{"id":202682,"date":"2026-08-24T14:04:50","date_gmt":"2026-08-24T06:04:50","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=202682"},"modified":"2026-08-24T14:05:52","modified_gmt":"2026-08-24T06:05:52","slug":"tak-sekadar-aplikasi-si-pesan-pena-libatkan-warga-hingga-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tak-sekadar-aplikasi-si-pesan-pena-libatkan-warga-hingga-desa\/","title":{"rendered":"Tak Sekadar Aplikasi, SI PESAN PENA Libatkan Warga hingga Desa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>SI PESAN PENA 2.0 di HSU menggabungkan teknologi, deteksi dini, pemetaan wilayah, dan jejaring desa untuk mempercepat perlindungan perempuan serta anak.<\/em><\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\"><strong>HULU SUNGAI UTARA &#8211;<\/strong> Perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan (Kalsel), diperkuat melalui jejaring desa yang terhubung dengan SI PESAN PENA 2.0. Sistem ini tidak hanya menyediakan kanal pengaduan berbasis teknologi, tetapi juga mengandalkan kader, relawan, Posyandu, serta aparat desa agar warga yang belum memiliki akses teknologi tetap mendapatkan pendampingan.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) HSU mengembangkan SI PESAN PENA atau Sistem Informasi dan Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak sejak 2022. Inovasi tersebut kini berkembang dari penggunaan <em>barcode<\/em> dan stiker informasi perlindungan menjadi sistem yang memadukan skrining dini, pengaduan, edukasi, pemetaan wilayah, serta jejaring perlindungan di tingkat masyarakat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Transformasi tersebut diarahkan untuk menjangkau kasus kekerasan yang selama ini tidak terungkap karena dianggap sebagai persoalan rumah tangga, aib keluarga, atau karena korban dan masyarakat tidak mengetahui tempat untuk meminta pertolongan. Kekerasan yang menjadi perhatian mencakup kekerasan fisik, psikis, seksual, ekonomi, eksploitasi, penelantaran, perundungan, hingga perkawinan anak.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Dalam pengembangannya, SI PESAN PENA 2.0 memungkinkan pengaduan dilengkapi informasi lokasi. Data yang terkumpul kemudian dapat dipetakan berdasarkan wilayah sehingga pemerintah tidak hanya mengetahui jumlah kasus, tetapi juga melihat wilayah yang membutuhkan perhatian lebih besar.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Pendekatan berbasis desa menjadi salah satu penguat sistem tersebut. Jejaring perlindungan melibatkan Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA), Posyandu, kader, Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Keluarga berbasis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA), hingga aparat desa.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Model tersebut membuat teknologi berfungsi sebagai pendukung layanan, bukan pengganti peran masyarakat. Warga yang tidak memiliki gawai tetap dapat memperoleh akses bantuan melalui jejaring perlindungan yang berada di lingkungan terdekat.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Sistem perlindungan itu juga diperkuat Peraturan Bupati (Perbup) HSU Nomor 9 Tahun 2026 tentang perlindungan khusus bagi anak. Regulasi tersebut menjadi landasan bagi pengembangan ekosistem perlindungan perempuan dan anak di daerah.<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">\u201cSI PESAN PENA hadir bukan hanya untuk menunggu korban berbicara, tetapi untuk membangun sistem yang membuat masyarakat lebih mudah mengenali, lebih berani melapor, dan lebih cepat mendapatkan perlindungan,\u201d beber Afida Nur Aini, inovator sistem tersebut, Senin (24\/6\/2026) siang. Pernyataan tersebut sebagaimana diberitakan Kanal Kalimantan, Senin (24\/08\/2026).<\/p>\n<p class=\"isSelectedEnd\" style=\"text-align: justify;\">Penguatan perlindungan dari tingkat desa diharapkan membuat deteksi terhadap potensi kekerasan dapat dilakukan lebih awal. Dengan keterhubungan antara teknologi, pemerintah, dan masyarakat, penanganan kasus diharapkan semakin dekat dengan warga sekaligus mendorong keberanian untuk melapor ketika terjadi kekerasan. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SI PESAN PENA 2.0 di HSU menggabungkan teknologi, deteksi dini, pemetaan wilayah, dan jejaring desa untuk mempercepat perlindungan perempuan serta anak. HULU SUNGAI UTARA &#8211; Perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan (Kalsel), diperkuat melalui jejaring desa yang terhubung dengan SI PESAN PENA 2.0. Sistem ini tidak hanya menyediakan kanal &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":202683,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2301,2276],"tags":[53214,53213,2091,53210,10700,53212,53211,22445,53215,16798,16616,10377,53216,53208,53209],"class_list":["post-202682","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kabupaten-hulu-sungai-utara-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-afida-nur-aini","tag-aplikasi-perlindungan-anak","tag-desa","tag-dp3a-hsu","tag-inovasi-desa","tag-jejaring-desa","tag-kekerasan-perempuan","tag-kekerasan-terhadap-anak","tag-patbm","tag-perlindungan-anak","tag-perlindungan-perempuan","tag-sapa","tag-satgas-ppa","tag-si-pesan-pena","tag-si-pesan-pena-2-0"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202682","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=202682"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202682\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202684,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202682\/revisions\/202684"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202683"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=202682"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=202682"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=202682"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}