{"id":202085,"date":"2026-08-20T18:46:34","date_gmt":"2026-08-20T10:46:34","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=202085"},"modified":"2026-08-20T18:56:36","modified_gmt":"2026-08-20T10:56:36","slug":"jangkau-pelosok-kutim-dinkes-hadirkan-dokter-spesialis-lewat-pkb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jangkau-pelosok-kutim-dinkes-hadirkan-dokter-spesialis-lewat-pkb\/","title":{"rendered":"Jangkau Pelosok Kutim, Dinkes Hadirkan Dokter Spesialis Lewat PKB"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Penempatan tujuh dokter spesialis di RSUD Muara Bengkal dan program Pelayanan Kesehatan Bergerak menjadi strategi Dinkes Kutim memperluas akses kesehatan, meski rujukan pasien masih terkendala jaringan internet dan transportasi.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI TIMUR\u00a0&#8211;<\/strong> Pemerataan layanan kesehatan di wilayah terpencil Kabupaten Kutai Timur (Kutim) diperkuat dengan penempatan tujuh dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Bengkal sejak April 2026. Pemerintah daerah juga mengandalkan Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) untuk menjangkau kecamatan yang belum memiliki rumah sakit maupun dokter spesialis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kutim Yuwana Sri Kurniawati mengatakan, tujuh dokter spesialis di RSUD Muara Bengkal merupakan tenaga kesehatan yang ditempatkan melalui program penugasan khusus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Alhamdulillah sejak April kemarin sudah terpenuhi kebutuhan dokter spesialisnya, ada tujuh orang, ini penugasan khusus dari provinsi,&#8221; ujar Yuwana saat ditemui di Gedung Serba Guna Sangatta, Rabu (19\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk kecamatan yang belum memiliki rumah sakit maupun dokter spesialis, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim menjalankan PKB secara berkala dan bergiliran. Program tersebut melibatkan rumah sakit terdekat, rumah sakit swasta, hingga organisasi profesi kesehatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kita akan lakukan bersama-sama, misalnya kerja sama dengan rumah sakit terdekat, Sangkulirang atau Kudungga, atau Rumah Sakit Muara Bengkal, bahkan rumah sakit swasta juga kita gandeng,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Yuwana, pelayanan bergerak telah dilaksanakan di Kecamatan Sandaran. Program serupa selanjutnya direncanakan menyasar Kecamatan Batu Ampar, Busang, dan Muara Ancalong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain memperluas jangkauan pelayanan, Dinkes Kutim memastikan masyarakat telah tercakup dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Kutim telah berstatus Universal Health Coverage (UHC), dengan pembiayaan kepesertaan berasal dari pemerintah daerah, peserta mandiri, maupun perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yuwana menegaskan warga yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kutim dapat memperoleh perlindungan melalui skema tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kita Kutai Timur sudah UHC, jadi sudah semua tercover BPJS, dibiayai oleh pemerintah daerah. Yang penting dia punya KTP Kutai Timur, nanti kita akan cover,&#8221;jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski cakupan jaminan kesehatan telah diperluas, sistem rujukan pasien di wilayah terpencil masih menghadapi kendala infrastruktur telekomunikasi. Yuwana mengatakan penerapan Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute) dari Kementerian Kesehatan masih terkendala keterbatasan sinyal internet di sejumlah pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Misalnya dari puskesmas ada kendala sinyalnya, dia mau mengirim online merujuk pasien ke RS Kudungga, ternyata karena sinyalnya tidak ada, ini susah,&#8221;paparnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika Sisrute tidak dapat digunakan, komunikasi rujukan dilakukan secara manual melalui sambungan telepon antarfasilitas kesehatan agar pasien tetap dapat memperoleh pelayanan lanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, RSUD Kudungga sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Kutim telah memiliki sejumlah dokter spesialis serta fasilitas kesehatan yang relatif lengkap, termasuk layanan kateterisasi jantung. Namun, pelayanan kanker tertentu masih harus bergantung pada fasilitas kesehatan di Kota Samarinda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yuwana mengakui Kutim belum memiliki dokter spesialis onkologi maupun fasilitas radioterapi. Kondisi itu menyebabkan pasien yang membutuhkan pelayanan tersebut harus dirujuk ke Samarinda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Persoalan akses juga masih berpengaruh terhadap penanganan kesehatan ibu dan bayi. Yuwana menyebut Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) telah menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tetapi masih menjadi perhatian serius karena jarak dan keterbatasan transportasi dari desa-desa terpencil menuju fasilitas rujukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Masih banyak kasus, misalnya kematian ibu melahirkan karena ternyata perdarahan atau memang bermasalah,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dinkes Kutim karena itu terus menyosialisasikan pentingnya pemeriksaan kehamilan sedikitnya enam kali selama masa kehamilan. Ibu hamil dengan risiko tinggi juga didorong berada lebih dekat dengan fasilitas kesehatan rujukan menjelang perkiraan waktu persalinan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Untuk ibu hamil yang berisiko tinggi, sebelum waktu perkiraan lahir kalau bisa dia sudah berada di tempat yang ada rumah sakit sehingga kalau ada persalinan sebelum waktunya atau berisiko itu bisa segera tertangani,&#8221; pungkasnya. Upaya pemerataan dokter spesialis, pelayanan kesehatan bergerak, serta penguatan sistem rujukan diharapkan dapat mempersempit kesenjangan akses pelayanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan kecamatan terpencil di Kutim. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penempatan tujuh dokter spesialis di RSUD Muara Bengkal dan program Pelayanan Kesehatan Bergerak menjadi strategi Dinkes Kutim memperluas akses kesehatan, meski rujukan pasien masih terkendala jaringan internet dan transportasi. KUTAI TIMUR\u00a0&#8211; Pemerataan layanan kesehatan di wilayah terpencil Kabupaten Kutai Timur (Kutim) diperkuat dengan penempatan tujuh dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Bengkal &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":77,"featured_media":202086,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,26,480],"tags":[52397,52396,4857,2872,52401,34915,52398,52388,10249,45880,52390,846,1699,52389,52402,52391,52392,52395,52399,1885,52387,52400,52394,52393,20468],"class_list":["post-202085","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-timur","tag-akb-kutim","tag-aki-kutim","tag-batu-ampar","tag-bpjs-kesehatan","tag-busang","tag-dinkes-kutim","tag-dokter-onkologi","tag-dokter-spesialis-kutim","tag-jkn","tag-kesehatan-ibu-dan-bayi","tag-kesehatan-wilayah-terpencil","tag-kutai-timur","tag-kutim","tag-layanan-kesehatan-kutim","tag-muara-ancalong","tag-pelayanan-kesehatan-bergerak","tag-pkb-kutim","tag-puskesmas-kutim","tag-radioterapi","tag-rsud-kudungga","tag-rsud-muara-bengkal","tag-sandaran","tag-sisrute","tag-uhc-kutim","tag-yuwana-sri-kurniawati"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202085","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/77"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=202085"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202085\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202175,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202085\/revisions\/202175"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202086"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=202085"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=202085"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=202085"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}