{"id":202066,"date":"2026-08-19T23:11:34","date_gmt":"2026-08-19T15:11:34","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=202066"},"modified":"2026-08-19T23:13:12","modified_gmt":"2026-08-19T15:13:12","slug":"kemnaker-dan-kemenekraf-perkuat-usaha-warga-pascabencana-di-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kemnaker-dan-kemenekraf-perkuat-usaha-warga-pascabencana-di-aceh\/","title":{"rendered":"Kemnaker dan Kemenekraf Perkuat Usaha Warga Pascabencana di Aceh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kemnaker dan Kemenekraf mendorong keterampilan menjahit ready to wear menjadi sumber usaha dan pendapatan baru bagi masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana di Aceh.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>ACEH<\/strong> &#8211; Pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana di Sumatera diperkuat melalui pelatihan keterampilan menjahit pakaian ready to wear yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) di Banda Aceh, Rabu (19\/08\/2026). Program tersebut diarahkan agar peserta tidak hanya memiliki keterampilan produksi, tetapi juga mampu mengembangkannya menjadi sumber pendapatan dan usaha mandiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan bertajuk Lokakarya Teknis Menjahit Pakaian Ready to Wear itu menjadi bagian dari upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera. Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh menjadi salah satu lokasi pelaksanaan sekaligus memberikan dukungan teknis pelatihan vokasi, sementara Kemenekraf menginisiasi kegiatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menilai pemulihan pascabencana tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan kembali infrastruktur dan lingkungan. Penguatan kapasitas masyarakat juga diperlukan agar aktivitas ekonomi dan produktivitas tenaga kerja dapat kembali berjalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBencana tidak hanya meninggalkan dampak terhadap infrastruktur dan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi, mata pencaharian, usaha masyarakat, dan produktivitas tenaga kerja,\u201d ujar Afriansyah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernyataan tersebut disampaikan Afriansyah sebagaimana diberitakan Kemnaker, Rabu, (19\/08\/2026), dalam rangkaian pelaksanaan program peningkatan keterampilan masyarakat pascabencana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Afriansyah, keterampilan menjahit ready to wear memiliki peluang dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif karena dapat menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus membuka kesempatan usaha bagi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menilai Aceh memiliki potensi besar dalam sektor fashion karena didukung kekayaan budaya, motif, kerajinan, kreativitas masyarakat, serta identitas lokal. Potensi tersebut dinilai dapat diolah menjadi produk ekonomi kreatif yang memiliki daya saing apabila didukung peningkatan kompetensi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPotensi tersebut harus diikuti dengan peningkatan kompetensi. Kita tidak cukup hanya menghasilkan produk yang bagus, tetapi harus mampu menghasilkan produk yang berkualitas, memiliki desain menarik, sesuai tren, memiliki identitas, harga kompetitif, dan mampu diterima konsumen,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Afriansyah juga mengapresiasi kolaborasi lintas kementerian dalam program tersebut. Menurut dia, rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar pelatihan yang diberikan kepada masyarakat dapat terhubung dengan potensi ekonomi daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelatihan, lanjutnya, perlu dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan, mulai proses produksi hingga kemampuan mengembangkan dan memasarkan produk. Pendekatan tersebut diharapkan membuat keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti sebatas kemampuan teknis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDari keterampilan menjadi produk, dari produk menjadi usaha, dari usaha menjadi pendapatan, dan dari pendapatan menjadi kemandirian ekonomi. Inilah semangat vokasi yang harus terus kita bangun,\u201d ujar Afriansyah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui penguatan keterampilan tersebut, Kemnaker berharap rehabilitasi pascabencana dapat berjalan seiring dengan pemulihan mata pencaharian masyarakat, sekaligus membuka peluang lahirnya usaha baru berbasis ekonomi kreatif yang memanfaatkan kekuatan budaya dan identitas lokal Aceh. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemnaker dan Kemenekraf mendorong keterampilan menjahit ready to wear menjadi sumber usaha dan pendapatan baru bagi masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana di Aceh. ACEH &#8211; Pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana di Sumatera diperkuat melalui pelatihan keterampilan menjahit pakaian ready to wear yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) di Banda Aceh, Rabu (19\/08\/2026). &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":202076,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9561,17,35],"tags":[8373,22581,21805,52287,52291,52292,39575,33579,15037,21492,52293,43778,19053,18207,52288,40472,52290,31134,52289,10865],"class_list":["post-202066","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-aceh","category-headlines","category-berita-nasional","tag-aceh","tag-afriansyah-noor","tag-banda-aceh","tag-bpvp-banda-aceh","tag-ekonomi-kreatif-aceh","tag-fashion-aceh","tag-kemandirian-ekonomi","tag-kemenekraf","tag-kemnaker","tag-keterampilan-kerja","tag-mata-pencaharian","tag-pelatihan-menjahit","tag-pelatihan-vokasi","tag-pemulihan-ekonomi","tag-ready-to-wear","tag-rehabilitasi-pascabencana","tag-rekonstruksi-pascabencana","tag-usaha-mandiri","tag-vokasi-aceh","tag-wamenaker"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202066","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=202066"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202066\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202081,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202066\/revisions\/202081"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202076"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=202066"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=202066"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=202066"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}