{"id":202100,"date":"2026-08-20T13:38:54","date_gmt":"2026-08-20T05:38:54","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=202100"},"modified":"2026-08-20T13:39:27","modified_gmt":"2026-08-20T05:39:27","slug":"pemprov-kalsel-soroti-konsistensi-chse-untuk-jaga-kualitas-wisata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pemprov-kalsel-soroti-konsistensi-chse-untuk-jaga-kualitas-wisata\/","title":{"rendered":"Pemprov Kalsel Soroti Konsistensi CHSE untuk Jaga Kualitas Wisata"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"660\" data-end=\"1207\"><em>Pemprov Kalsel mendorong 40 pelaku usaha pariwisata di HSS dan HST menjadikan standar CHSE sebagai bagian dari operasional harian, bukan sekadar persyaratan sertifikasi.<\/em><\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"660\" data-end=\"1207\"><strong data-start=\"660\" data-end=\"685\">HULU SUNGAI SELATAN &#8211;<\/strong> Kepatuhan pelaku usaha terhadap standar kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam menjaga kualitas layanan pariwisata. Sebanyak 40 pelaku usaha di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) didorong tidak berhenti pada kepemilikan sertifikasi <em data-start=\"1064\" data-end=\"1127\">Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability<\/em> (CHSE), tetapi menerapkannya secara konsisten dalam kegiatan usaha sehari-hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1209\" data-end=\"1599\">Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan dan pengawasan kepatuhan usaha pariwisata tersertifikasi CHSE yang melibatkan pelaku usaha dari berbagai subsektor, mulai dari hotel, rumah tamu (<em data-start=\"1398\" data-end=\"1411\">guest house<\/em>), restoran, kafe, hingga jasa boga. Kegiatan itu digelar untuk memperkuat pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya standar pelayanan yang aman, nyaman, bersih, sehat, dan berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1601\" data-end=\"1876\">Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kalsel Iwan Fitriady mengatakan standar CHSE tidak semestinya dipandang hanya sebagai persyaratan administratif. Penerapan standar tersebut perlu menjadi bagian dari kebiasaan operasional agar wisatawan memperoleh pengalaman yang berkualitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1878\" data-end=\"2184\">\u201cPariwisata saat ini tidak lagi hanya berbicara mengenai destinasi dan daya tarik wisata, tetapi juga mengenai bagaimana kita mampu memberikan pengalaman yang berkualitas, aman, nyaman, bersih, sehat, dan berkelanjutan kepada wisatawan,\u201d ujar Iwan, sebagaimana diberitakan Diskominfomc, Rabu, (19\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2186\" data-end=\"2438\">Menurut Iwan, perkembangan sektor pariwisata membuat kualitas pelayanan menjadi salah satu unsur penting selain daya tarik destinasi. Karena itu, keberadaan sertifikasi perlu diikuti dengan pelaksanaan standar secara berkelanjutan oleh pengelola usaha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2440\" data-end=\"2771\">Pemerintah juga membuka ruang komunikasi dengan pelaku usaha untuk mengetahui berbagai kendala yang dihadapi dalam menerapkan standar tersebut. Persoalan sumber daya manusia serta ketersediaan sarana dan prasarana menjadi bagian yang dapat dibahas melalui pembinaan agar penerapan CHSE tidak berhenti setelah sertifikasi diperoleh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2773\" data-end=\"3119\">Kegiatan yang mengusung tema \u201cImplementasi CHSE yang Konsisten untuk Mewujudkan Pariwisata yang Aman, Nyaman, dan Berkelanjutan\u201d itu menghadirkan General Manager (GM) Aston Tanjung Novriyandi dan praktisi pariwisata Novyandi Saputa sebagai narasumber. Kegiatan dibuka Iwan didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Gt. M. Yosalvina.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3121\" data-end=\"3331\">Iwan menegaskan bahwa sertifikasi tetap memiliki fungsi sebagai bentuk pengakuan terhadap pemenuhan standar, tetapi manfaat utamanya baru terasa ketika ketentuan tersebut dijalankan dalam pelayanan sehari-hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3333\" data-end=\"3583\">\u201cSertifikasi merupakan salah satu bentuk pengakuan bahwa suatu usaha telah memenuhi standar tertentu. Namun, yang jauh lebih penting adalah bagaimana standar tersebut benar-benar diterapkan secara konsisten dalam operasional sehari-hari,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3585\" data-end=\"3925\">Konsistensi penerapan CHSE diharapkan dapat memperkuat kepercayaan wisatawan sekaligus mendorong pelaku usaha di HSS dan HST meningkatkan kualitas layanan. Dengan demikian, standar kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan tidak hanya menjadi label sertifikasi, tetapi menjadi bagian dari kualitas industri pariwisata daerah. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3927\" data-end=\"3969\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemprov Kalsel mendorong 40 pelaku usaha pariwisata di HSS dan HST menjadikan standar CHSE sebagai bagian dari operasional harian, bukan sekadar persyaratan sertifikasi. HULU SUNGAI SELATAN &#8211; Kepatuhan pelaku usaha terhadap standar kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam menjaga kualitas layanan pariwisata. Sebanyak 40 pelaku usaha &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":202101,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,3030,2276],"tags":[52311,52314,52313,52315,52317,27382,52319,39848,52318,52316,52312,38832],"class_list":["post-202100","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kabupaten-hulu-sungai-selatan-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-chse","tag-dinas-pariwisata-kalsel","tag-dispar-kalsel","tag-iwan-fitriady","tag-pariwisata-aman","tag-pariwisata-berkelanjutan","tag-pariwisata-bersih","tag-pariwisata-kalsel","tag-pariwisata-sehat","tag-pelaku-usaha-pariwisata","tag-sertifikasi-chse","tag-wisata-kalsel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202100","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=202100"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202100\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202102,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202100\/revisions\/202102"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202101"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=202100"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=202100"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=202100"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}