{"id":202407,"date":"2026-08-21T22:48:27","date_gmt":"2026-08-21T14:48:27","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=202407"},"modified":"2026-08-21T23:04:11","modified_gmt":"2026-08-21T15:04:11","slug":"akses-sulit-petugas-jalan-kaki-1-kilometer-padamkan-karhutla-bulungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/akses-sulit-petugas-jalan-kaki-1-kilometer-padamkan-karhutla-bulungan\/","title":{"rendered":"Akses Sulit, Petugas Jalan Kaki 1 Kilometer Padamkan Karhutla Bulungan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Sebanyak 40 personel Ditsamapta Polda Kaltara menangani karhutla seluas sekitar 4,1 hektare di tiga lokasi di Bulungan, termasuk menempuh perjalanan kaki satu kilometer karena akses kendaraan terhalang medan sulit.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BULUNGAN<\/strong> &#8211; Medan sulit dan akses kendaraan yang terhalang semak belukar menjadi tantangan dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga lokasi di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara). Sebanyak 40 personel Direktorat Samapta (Ditsamapta) Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara bahkan harus berjalan kaki sekitar satu kilometer untuk mencapai dua titik kebakaran, Kamis (20\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tiga lokasi yang ditangani mencakup lahan seluas sekitar 4,1 hektare. Kebakaran terjadi di Desa Tanjung Agung, Rukun Tetangga (RT) 9, Kecamatan Tanjung Palas Timur, seluas sekitar satu hektare, serta dua lokasi di Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor, masing-masing sekitar 1,4 hektare dan 1,7 hektare di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penanganan dimulai sekitar pukul 15.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA) dengan melibatkan 40 personel yang dipimpin Andreas Deddy Wijaya. Petugas melakukan pemadaman, pendinginan, penyisiran, dan pemantauan untuk mencegah api kembali muncul maupun meluas ke area lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi medan menjadi kendala terutama pada lokasi kedua dan ketiga. Kendaraan tidak dapat mencapai titik api karena akses tertutup semak belukar sehingga personel melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar satu kilometer sambil membawa peralatan pemadaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam operasi tersebut, petugas menggunakan kendaraan pemadam karhutla, pompa pemadam, fire hose, nozzle, floating pump, serta sejumlah peralatan pendukung lainnya, sebagaimana diberitakan Fokusborneo, Jumat, (21\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketersediaan air juga berbeda di setiap lokasi. Pada titik pertama, petugas memanfaatkan tangki penampungan air milik masyarakat. Sementara itu, pasokan air di lokasi kedua berasal dari tangki air, sedangkan pemadaman di lokasi ketiga mengandalkan anak sungai dengan bantuan floating pump.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski menghadapi keterbatasan akses, seluruh titik api berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan pendinginan pada lahan terbakar untuk mengantisipasi api kembali menyala akibat bara yang masih tersisa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ditsamapta Polda Kaltara turut berkoordinasi dengan masyarakat di sekitar lokasi untuk melanjutkan pemantauan terhadap area yang telah dipadamkan. Langkah tersebut dilakukan agar kemunculan kembali api dapat diketahui dan ditangani lebih cepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak terdapat korban jiwa dalam kebakaran maupun proses pemadaman tersebut. Pemantauan lanjutan bersama masyarakat diharapkan dapat mencegah kebakaran kembali terjadi sekaligus menekan risiko meluasnya karhutla di wilayah Bulungan. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebanyak 40 personel Ditsamapta Polda Kaltara menangani karhutla seluas sekitar 4,1 hektare di tiga lokasi di Bulungan, termasuk menempuh perjalanan kaki satu kilometer karena akses kendaraan terhalang medan sulit. BULUNGAN &#8211; Medan sulit dan akses kendaraan yang terhalang semak belukar menjadi tantangan dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga lokasi di Kabupaten Bulungan, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":202408,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2256,19,27],"tags":[52761,52759,52758,2580,51808,52756,52755,52762,2889,2491,52760,51809,20126,24712,51810,26000,6381,31105,8861,52757],"class_list":["post-202407","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-bulungan","category-hotnews","category-kalimantan-utara-kaltara","tag-1-hektare","tag-40-personel","tag-andreas-deddy-wijaya","tag-kabupaten-bulungan","tag-desa-apung","tag-desa-tanjung-agung","tag-ditsamapta-polda-kaltara","tag-floating-pump","tag-kalimantan-utara","tag-kaltara","tag-karhutla-4","tag-karhutla-bulungan","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kebakaran-kaltara","tag-kebakaran-lahan-bulungan","tag-pemadaman-karhutla","tag-polda-kaltara","tag-tanjung-palas-timur","tag-tanjung-selor","tag-titik-api-bulungan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202407","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=202407"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202407\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202419,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202407\/revisions\/202419"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202408"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=202407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=202407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=202407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}