolaan lingkungan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">UKM tersebut diharapkan dapat menjadi perwakilan ULM untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah di Kalsel dalam menangani persoalan sampah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">\u201cInsyaallah dalam waktu dekat kita akan segera bentuk salah satu unit kegiatan mahasiswa peduli sampah yang diharapkan akan menjadi duta-duta atau wakil-wakil ULM untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah yang ada di Kalimantan Selatan dalam rangka penanganan sampah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Pembentukan UKM peduli sampah sekaligus diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan langkah tersebut, pengelolaan sampah di lingkungan kampus diharapkan berkembang dari kegiatan sesaat menjadi sistem dan budaya yang berlangsung secara berkelanjutan. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ULM didorong membangun sistem pengelolaan sampah mandiri hingga 100 persen melalui pendidikan, penelitian, pengabdian, dan keterlibatan aktif mahasiswa BANJARMASIN &#8211; Universitas Lambung Mangkurat (ULM) didorong menjadi salah satu perguruan tinggi percontohan dalam pengelolaan sampah mandiri hingga 100 persen, dengan mengandalkan penguatan sistem, edukasi, penelitian, dan keterlibatan mahasiswa serta masyarakat. Dorongan tersebut disampaikan Wakil Menteri Koordinator &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":201927,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2275,17,2276],"tags":[7964,52029,19611,9790,6790,52026,41564,15395,52031,52025,52030,52028,17832,11723,52024,52027],"class_list":["post-201926","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan","category-headlines","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-banjarmasin","tag-edukasi-sampah","tag-hanif-faisol-nurofiq","tag-kalimantan-selatan","tag-kalsel","tag-kampus-percontohan","tag-pengelolaan-lingkungan","tag-pengelolaan-sampah","tag-sampah-banjarmasin","tag-sampah-mandiri","tag-tri-dharma-perguruan-tinggi","tag-ukm-peduli-sampah","tag-ulm","tag-universitas-lambung-mangkurat","tag-wamenko-pangan","tag-world-cleanup-day"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201926","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=201926"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201926\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":201928,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201926\/revisions\/201928"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/201927"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=201926"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=201926"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=201926"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}