{"id":202349,"date":"2026-08-21T20:55:41","date_gmt":"2026-08-21T12:55:41","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=202349"},"modified":"2026-08-21T20:59:25","modified_gmt":"2026-08-21T12:59:25","slug":"hotspot-sanggau-capai-16-hektare-seluruhnya-di-lahan-pertanian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hotspot-sanggau-capai-16-hektare-seluruhnya-di-lahan-pertanian\/","title":{"rendered":"Hotspot Sanggau Capai 1,6 Hektare, Seluruhnya di Lahan Pertanian"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tiga hotspot seluas total sekitar 1,6 hektare terdeteksi di lahan pertanian Kecamatan Sekayam, dengan satu titik kategori tinggi dan dua kategori sedang yang kemudian diverifikasi langsung untuk mencegah karhutla meluas.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SANGGAU<\/strong> &#8211; Tiga titik panas atau hotspot dengan total luasan sekitar 1,6 hektare terpantau di lahan pertanian warga Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (20\/08\/2026). Satu titik masuk kategori tinggi (high) dan dua lainnya kategori sedang (medium), sehingga Kepolisian Sektor (Polsek) Sekayam melakukan verifikasi langsung untuk memastikan kondisi api sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketiga titik panas tersebut terpantau melalui aplikasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Fire Hotspot, Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI), serta Lancang Kuning. Verifikasi lapangan dilakukan mulai sekitar pukul 16.00 WIB dengan mendatangi lokasi berdasarkan koordinat yang terdeteksi sistem pemantauan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Titik pertama berada di Dusun Raut Muara, Desa Raut Muara, dengan luas sekitar 0,8 hektare. Lahan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan pertanian, terutama penanaman padi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dua titik lainnya berada di Desa Malenggang, masing-masing di Dusun Miruk dengan luas sekitar 0,5 hektare dan Dusun Sungai Daun sekitar 0,3 hektare. Kedua lokasi itu juga merupakan lahan pertanian warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sekayam Sutikno memimpin pengecekan bersama empat personel Polsek Sekayam. Pemeriksaan dilakukan karena informasi titik panas dari aplikasi masih memerlukan verifikasi kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSetiap informasi hotspot harus kita tindak lanjuti dengan pengecekan langsung. Kami ingin memastikan apakah benar terdapat api di titik tersebut, bagaimana kondisi lahannya dan apakah masih ada potensi api yang dapat meluas. Ini merupakan langkah pencegahan agar situasi tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,\u201d ujar AKP Sutikno, sebagaimana diberitakan Humas Polres Sanggau, Kamis, (20\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain mengecek keberadaan api dan kondisi lahan, personel melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan perangkat desa dan masyarakat setempat. Petugas juga menggali informasi mengenai aktivitas pengelolaan lahan untuk mengetahui latar belakang munculnya titik panas yang terpantau sistem.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasil pengecekan menunjukkan ketiga lokasi dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, antara lain penanaman padi, cabai, dan jagung. Aktivitas pembukaan maupun pengelolaan lahan dilakukan masyarakat secara gotong royong serta telah dikoordinasikan dengan perangkat desa dan pengurus adat setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDari hasil pengecekan, lahan tersebut digunakan untuk kegiatan pertanian dan luas lahan yang dibakar tidak melebihi sekitar dua hektare. Masyarakat juga melakukan pembakaran secara gotong royong dengan menggunakan peralatan sederhana seperti ember dan solo. Meski demikian, kami tetap mengingatkan agar setiap kegiatan pembukaan lahan dilakukan dengan sangat hati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca serta lingkungan sekitar,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sutikno mengingatkan keberadaan titik panas tidak boleh dianggap remeh karena perubahan kondisi cuaca dapat meningkatkan risiko api menjalar ke lahan di sekitarnya. Pengawasan dan kesiapsiagaan dinilai perlu dilakukan bersama oleh kepolisian, pemerintah desa, masyarakat, serta unsur terkait.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYang paling utama adalah memastikan api benar-benar padam dan tidak menyisakan bara yang berpotensi kembali menyala. Kami mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan api atau asap dan tidak melakukan pembakaran yang berisiko menimbulkan kebakaran. Pencegahan akan jauh lebih efektif apabila dilakukan bersama-sama,\u201d tegas AKP Sutikno.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Verifikasi tiga hotspot tersebut menjadi bagian dari penguatan deteksi dini karhutla di Sekayam. Pemanfaatan data pemantauan yang disertai pengecekan langsung diharapkan mempercepat respons terhadap potensi kebakaran serta mencegah api berkembang menjadi karhutla yang lebih luas. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tiga hotspot seluas total sekitar 1,6 hektare terdeteksi di lahan pertanian Kecamatan Sekayam, dengan satu titik kategori tinggi dan dua kategori sedang yang kemudian diverifikasi langsung untuk mencegah karhutla meluas. SANGGAU &#8211; Tiga titik panas atau hotspot dengan total luasan sekitar 1,6 hektare terpantau di lahan pertanian warga Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":202351,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2273,38],"tags":[45196,30872,52680,52681,52682,41312,183,4861,45208,20126,39295,19234,47485,25694,18611,6022,41316,30873,52679],"class_list":["post-202349","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sanggau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-brin-fire-hotspot","tag-desa-malenggang","tag-desa-raut-muara","tag-dusun-miruk","tag-dusun-sungai-daun","tag-hotspot-sanggau","tag-kalbar","tag-kalimantan-barat","tag-karhutla-sanggau","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kecamatan-sekayam","tag-lahan-pertanian","tag-lancang-kuning","tag-pencegahan-karhutla","tag-polsek-sekayam","tag-sanggau","tag-sipongi","tag-sutikno","tag-titik-panas-sekayam"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202349","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=202349"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202349\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202363,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202349\/revisions\/202363"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202351"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=202349"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=202349"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=202349"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}