{"id":202746,"date":"2026-08-24T15:11:53","date_gmt":"2026-08-24T07:11:53","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=202746"},"modified":"2026-08-24T15:12:55","modified_gmt":"2026-08-24T07:12:55","slug":"pengampunan-trump-disorot-laporan-kongres-ungkap-dugaan-transaksi-politik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pengampunan-trump-disorot-laporan-kongres-ungkap-dugaan-transaksi-politik\/","title":{"rendered":"Pengampunan Trump Disorot, Laporan Kongres Ungkap Dugaan Transaksi Politik"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"669\" data-end=\"1084\"><em>Laporan Jamie Raskin menuding kewenangan pengampunan Presiden Donald Trump telah dimanfaatkan melalui jaringan politik dan finansial, dengan hampir US$1,7 miliar hak korban dan masyarakat disebut terdampak.<\/em><\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"669\" data-end=\"1084\"><strong data-start=\"669\" data-end=\"691\">WASHINGTON, D.C. &#8211;<\/strong> Laporan anggota senior Komite Kehakiman Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS), Jamie Raskin, menyoroti dugaan penggunaan akses politik dan kepentingan finansial untuk memperoleh pengampunan presiden Donald Trump. Praktik yang disebut dalam laporan itu diduga membuat hampir US$1,7 miliar atau sekitar Rp30 triliun yang semestinya dibayarkan kepada korban dan masyarakat terhapus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1086\" data-end=\"1330\">Laporan yang diterbitkan pada Jumat (21\/8) tersebut menuding proses pengampunan yang semestinya ditangani melalui mekanisme tradisional Departemen Kehakiman (DoJ) telah bergeser menjadi sistem yang disebut Raskin sebagai pasar pengaruh politik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1332\" data-end=\"1616\">&#8220;Donald Trump telah mengambil salah satu kekuasaan konstitusional paling sakral dari kepresidenan dan mengubahnya menjadi pasar untuk pengaruh politik orang dalam dan pengayaan pribadi yang tidak adil,&#8221; demikian laporan Raskin, sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Senin, (24\/08\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1618\" data-end=\"1937\">Laporan itu juga menyebut praktik tersebut menggunakan jaringan orang dalam Trump, sumbangan politik, hubungan bisnis keluarga Trump, serta kelompok <em data-start=\"1767\" data-end=\"1793\">Make America Great Again<\/em> (MAGA) untuk membuka akses terhadap pengampunan presiden, pengurangan hukuman, hingga penghapusan denda dan kewajiban pembayaran kepada korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1939\" data-end=\"2344\">&#8220;&#8216;Pardons, Inc.&#8217; memiliki model bisnis yang sederhana: penjahat kerah putih kaya dan pengedar narkoba menyewa orang dalam Trump, menggelontorkan uang ke dalam operasi politiknya atau membina kepentingan keuangan keluarganya, dan tiba-tiba pintu Gedung Putih terbuka lebar untuk pengampunan, pengurangan hukuman, dan penghapusan semua denda dan ganti rugi finansial yang terutang,&#8221; lanjut laporan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2346\" data-end=\"2686\">Sorotan Raskin tidak hanya menyangkut penerima pengampunan, tetapi juga membandingkan kondisi mereka dengan warga AS yang menjalani hukuman tanpa memiliki hubungan dengan elite MAGA. Menurut laporan tersebut, kelompok terakhir tetap harus menunggu tanpa kepastian meskipun telah menunjukkan penyesalan dan membayar ganti rugi kepada korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2688\" data-end=\"3097\">&#8220;Ribuan warga Amerika yang dipenjara tanpa koneksi elite MAGA yang menunjukkan penyesalan tulus, telah membayar ganti rugi kepada korban mereka dan mencari belas kasihan, terus-menerus berada dalam ketidakpastian. Pengampunan presiden seharusnya menjadi instrumen keadilan dan belas kasihan, bukan skema cepat kaya MAGA lainnya di mana akses diberikan kepada penawar tertinggi,&#8221; demikian isi laporan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3099\" data-end=\"3374\">Sejumlah nama disebut dalam laporan sebagai penerima pengampunan atau pihak yang memperoleh keuntungan dari keputusan Trump. Salah satunya mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hern\u00e1ndez, yang menjalani hukuman 45 tahun karena membantu penyelundupan ratusan ton kokain ke AS.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3376\" data-end=\"3574\">Nama lain ialah taipan panti jompo Joseph Schwartz. Ia disebut menghabiskan hampir US$1,1 juta untuk melobi pengampunan ketika menjalani hukuman terkait skema penipuan pajak gaji senilai US$38 juta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3576\" data-end=\"3776\">Laporan tersebut juga mencantumkan Timothy Leiweke, yang disebut menyumbangkan US$250.000 untuk pelantikan Trump sebelum Trump membatalkan tuntutan federal terhadapnya dalam perkara pengaturan tender.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3778\" data-end=\"3946\">Trump juga disebut memberikan pengampunan kepada tiga peserta kasus penyuapan internasional setelah putri salah satu terdakwa menyumbangkan US$2,5 juta kepada MAGA Inc.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3948\" data-end=\"4277\">Temuan Raskin pada akhirnya menempatkan kewenangan pengampunan presiden sebagai persoalan yang lebih luas, yakni mengenai kesetaraan akses terhadap keadilan. Namun, seluruh tudingan dalam laporan tersebut merupakan klaim yang disampaikan Raskin dan belum disertai pembuktian independen dalam materi berita yang menjadi sumber. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4279\" data-end=\"4321\">Redaksi08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Laporan Jamie Raskin menuding kewenangan pengampunan Presiden Donald Trump telah dimanfaatkan melalui jaringan politik dan finansial, dengan hampir US$1,7 miliar hak korban dan masyarakat disebut terdampak. WASHINGTON, D.C. &#8211; Laporan anggota senior Komite Kehakiman Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS), Jamie Raskin, menyoroti dugaan penggunaan akses politik dan kepentingan finansial untuk memperoleh pengampunan presiden &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":202747,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[9642,24484,6796,53308,53314,53312,24517,53309,10179,22962,53313,53310,53311,53315],"class_list":["post-202746","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-amerika-serikat","tag-departemen-kehakiman-as","tag-donald-trump","tag-jamie-raskin","tag-joseph-schwartz","tag-jual-beli-pengampunan","tag-juan-orlando-hernandez","tag-komite-kehakiman-dpr-as","tag-kongres-as","tag-maga","tag-pardons-inc","tag-pengampunan-presiden","tag-skandal-trump","tag-timothy-leiweke"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202746","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=202746"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202746\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202748,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/202746\/revisions\/202748"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/202747"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=202746"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=202746"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=202746"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}