{"id":202522,"date":"2026-08-22T22:54:43","date_gmt":"2026-08-22T14:54:43","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=202522"},"modified":"2026-08-22T22:54:43","modified_gmt":"2026-08-22T14:54:43","slug":"karhutla-sampit-meluas-12-titik-api-ditangani-bersamaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/karhutla-sampit-meluas-12-titik-api-ditangani-bersamaan\/","title":{"rendered":"Karhutla Sampit Meluas, 12 Titik Api Ditangani Bersamaan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kemunculan kembali api di lokasi yang telah dipadamkan memicu dugaan pembakaran disengaja ketika petugas harus menangani sedikitnya 12 titik karhutla di sekitar Sampit.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KOTAWARINGIN TIMUR<\/strong>\u00a0&#8211; Munculnya kembali titik api di sekitar lahan yang sebelumnya telah dipadamkan memunculkan dugaan adanya pembakaran secara sengaja di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Pada Jumat (21\/08\/2026), sedikitnya 12 titik kebakaran di sekitar kawasan Kota Sampit harus ditangani secara bersamaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bupati Kotim Halikinnor menyoroti pola kemunculan api baru saat meninjau kawasan karhutla di Lingkar Utara Sampit. Menurut dia, kebakaran memang dapat kembali meluas akibat kondisi lahan yang kering dan tiupan angin, tetapi munculnya api di sekitar lokasi yang sebelumnya telah dipadamkan perlu mendapat perhatian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Halikinnor mengatakan, sebagaimana diwartakan Berita Sampit, Jumat, (21\/08\/2026), pemerintah tidak menutup kemungkinan adanya pihak yang sengaja melakukan pembakaran lahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan-jangan ada yang memang sengaja membakar. Karena setelah padam, ternyata di sebelah itu tahu-tahu muncul lagi api,\u201d ujar Halikinnor saat meninjau lokasi karhutla di kawasan Lingkar Utara Sampit, Jumat 21 Agustus 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia meminta masyarakat meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan masing-masing dan tidak sepenuhnya menyerahkan pencegahan karhutla kepada petugas. Warga yang melihat aktivitas mencurigakan diminta segera menyampaikan informasi kepada aparat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau menemukan yang sengaja membakar, tolong dilaporkan ke aparat penegak hukum,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan sejumlah instansi terkait terus melakukan pemadaman dari siang hingga malam. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) juga dikerahkan untuk membantu, terutama dalam memasok air ke lokasi kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, penanganan di lapangan menghadapi tekanan karena jumlah titik api terus bertambah. Sedikitnya 12 titik kebakaran di sekitar kawasan kota harus ditangani secara bersamaan pada Jumat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain banyaknya lokasi kebakaran, keterbatasan sumber air menjadi kendala bagi petugas. Cuaca panas dan angin yang cukup kuat turut meningkatkan risiko api menjalar lebih cepat ke lahan di sekitarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi tersebut membuat keterlibatan masyarakat dinilai semakin penting, baik untuk melaporkan dugaan pembakaran maupun mencegah api kecil berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Pemerintah berharap pengawasan bersama dapat membantu menekan kemunculan titik api baru sekaligus mempercepat pengendalian karhutla di Kotim. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemunculan kembali api di lokasi yang telah dipadamkan memicu dugaan pembakaran disengaja ketika petugas harus menangani sedikitnya 12 titik karhutla di sekitar Sampit. KOTAWARINGIN TIMUR\u00a0&#8211; Munculnya kembali titik api di sekitar lahan yang sebelumnya telah dipadamkan memunculkan dugaan adanya pembakaran secara sengaja di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":202524,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2259,2266],"tags":[52941,49082,17386,189,20126,36496,8824,4158,52939,21875,4220,52942,4159,5781,8859,52940,1792],"class_list":["post-202522","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah","tag-12-titik-api","tag-bupati-kotim","tag-halikinnor","tag-karhutla","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kebakaran-lahan-kotim","tag-kotawaringin-timur","tag-kotim","tag-lingkar-utara-sampit","tag-opd-kotim","tag-pembakaran-lahan","tag-pembakaran-sengaja","tag-pemkab-kotim","tag-polri","tag-sampit","tag-titik-api-sampit","tag-tni"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202522","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=202522"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202522\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202527,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202522\/revisions\/202527"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202524"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=202522"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=202522"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=202522"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}