{"id":202565,"date":"2026-08-22T20:41:25","date_gmt":"2026-08-22T12:41:25","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=202565"},"modified":"2026-08-22T23:59:55","modified_gmt":"2026-08-22T15:59:55","slug":"3-titik-panas-kepung-kaltara-kabut-asap-ganggu-jarak-pandang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/3-titik-panas-kepung-kaltara-kabut-asap-ganggu-jarak-pandang\/","title":{"rendered":"3 Titik Panas Kepung Kaltara, Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>BMKG mendeteksi 33 titik panas kategori sedang di Bulungan, Malinau, dan Tarakan ketika kabut asap akibat karhutla menurunkan jarak pandang di Kaltara hingga sekitar 3\u20134 kilometer.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BULUNGAN<\/strong> &#8211; Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menekan jarak pandang di sejumlah wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) hingga sekitar 3\u20134 kilometer, Jumat (21\/8\/2026). Kondisi tersebut terjadi ketika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 33 titik panas kategori sedang yang tersebar di tiga kabupaten\/kota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebanyak 33 titik panas tersebut terpantau melalui satelit Terra, Aqua, Suomi National Polar-orbiting Partnership (S-NPP), dan National Oceanic and Atmospheric Administration-20 (NOAA-20). Sebarannya berada di Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, dan Kota Tarakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan Dewi Paramitha, sebagaimana dilansir Antara, Jumat, (21\/08\/2026), mengatakan puluhan titik panas masih terdeteksi di Kaltara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAda 33 titik panas di Kaltara berdasarkan Satelit Tera, Aqua, S-NPP dan NOAA20,\u201d ujar Dewi Paramitha, Forcaster BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan di Tanjung Selor, Jumat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di wilayah Bulungan, titik panas antara lain terpantau di Tanjung Selor, Tanjung Palas, Tanjung Palas Timur, dan Peso Hilir. Titik panas juga masih terdeteksi di Tarakan dan Malinau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMasih tercatat titik panas di beberapa wilayah di Kaltara hari ini seperti di wilayah Tarakan, Malinau dan di Bulungan ada di Tanjung Selor, Tanjung Palas, Tanjung Palas Timur serta di Peso Hilir,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karhutla yang terjadi di Kaltara dan sejumlah wilayah lain di Kalimantan turut berdampak terhadap kualitas udara dan jarak pandang. BMKG mencatat jarak pandang di Kaltara berada pada kisaran 3\u20134 kilometer akibat kabut asap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUntuk jarak pandang saat ini 3-4 meter yang mana untuk penerbangan khususnya pesawat besar tidak direkomendasikan,\u201d ujar dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Potensi bertambahnya titik panas masih menjadi perhatian karena prakiraan cuaca pada 22\u201323 Agustus 2026 menunjukkan sebagian wilayah Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, dan Malinau umumnya berada dalam kondisi cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, peluang hujan masih terdapat di beberapa wilayah Tana Tidung dan Malinau, terutama pada malam hingga dini hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUntuk wilayah Tana Tidung dan Malinau berpotensi hujan ringan dan hujan disertai petir pada malam dan juga dini hari di beberapa wilayah,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah meningkatnya potensi karhutla pada musim kemarau dan fenomena El Nino, Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, menurut Zainal, telah menggerakkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kehutanan (Dishut) untuk melakukan sosialisasi sekaligus penanganan karhutla di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita berikan imbauan kepada masyarakat tentunya melalui dinas terkait, terutama BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan Dinas Kehutanan (Dishut),\u201d ujarnya di Tanjung Selor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Zainal menekankan larangan pembakaran lahan karena musim kemarau telah berlangsung sekitar satu bulan di Kaltara. Kebakaran dinilai tidak hanya mengancam kawasan hutan, tetapi juga memperburuk kualitas udara akibat kabut asap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita imbau untuk tidak membakar-bakar lagi. Karena ini sangat berbahaya dan akan berdampak luas, terutama habisnya lahan-lahan hutan kita, kemudian juga kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran ini akan merusak udara di sini,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BPBD dan Dishut Kaltara juga telah disiagakan dan diterjunkan ke sejumlah lokasi untuk melakukan pemadaman serta mencegah kebakaran meluas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJadi kita melalui dua dinas ini memberikan pemahaman dan imbauan kepada masyarakat untuk hati-hati terkait potensi bahaya kebakaran di saat cuaca panas seperti sekarang,\u201d kata Zainal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan puluhan titik panas yang masih terdeteksi dan kondisi cuaca yang didominasi cerah hingga cerah berawan, kewaspadaan terhadap karhutla tetap diperlukan. Pencegahan pembakaran lahan dan respons cepat di titik kebakaran menjadi penting untuk menekan meluasnya kabut asap serta dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, dan aktivitas transportasi udara. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BMKG mendeteksi 33 titik panas kategori sedang di Bulungan, Malinau, dan Tarakan ketika kabut asap akibat karhutla menurunkan jarak pandang di Kaltara hingga sekitar 3\u20134 kilometer. BULUNGAN &#8211; Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menekan jarak pandang di sejumlah wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) hingga sekitar 3\u20134 kilometer, Jumat (21\/8\/2026). Kondisi tersebut terjadi ketika &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":202573,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2256,17,27],"tags":[828,10110,2580,53021,46654,16365,53023,4336,1461,2889,2491,29305,20126,2705,17121,9951,53024,9824,8861,2717,53022,34867],"class_list":["post-202565","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-bulungan","category-headlines","category-kalimantan-utara-kaltara","tag-bmkg","tag-bpbd-kaltara","tag-kabupaten-bulungan","tag-dewi-paramitha","tag-dishut-kaltara","tag-el-nino","tag-hotspot-kaltara","tag-jarak-pandang","tag-kabut-asap","tag-kalimantan-utara","tag-kaltara","tag-karhutla-kaltara","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-malinau","tag-musim-kemarau","tag-pemprov-kaltara","tag-penerbangan-kaltara","tag-tana-tidung","tag-tanjung-selor","tag-tarakan","tag-titik-panas-kaltara","tag-zainal-a-paliwang"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202565","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=202565"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202565\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202574,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202565\/revisions\/202574"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202573"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=202565"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=202565"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=202565"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}