{"id":202295,"date":"2026-08-21T12:51:23","date_gmt":"2026-08-21T04:51:23","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=202295"},"modified":"2026-08-21T12:52:25","modified_gmt":"2026-08-21T04:52:25","slug":"teknik-padi-surung-jadi-andalan-kalsel-hadapi-lahan-kering","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/teknik-padi-surung-jadi-andalan-kalsel-hadapi-lahan-kering\/","title":{"rendered":"Teknik Padi Surung Jadi Andalan Kalsel Hadapi Lahan Kering"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"385\" data-end=\"746\"><em>Pemprov Kalsel mengoptimalkan lahan, pompanisasi, benih unggul, alsintan, dan teknik padi surung untuk mengejar target LTT Agustus 2026 sebesar 23.163 hektare.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"385\" data-end=\"746\"><strong>TANAH LAUT<\/strong> &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyiapkan percepatan penanaman padi dan jagung untuk mengejar target Luas Tambah Tanam (LTT) Agustus 2026 sebesar 23.163 hektare. Strategi tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan lahan yang masih memiliki potensi tanam, sumber air, sarana produksi, serta alat dan mesin pertanian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"748\" data-end=\"1072\">Upaya itu dibahas dalam rapat koordinasi dan evaluasi capaian LTT Agustus 2026 yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel (DPKP Kalsel) di Banjarbaru, Kamis (20\/8\/2026). Evaluasi tersebut sekaligus menjadi dasar penyusunan langkah percepatan tanam untuk September dengan target tambahan 4.380 hektare.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1074\" data-end=\"1344\">Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman mengatakan capaian LTT padi pada Agustus telah mendekati separuh target. Namun, kondisi iklim dan keterbatasan air masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah. Informasi tersebut sebagaimana diberitakan Diskominfomc, Kamis (20\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1346\" data-end=\"1589\">\u201cPagi ini kita melaksanakan rapat koordinasi terkait LTT, yaitu Luas Tambah Tanam. Kita melakukan evaluasi terkait bulan Agustus, berapa capaian tanam padi dan jagung di Kalimantan Selatan dan kita merencanakan untuk bulan September,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1591\" data-end=\"1763\">Menurut Syamsir, pemerintah daerah akan memetakan kembali lokasi yang masih memungkinkan untuk ditanami agar target tidak terhambat oleh kondisi lahan dan ketersediaan air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1765\" data-end=\"1856\">\u201cKita berusaha di mana masih ada lokasi-lokasi tanam, kita kumpulkan untuk tanam,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1858\" data-end=\"2090\">Untuk mempercepat realisasi, petani didorong segera mengolah lahan setelah panen. Pemanfaatan sumber air melalui pompanisasi juga akan diperkuat, disertai penggunaan benih unggul dan optimalisasi alat dan mesin pertanian (alsintan).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2092\" data-end=\"2276\">Kepala Seksi (Kasi) Serealia DPKP Kalsel Witnu Susanto menyampaikan target LTT hingga 31 Agustus 2026 ditetapkan 23.163 hektare. Sementara target pada September mencapai 4.380 hektare.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2278\" data-end=\"2544\">Di tengah keterbatasan air, DPKP Kalsel juga mendorong penerapan teknik tanam padi surung pada lahan yang relatif kering. Teknik tersebut memungkinkan petani melakukan penanaman terlebih dahulu sambil menunggu hujan sehingga tanaman dapat tumbuh ketika air tersedia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2546\" data-end=\"2731\">\u201cKalau airnya tersedia, mekanismenya sementara tanam tetap tanam, tapi itu tanam padi surung. Jadi di lahan kering tetap ditugal, nanti saat hujan datang akan tumbuh kembali,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2733\" data-end=\"2958\">Selain mengejar target LTT, DPKP Kalsel bersama Kementerian Pertanian melalui Direktorat Lahan dan Irigasi Pertanian juga melakukan identifikasi serta penyelesaian lahan yang berpotensi dikembangkan menjadi areal cetak sawah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2960\" data-end=\"3200\">Seluruh pemerintah kabupaten\/kota di Kalsel diminta menindaklanjuti hasil koordinasi dengan memperbarui data LTT, mempercepat penanaman sesuai potensi wilayah, serta memaksimalkan lahan yang memiliki sumber air dan kesiapan sarana produksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3202\" data-end=\"3532\">Rangkaian percepatan tersebut dilanjutkan dengan agenda penanaman pada Jumat (21\/8\/2026) di kawasan cetak sawah Batibati, Kabupaten Tanah Laut (Tala), dengan luas lahan lebih dari 300 hektare. Pemprov Kalsel berharap langkah tersebut dapat menjaga produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3534\" data-end=\"3576\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemprov Kalsel mengoptimalkan lahan, pompanisasi, benih unggul, alsintan, dan teknik padi surung untuk mengejar target LTT Agustus 2026 sebesar 23.163 hektare. TANAH LAUT &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyiapkan percepatan penanaman padi dan jagung untuk mengejar target Luas Tambah Tanam (LTT) Agustus 2026 sebesar 23.163 hektare. Strategi tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan lahan yang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":202296,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2276,2277],"tags":[7019,38665,3891,35331,9687,9790,6790,4538,52586,52587,46619,2092,52588,9116,306,44435,2093,8568,35330,8829],"class_list":["post-202295","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-selatan-kalsel","category-kabupaten-tanah-laut-provinsi-kalimantan-selatan","tag-alsintan","tag-batibati","tag-cetak-sawah","tag-dpkp-kalsel","tag-jagung","tag-kalimantan-selatan","tag-kalsel","tag-ketahanan-pangan","tag-ltt","tag-ltt-kalsel","tag-luas-tambah-tanam","tag-padi","tag-padi-surung","tag-pemprov-kalsel","tag-pertanian","tag-pertanian-kalsel","tag-petani","tag-pompanisasi","tag-syamsir-rahman","tag-tanah-laut"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202295","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=202295"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202295\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202297,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202295\/revisions\/202297"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202296"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=202295"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=202295"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=202295"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}