{"id":202706,"date":"2026-08-24T14:34:38","date_gmt":"2026-08-24T06:34:38","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=202706"},"modified":"2026-08-24T14:35:37","modified_gmt":"2026-08-24T06:35:37","slug":"alumni-minta-sengketa-uin-jakarta-tak-ganggu-pendidikan-di-pamulang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/alumni-minta-sengketa-uin-jakarta-tak-ganggu-pendidikan-di-pamulang\/","title":{"rendered":"Alumni Minta Sengketa UIN Jakarta Tak Ganggu Pendidikan di Pamulang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"299\" data-end=\"735\"><em>Sengketa pengelolaan lahan dan kompleks pendidikan di Pamulang kembali memanas setelah dugaan masuknya puluhan orang ke lingkungan sekolah memicu desakan agar penyelesaian ditempuh melalui jalur hukum.<\/em><\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"299\" data-end=\"735\"><strong data-start=\"299\" data-end=\"309\">BANTEN<\/strong> &#8211; Sengketa pengelolaan lahan dan kompleks pendidikan di Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), kembali memanas setelah muncul dugaan pengerahan orang untuk memasuki lingkungan Sekolah Islam Pamulang (SIP). Kondisi tersebut mendorong sejumlah alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta atau UIN Jakarta meminta penyelesaian sengketa ditempuh melalui jalur hukum dan tidak mengganggu kegiatan pendidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"737\" data-end=\"1016\">Lebih dari 30 alumni telah menandatangani pernyataan sikap yang menolak segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan dugaan premanisme dalam konflik antara UIN Jakarta dan pihak yayasan pengelola sekolah. Pernyataan tersebut sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Senin (24\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1018\" data-end=\"1185\">&#8220;Kami menolak segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan premanisme dari pihak mana pun, dengan dalih apa pun,&#8221; demikian dikutip dari sikap resmi tersebut, Senin (24\/8).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1187\" data-end=\"1457\">Para alumni menilai persoalan sengketa lahan semestinya tidak diselesaikan dengan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan anak-anak dan proses belajar mengajar. Mereka juga meminta semua pihak menahan diri sampai terdapat putusan hukum yang berkekuatan hukum tetap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1459\" data-end=\"1545\">&#8220;Jangan mengeksekusi klaim sebelum ada putusan yang berkekuatan hukum tetap,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1547\" data-end=\"1931\">Sengketa kembali mencuat setelah puluhan orang yang disebut sebagai preman diduga masuk ke SIP pada Sabtu (22\/8) sekitar pukul 03.00 WIB. Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta (YSH) di Pamulang, Ilham Aufa, menyebut kejadian tersebut sebagai tindakan premanisme dan mengaitkannya dengan kejadian serupa yang disebut pernah terjadi di Madrasah Pembangunan (MP) dan Sekolah Triguna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1933\" data-end=\"2210\">Ilham juga menilai penguasaan SIP dan sejumlah sekolah oleh UIN Jakarta tidak memiliki dasar hukum. Ia merujuk pada putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang disebut membatalkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1543 mengenai integrasi UIN dengan tiga yayasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2212\" data-end=\"2402\">&#8220;Tidak ada dasar hukum bagi UIN Jakarta melakukan tindakan apapun terkait sekolah yang dikelola yayasan, termasuk SIP. Sebab dasar hukumnya berupa KMA sudah dibatalkan PTUN Jakarta,&#8221; ujarnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2404\" data-end=\"2671\">Di sisi lain, UIN Jakarta membantah adanya pengerahan preman. Kepala Pusat Informasi dan Humas UIN Jakarta Zaenal Muttaqin menjelaskan orang-orang yang berada di lokasi merupakan petugas keamanan UIN Jakarta yang ditugaskan menjaga lingkungan sekolah dan aset negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2673\" data-end=\"2935\">&#8220;Perlu kami luruskan, mereka bukan preman. Mereka adalah sekuriti UIN Jakarta yang menjalankan tugas pengamanan. Kehadiran mereka merupakan bagian dari tanggung jawab UIN Jakarta untuk menjaga keamanan aset negara yang berada di lingkungan sekolah,&#8221; ujar Zaenal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2937\" data-end=\"3194\">Zaenal menegaskan persoalan alih kelola tidak semata-mata berkaitan dengan penguasaan aset. Menurut dia, langkah tersebut juga ditujukan untuk memastikan aset negara tetap terlindungi sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap penyelenggaraan pendidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3196\" data-end=\"3458\">UIN Jakarta juga menyoroti dugaan aset yang pernah diagunkan pengurus yayasan sebelumnya kepada sebuah bank tanpa persetujuan UIN Jakarta. Selain itu, terdapat dugaan penyalahgunaan dana dalam jumlah miliaran rupiah dalam pengelolaan lembaga pendidikan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3460\" data-end=\"3641\">&#8220;Kami tidak ingin membuat tuduhan sepihak. Tetapi setiap dugaan penyalahgunaan dana harus diperiksa secara transparan dan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum,&#8221; kata Zaenal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3643\" data-end=\"3942\">Perbedaan pandangan antara pihak yayasan dan UIN Jakarta tersebut membuat penyelesaian melalui mekanisme hukum menjadi penting untuk memastikan status aset, pengelolaan sekolah, serta keberlanjutan kegiatan pendidikan memiliki kepastian dan tidak menimbulkan persoalan baru di lingkungan sekolah. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3944\" data-end=\"3986\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sengketa pengelolaan lahan dan kompleks pendidikan di Pamulang kembali memanas setelah dugaan masuknya puluhan orang ke lingkungan sekolah memicu desakan agar penyelesaian ditempuh melalui jalur hukum. BANTEN &#8211; Sengketa pengelolaan lahan dan kompleks pendidikan di Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), kembali memanas setelah muncul dugaan pengerahan orang untuk memasuki lingkungan Sekolah Islam Pamulang (SIP). Kondisi tersebut &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":202708,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7994,481,35],"tags":[53256,53253,6685,53254,47588,53257,1477,9573,23281,53249,1178,53258,53250,32648,17550,53247,53248,53251,53252,53255],"class_list":["post-202706","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-banten","category-kasus","category-berita-nasional","tag-alih-kelola-sekolah","tag-alumni-uin-jakarta","tag-banten","tag-ilham-aufa","tag-intimidasi","tag-kma-1543","tag-pendidikan-2","tag-premanisme","tag-ptun-jakarta","tag-sekolah-islam-pamulang","tag-sengketa-lahan","tag-sengketa-sekolah","tag-sip","tag-tangerang-selatan","tag-tangsel","tag-uin-jakarta","tag-uin-syarif-hidayatullah-jakarta","tag-yayasan-syarif-hidayatullah-jakarta","tag-ysh","tag-zaenal-muttaqin"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202706","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=202706"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202706\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202711,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202706\/revisions\/202711"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202708"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=202706"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=202706"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=202706"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}