{"id":202547,"date":"2026-08-22T23:37:59","date_gmt":"2026-08-22T15:37:59","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=202547"},"modified":"2026-08-22T23:37:59","modified_gmt":"2026-08-22T15:37:59","slug":"karhutla-hanguskan-2-hektare-lahan-di-tabang-api-masih-berpotensi-membesar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/karhutla-hanguskan-2-hektare-lahan-di-tabang-api-masih-berpotensi-membesar\/","title":{"rendered":"Karhutla Hanguskan 2 Hektare Lahan di Tabang, Api Masih Berpotensi Membesar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Sekitar dua hektare lahan perkebunan kelapa sawit di Tabang terbakar setelah titik panas terdeteksi melalui aplikasi Lembuswana, sementara petugas masih mewaspadai api kembali membesar akibat kondisi lahan gambut.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI KARTANEGARA<\/strong> &#8211; Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan sekitar dua hektare areal perkebunan kelapa sawit di Desa Buluk Sen, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), masih berpotensi kembali membesar meski sebagian besar titik api telah dipadamkan, Jumat (21\/08\/2026). Kondisi lahan gambut dan sulitnya akses menuju lokasi menjadi kendala dalam memastikan api benar-benar padam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebakaran terjadi di areal perkebunan kelapa sawit Perseroan Terbatas (PT) Ade Putra Tanrajeng (APT), Kilometer 10 Jalan Masyarakat. Titik panas (hotspot) kategori sedang terdeteksi melalui aplikasi Lembuswana sekitar pukul 16.45 WITA.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah menerima informasi tersebut, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Tabang mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta pihak perusahaan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merembet ke kawasan lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan keterangan kepolisian, sebagaimana dilansir Polres Kutai Kartanegara, Jumat, (21\/08\/2026), luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar dua hektare. Sebagian besar api berhasil dikendalikan, tetapi petugas masih menemukan sejumlah titik yang berpotensi kembali menyala.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi gambut menjadi perhatian karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah meskipun kobaran di permukaan terlihat telah padam. Petugas karena itu tetap melakukan pemantauan untuk mencegah munculnya kembali titik api dan meluasnya kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya pemadaman melibatkan personel Polsek Tabang, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) Tabang, serta karyawan dan petugas keamanan PT Rea Kaltim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran. Informasi awal yang diterima petugas mengarah pada dugaan aktivitas pembersihan lahan dengan cara dibakar oleh masyarakat, tetapi dugaan tersebut masih harus dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tabang Yohan Lihu menyatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk menangani dan mencegah karhutla sekaligus mendalami penyebab kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polsek Tabang bersama TNI dan pihak perusahaan tetap bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi api kembali membesar maupun merembet ke kawasan sekitar. Pengawasan terutama difokuskan pada titik-titik yang belum sepenuhnya aman akibat karakteristik lahan gambut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polsek Tabang juga mengimbau masyarakat tidak membersihkan atau membuka lahan dengan cara membakar karena api dapat menyebar dan membahayakan lingkungan serta permukiman di sekitarnya. Pemantauan di lokasi akan terus dilakukan hingga petugas memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran lanjutan. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekitar dua hektare lahan perkebunan kelapa sawit di Tabang terbakar setelah titik panas terdeteksi melalui aplikasi Lembuswana, sementara petugas masih mewaspadai api kembali membesar akibat kondisi lahan gambut. KUTAI KARTANEGARA &#8211; Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan sekitar dua hektare areal perkebunan kelapa sawit di Desa Buluk Sen, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":202555,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,26,33],"tags":[52990,52985,50395,5544,1656,50394,52986,26961,52991,11267,560,561,26000,4220,48710,52988,52989,52987,1792,49999],"class_list":["post-202547","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-kartanegara","tag-aplikasi-lembuswana","tag-desa-buluk-sen","tag-hotspot-kukar","tag-kalimantan-timur","tag-kaltim","tag-karhutla-kukar","tag-karhutla-tabang","tag-kebakaran-lahan-gambut","tag-kebakaran-perkebunan-sawit","tag-kecamatan-tabang","tag-kukar","tag-kutai-kartanegara","tag-pemadaman-karhutla","tag-pembakaran-lahan","tag-polsek-tabang","tag-pt-ade-putra-tanrajeng","tag-pt-rea-kaltim","tag-titik-panas-tabang","tag-tni","tag-yohan-lihu"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202547","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=202547"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202547\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202556,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202547\/revisions\/202556"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202555"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=202547"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=202547"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=202547"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}