{"id":202219,"date":"2026-08-20T21:49:20","date_gmt":"2026-08-20T13:49:20","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=202219"},"modified":"2026-08-20T21:49:20","modified_gmt":"2026-08-20T13:49:20","slug":"sulit-air-jadi-kendala-karhutla-pemkot-palangka-raya-siapkan-solusi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sulit-air-jadi-kendala-karhutla-pemkot-palangka-raya-siapkan-solusi\/","title":{"rendered":"Sulit Air Jadi Kendala Karhutla, Pemkot Palangka Raya Siapkan Solusi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkot Palangka Raya mengusulkan embung portabel, penguatan sumur bor, dan jaringan perpipaan untuk mengatasi keterbatasan sumber air di kawasan rawan karhutla.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PALANGKA RAYA &#8211;<\/strong> Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kawasan rawan di Kota Palangka Raya. Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya mengusulkan pembangunan embung, embung portabel, serta penguatan jaringan sumur bor untuk mempercepat pembasahan lahan gambut yang sulit dijangkau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, kebutuhan infrastruktur air menjadi penting karena sejumlah titik rawan karhutla tidak memiliki sumber air yang memadai untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami sudah mengusulkan, terutama untuk titik-titik yang sulit mendapatkan air. Bisa melalui embung, embung portabel, maupun penguatan sumur bor,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fairid menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Menteri Kehutanan Republik Indonesia (RI) meninjau langsung kebakaran hutan dan lahan gambut di Kelurahan Petuk Katimpun, Palangka Raya, Rabu (19\/08\/2026), sebagaimana dilansir Media Center Palangka Raya, Rabu, (19\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Fairid, pembangunan sumur bor juga perlu dilengkapi dengan sistem perpipaan yang memadai agar distribusi air menuju lokasi kebakaran dapat dilakukan lebih efektif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sarana penampungan air yang bersifat portabel atau dapat dipindahkan juga dinilai menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat respons penanganan karhutla, terutama di kawasan yang tidak memiliki sumber air permanen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain menambah sumber air, Pemkot Palangka Raya juga terus mendorong pembasahan lahan, pembangunan sekat kanal, dan pemanfaatan sumur bor untuk mempertahankan kelembapan gambut sehingga risiko kebakaran dapat ditekan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cProgram pembasahan, sekat kanal, dan sumur bor ini perlu dimaksimalkan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan karhutla,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sejumlah lokasi, pekerjaan pembuatan sekat dan batas kanal telah dilakukan dengan dukungan peralatan dari instansi terkait. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu menahan air sekaligus menyediakan cadangan untuk kebutuhan pembasahan saat kondisi lahan mulai mengering.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fairid menegaskan, penguatan sarana air tidak hanya diperlukan ketika kebakaran sudah terjadi. Infrastruktur tersebut juga dibutuhkan sebagai bagian dari pencegahan jangka menengah agar kawasan rawan dapat segera dibasahi sebelum api muncul dan meluas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemkot Palangka Raya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait dalam menyusun penanganan karhutla secara lebih menyeluruh. Koordinasi tersebut diperlukan karena kebutuhan pembiayaan penanganan karhutla cukup besar, sementara kemampuan anggaran daerah terbatas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui penambahan embung, penguatan sumur bor, pembangunan sistem perpipaan, pembasahan lahan, serta sekat kanal, Pemkot Palangka Raya berharap ketersediaan air di kawasan rawan semakin memadai sehingga penanganan kebakaran lahan gambut dapat dilakukan lebih cepat dan risiko meluasnya karhutla dapat ditekan. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkot Palangka Raya mengusulkan embung portabel, penguatan sumur bor, dan jaringan perpipaan untuk mengatasi keterbatasan sumber air di kawasan rawan karhutla. PALANGKA RAYA &#8211; Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kawasan rawan di Kota Palangka Raya. Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya mengusulkan pembangunan embung, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":202221,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2264],"tags":[52485,22824,38242,20126,26961,52484,3561,41950,15897,46094,25694,44259,35034,52486,4337],"class_list":["post-202219","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah","tag-embung-portabel","tag-fairid-naparin","tag-karhutla-palangka-raya","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kebakaran-lahan-gambut","tag-menteri-kehutanan-ri","tag-palangka-raya","tag-pembasahan-lahan-gambut","tag-pemkot-palangka-raya","tag-penanganan-karhutla","tag-pencegahan-karhutla","tag-petuk-katimpun","tag-sekat-kanal","tag-sumber-air-karhutla","tag-sumur-bor"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202219","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=202219"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202219\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202223,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202219\/revisions\/202223"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202221"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=202219"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=202219"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=202219"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}