{"id":202161,"date":"2026-08-20T18:56:18","date_gmt":"2026-08-20T10:56:18","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=202161"},"modified":"2026-08-20T18:56:49","modified_gmt":"2026-08-20T10:56:49","slug":"empat-medali-dari-siberia-indonesia-bersinar-di-altaiskaya-regata-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/empat-medali-dari-siberia-indonesia-bersinar-di-altaiskaya-regata-2026\/","title":{"rendered":"Empat Medali dari Siberia, Indonesia Bersinar di Altaiskaya Regata 2026"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tim SUP Indonesia meraih satu emas, dua perak, dan satu perunggu dari nomor sprint dan technical race dalam Altaiskaya Regata 2026 di Barnaul, Rusia.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BARNAUL<\/strong> &#8211; Tim Stand Up Paddle (SUP) Indonesia meraih empat medali, terdiri atas satu emas, dua perak, dan satu perunggu, dalam Altaiskaya Regata 2026 yang berlangsung di Kanal Dayung Barnaul, Rusia, pada 15\u201316 Agustus 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Empat medali tersebut diraih dari nomor sprint 150 meter dan technical race 1.500 meter putra maupun putri. Ajang itu diikuti sekitar 200 atlet dari Rusia, India, Serbia, Afrika Selatan, dan Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Medali emas Indonesia dipersembahkan Gigin Praginanto Tahir pada nomor sprint putra 150 meter. Gigin menjadi wakil Indonesia dengan pencapaian tertinggi dalam kompetisi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada nomor technical race putra 1.500 meter, Septenandov Horomati atau Nando meraih medali perak setelah menuntaskan lintasan yang menuntut daya tahan, kemampuan menentukan jalur, serta menjaga kecepatan saat melewati pelampung penanda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dua medali lainnya disumbangkan Aurel Faustasyah Febriana pada sektor putri. Aurel merebut medali perak nomor sprint 150 meter dan perunggu technical race 1.500 meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Aisya Alzuba finis di posisi keempat pada nomor sprint dan peringkat keenam pada technical race. Hasil tersebut melengkapi penampilan tim Indonesia dalam kompetisi yang mempertemukan atlet dari lima negara itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Stand Up Paddle merupakan olahraga air yang dilakukan dengan berdiri di atas papan dan bergerak menggunakan dayung. Cabang olahraga ini memadukan kemampuan menjaga keseimbangan, kekuatan fisik, teknik mendayung, serta strategi dalam menempuh lintasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Altaiskaya Regata 2026 berlangsung di Kanal Dayung Barnaul yang memiliki panjang sekitar 1.900 meter, lebar 110 meter, dan kedalaman 16\u201318 meter. Kanal tersebut dilengkapi sembilan lintasan dengan sistem Albano dan fasilitas awal lomba otomatis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kanal Dayung Barnaul juga pernah digunakan untuk kompetisi dayung internasional. Berkompetisi di lintasan tersebut memberi kesempatan bagi atlet Indonesia untuk menghadapi karakter perairan dan kondisi pertandingan yang berbeda dari tempat latihan mereka di Tanah Air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain mengejar prestasi, keikutsertaan di Barnaul memberikan kesempatan bagi tim Indonesia untuk berinteraksi dengan atlet dari Rusia, Serbia, India, dan Afrika Selatan. Pertemuan tersebut membuka ruang pertukaran pengalaman mengenai metode latihan, teknik perlombaan, penggunaan peralatan, serta penyelenggaraan kompetisi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perolehan satu emas, dua perak, dan satu perunggu di Altaiskaya Regata 2026 menjadi modal bagi atlet SUP Indonesia untuk meningkatkan pengalaman bertanding dan menghadapi kompetisi internasional berikutnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tim SUP Indonesia meraih satu emas, dua perak, dan satu perunggu dari nomor sprint dan technical race dalam Altaiskaya Regata 2026 di Barnaul, Rusia. BARNAUL &#8211; Tim Stand Up Paddle (SUP) Indonesia meraih empat medali, terdiri atas satu emas, dua perak, dan satu perunggu, dalam Altaiskaya Regata 2026 yang berlangsung di Kanal Dayung Barnaul, Rusia, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":83,"featured_media":202162,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2254],"tags":[52426,52420,52377,50907,52425,52421,52422,52432,52428,52424,52427,52376,52423,52430,52419,52418,52429,52431,52417,52378],"class_list":["post-202161","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-internasional","tag-aisya-alzuba","tag-altaiskaya-regata-2026","tag-altaiskayaregata2026","tag-atlet-indonesia","tag-aurel-faustasyah-febriana","tag-barnaul-rusia","tag-gigin-praginanto-tahir","tag-kanal-dayung-barnaul","tag-medali-indonesia","tag-nando-horomati","tag-olahraga-air-indonesia","tag-prestasiindonesiadidunia","tag-septenandov-horomati","tag-sprint-sup","tag-stand-up-paddle-indonesia","tag-sup-indonesia","tag-sup-rusia","tag-technical-race-sup","tag-tim-sup-indonesia","tag-timsupindonesia"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202161","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/83"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=202161"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202161\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202176,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202161\/revisions\/202176"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202162"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=202161"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=202161"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=202161"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}