{"id":202126,"date":"2026-08-20T14:11:53","date_gmt":"2026-08-20T06:11:53","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=202126"},"modified":"2026-08-20T14:12:36","modified_gmt":"2026-08-20T06:12:36","slug":"karhutla-picu-kabut-asap-108-sekolah-sarawak-beralih-belajar-dari-rumah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/karhutla-picu-kabut-asap-108-sekolah-sarawak-beralih-belajar-dari-rumah\/","title":{"rendered":"Karhutla Picu Kabut Asap, 108 Sekolah Sarawak Beralih Belajar dari Rumah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"223\" data-end=\"553\"><em>Kabut asap yang berkaitan dengan karhutla di Indonesia membuat kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak memburuk hingga memaksa 108 sekolah ditutup sementara.<\/em><\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"223\" data-end=\"553\"><strong data-start=\"223\" data-end=\"235\">SERIAN &#8211;<\/strong> Kabut asap yang memburuk mendorong penutupan sementara 108 sekolah di Serian, Sarawak, Malaysia, setelah Indeks Polusi Udara (<em data-start=\"362\" data-end=\"383\">Air Pollutant Index<\/em>\/API) di sejumlah wilayah menembus kategori sangat tidak sehat. Selama sekolah ditutup, kegiatan belajar siswa dialihkan ke rumah untuk mengurangi paparan udara tercemar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"555\" data-end=\"762\">Penutupan tersebut dilakukan berdasarkan ketentuan Rencana Aksi Kabut Asap Nasional Malaysia yang menetapkan sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak harus ditutup ketika API mencapai angka 200.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"764\" data-end=\"1109\">&#8220;Berdasarkan Rencana Aksi Kabut Asap Nasional, yang berada di bawah yurisdiksi direktur Dinas Pendidikan Negara Bagian Sarawak, sekolah, taman kanak-kanak dan tempat penitipan anak akan segera ditutup begitu API mencapai 200,&#8221; demikian pernyataan resmi Komite Manajemen Bencana Sarawak sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Kamis, (20\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1111\" data-end=\"1341\">Kualitas udara di Sarawak disebut terus memburuk sejak 1 Agustus. Pada 12 Agustus pukul 16.00 waktu setempat, Tebedu mencatat API 212, sedangkan Serian berada di angka 202. Kedua wilayah tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1343\" data-end=\"1544\">Dalam klasifikasi kualitas udara Malaysia, indeks 0-50 berada dalam kategori sehat, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, sedangkan angka di atas 300 masuk kategori berbahaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1546\" data-end=\"1782\">Selain Tebedu dan Serian, sejumlah wilayah lain di Sarawak juga mencatat kualitas udara dalam kategori sedang. Wilayah tersebut meliputi Miri, Lundu, Lubok Antu, Lawas, Samalaju, Samarahan, Kuching, Sri Aman, Sarikei, Sibu, dan Bintulu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1784\" data-end=\"1985\">Kabut asap tersebut berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang berdampak hingga sejumlah wilayah Malaysia. Kondisi tersebut dilaporkan menyebar ke tujuh wilayah di Sarawak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1987\" data-end=\"2240\">Kementerian Kesehatan Malaysia mengimbau masyarakat yang terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika indeks kualitas udara melebihi 100. Warga juga diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami sesak napas atau batuk berkepanjangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2242\" data-end=\"2578\">Selain imbauan kepada masyarakat, Kementerian Kesehatan Malaysia meningkatkan pengawasan terhadap penyakit yang berkaitan dengan paparan kabut asap. Kesiapan fasilitas kesehatan, ketersediaan obat-obatan, dan tenaga medis juga diperkuat untuk menghadapi kemungkinan peningkatan gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang memburuk. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2580\" data-end=\"2622\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabut asap yang berkaitan dengan karhutla di Indonesia membuat kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak memburuk hingga memaksa 108 sekolah ditutup sementara. SERIAN &#8211; Kabut asap yang memburuk mendorong penutupan sementara 108 sekolah di Serian, Sarawak, Malaysia, setelah Indeks Polusi Udara (Air Pollutant Index\/API) di sejumlah wilayah menembus kategori sangat tidak sehat. Selama sekolah ditutup, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":202127,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[52359,52358,52357,7995,1461,8198,189,20126,19692,52360,17390,245,52356,38198,38140,52354,52355],"class_list":["post-202126","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-108-sekolah-sarawak","tag-api-malaysia","tag-indeks-polusi-udara","tag-indonesia","tag-kabut-asap","tag-kalimantan","tag-karhutla","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kesehatan-masyarakat","tag-komite-manajemen-bencana-sarawak","tag-kualitas-udara","tag-malaysia","tag-polusi-udara","tag-sarawak","tag-sekolah-ditutup","tag-serian","tag-tebedu"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202126","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=202126"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202126\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202128,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202126\/revisions\/202128"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202127"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=202126"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=202126"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=202126"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}