{"id":201932,"date":"2026-08-19T13:31:41","date_gmt":"2026-08-19T05:31:41","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=201932"},"modified":"2026-08-19T13:32:51","modified_gmt":"2026-08-19T05:32:51","slug":"pemprov-kalsel-minta-bulog-perkuat-pasokan-beras","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pemprov-kalsel-minta-bulog-perkuat-pasokan-beras\/","title":{"rendered":"Pemprov Kalsel Minta Bulog Perkuat Pasokan Beras"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemprov Kalsel mendorong penguatan pasokan dan distribusi beras serta kerja sama antardaerah untuk menjaga harga pangan dan melindungi daya beli masyarakat.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>BANJARBARU &#8211;<\/strong> Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) meminta Perusahaan Umum (Perum) Bulog memperkuat pasokan dan distribusi pangan untuk meredam tekanan inflasi, setelah beras tercatat sebagai komoditas dengan andil inflasi terbesar kedua di Kalsel setelah emas perhiasan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kalsel Eddy Elminsyah Jaya mengatakan pengendalian harga pangan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama untuk memastikan komoditas yang paling dibutuhkan masyarakat tetap tersedia dengan harga terjangkau.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Pernyataan itu disampaikan Eddy seusai mengikuti Rapat Pengendalian Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) secara virtual melalui <em>Command Center<\/em> Kalsel di Banjarbaru, Selasa (18\/8\/2026), sebagaimana diberitakan Diskominfomc, Selasa (18\/8\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">\u201cInflasi ini tidak hanya pemerintah, tetapi juga multi-stakeholder. Kalau masalah harga beras, kita berharap Bulog juga akan intervensi secara masif,\u201d ujar Eddy.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Menurut Eddy, posisi beras sebagai salah satu penyumbang inflasi menunjukkan pentingnya menjaga kesinambungan pasokan. Intervensi tidak hanya diperlukan pada beras, tetapi juga sejumlah kebutuhan pokok lain yang memiliki tingkat konsumsi tinggi di masyarakat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Ia menyebut Bulog memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan beras, gula, dan minyak goreng. Penguatan distribusi di seluruh kabupaten dan kota di Kalsel dinilai dapat membantu mencegah terjadinya kelangkaan dan lonjakan harga pada komoditas tersebut.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">\u201cKita berharap Bulog tetap masif di kabupaten dan kota Kalimantan Selatan, kalau bisa dimaksimalkan sehingga harga bahan pokok utamanya beras, minyak goreng, gula dan lain sebagainya bisa terkendali,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Selain mengoptimalkan pasokan melalui Bulog, Pemprov Kalsel mendorong pemerintah kabupaten dan kota memperkuat kerja sama distribusi pangan. Kebijakan tersebut diperlukan karena ketersediaan komoditas tidak selalu sama di setiap wilayah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Sejumlah daerah dapat mengalami surplus komoditas tertentu, sedangkan wilayah lain justru menghadapi kekurangan. Kondisi itu, kata Eddy, dapat dimanfaatkan untuk membangun pola distribusi antardaerah sehingga pasokan dari wilayah yang berlebih dapat dialihkan ke daerah yang membutuhkan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">\u201cDaerah yang mengalami suplai bahan pangan seperti bawang merah dan lain sebagainya bisa mengaktifkan Gerakan Pangan Murah dan kerja sama antar daerah. Kita lihat kabupaten\/kota ada yang berlebih dan ada yang kurang,\u201d katanya.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Kerja sama tersebut juga dapat dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah sebagai salah satu instrumen untuk mempertemukan pasokan dan kebutuhan masyarakat. Dengan distribusi yang lebih merata, tekanan kenaikan harga di daerah yang mengalami kekurangan pasokan diharapkan dapat ditekan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Pemprov Kalsel menilai pengendalian inflasi harus dilakukan secara menyeluruh karena kondisi inflasi tingkat provinsi merupakan gambaran dari perkembangan harga di kabupaten dan kota. Karena itu, koordinasi lintas daerah menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas harga pangan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Eddy berharap koordinasi antara Pemprov Kalsel, pemerintah kabupaten dan kota, Bulog, serta pemangku kepentingan lainnya dapat semakin kuat. Stabilnya pasokan pangan diharapkan menjaga harga tetap terjangkau sekaligus melindungi daya beli masyarakat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">\u201cMudah-mudahan ada keseimbangan dengan kerja sama antar daerah tersebut,\u201d harapnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemprov Kalsel mendorong penguatan pasokan dan distribusi beras serta kerja sama antardaerah untuk menjaga harga pangan dan melindungi daya beli masyarakat. BANJARBARU &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) meminta Perusahaan Umum (Perum) Bulog memperkuat pasokan dan distribusi pangan untuk meredam tekanan inflasi, setelah beras tercatat sebagai komoditas dengan andil inflasi terbesar kedua di Kalsel &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":201933,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2279,17,2276],"tags":[7846,5478,31073,15403,52036,8047,3353,14492,25015,9790,6790,52037,14829,9116,29314,28257],"class_list":["post-201932","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarbaru-provinsi-kalimantan-selatan","category-headlines","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-banjarbaru","tag-bulog","tag-daya-beli-masyarakat","tag-distribusi-pangan","tag-eddy-elminsyah-jaya","tag-gerakan-pangan-murah","tag-harga-beras","tag-harga-pangan","tag-inflasi-kalsel","tag-kalimantan-selatan","tag-kalsel","tag-pangan-kalsel","tag-pasokan-beras","tag-pemprov-kalsel","tag-pengendalian-inflasi","tag-stabilitas-pangan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201932","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=201932"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201932\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":201934,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/201932\/revisions\/201934"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/201933"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=201932"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=201932"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=201932"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}